FAMILY
Terpapar dalam Pesona Syifa Hadju, Ini Konsep Petal Dreamscapes yang Bakal Tren di 2026
A. Firdaus
Jumat 23 Januari 2026 / 10:10
Jakarta: Tren pernikahan terus berevolusi mengikuti cara pasangan memaknai cinta dan merayakan kisah mereka. Menyambut tahun 2026, Bridestory memperkenalkan tema pernikahan terbarunya bertajuk Petal Dreamscapes, sebuah konsep yang mengusung estetika romantis dan organik dengan sentuhan dreamy.
Tema ini menghadirkan interpretasi baru keindahan bunga yang lebih artistik, imajinatif, dan emosional. Petal Dreamscapes dirancang untuk menciptakan suasana pernikahan bak berada di dalam dunia mimpi, dipenuhi kelopak bunga, kelembutan cahaya, dan romantisme yang terasa intim.
Petal Dreamscapes memadukan elemen floral yang lembut dengan pendekatan modern. Palet warna muted dan powdery berpadu dengan tekstur metalik serta komposisi yang tidak konvensional, menghasilkan pengalaman visual yang terasa mengalir dan penuh imajinasi. Setiap detail dirancang untuk membangun atmosfer yang dreamy, seolah kelopak bunga bergerak lembut tertiup angin.
Sebagai pelengkap tema, Bridestory juga memperkenalkan warna pernikahan 2026, Charming Champagne. Warna ini merupakan rona keemasan hangat dengan sentuhan putih gading yang anggun. Kesan elegan, timeless, dan modern berpadu tanpa terasa berlebihan, menghadirkan nuansa mewah yang lembut. Charming Champagne merepresentasikan kematangan cinta, keintiman, serta kilau kebahagiaan yang halus, selaras dengan karakter Petal Dreamscapes.

Dalam penerapannya, tema ini dapat dieksplorasi ke berbagai elemen pernikahan. Mulai dari buket pengantin bernuansa transparan dengan kilau perak yang memantulkan cahaya secara dinamis, dekorasi dramatis dengan sentuhan old-world romance yang kaya kedalaman visual, hingga gaun pengantin bergaya minimalis modern dengan siluet arsitektural yang tegas namun tetap feminin.
Tak hanya itu, Petal Dreamscapes juga mendorong eksplorasi pada detail lain, seperti kue pengantin non-konvensional dengan bentuk geometris dan abstrak yang artistik, serta aksesori bergradasi warna puitis yang memperkuat kesan ethereal.
Sebagai representasi visual dari tema ini, Bridestory menunjuk aktris Syifa Hadju sebagai muse. Dikenal dengan persona yang lembut, romantis, anggun, sekaligus modern, Syifa mencerminkan esensi utama Petal Dreamscapes, feminin, ekspresif, dan memancarkan keindahan yang natural.
Karakter wajahnya yang soft, personalitas hangat, serta gaya personal yang elegan menjadikannya simbol dunia floral yang puitis dan imajinatif. Kehadirannya juga merepresentasikan generasi calon pengantin masa kini yang autentik, berjiwa muda, namun tetap menghargai nilai klasik dan keanggunan.
“Syifa Hadju merepresentasikan generasi calon pengantin masa kini yang modern namun tetap menghargai keindahan klasik. Kehadirannya sebagai muse memperkuat narasi bahwa Petal Dreamscapes bukan sekadar konsep visual, melainkan perwujudan kisah cinta yang lembut, intim, dan penuh mimpi,” ujar Natasza Kurniawan, Head of Marketing Bridestory.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Tema ini menghadirkan interpretasi baru keindahan bunga yang lebih artistik, imajinatif, dan emosional. Petal Dreamscapes dirancang untuk menciptakan suasana pernikahan bak berada di dalam dunia mimpi, dipenuhi kelopak bunga, kelembutan cahaya, dan romantisme yang terasa intim.
Petal Dreamscapes memadukan elemen floral yang lembut dengan pendekatan modern. Palet warna muted dan powdery berpadu dengan tekstur metalik serta komposisi yang tidak konvensional, menghasilkan pengalaman visual yang terasa mengalir dan penuh imajinasi. Setiap detail dirancang untuk membangun atmosfer yang dreamy, seolah kelopak bunga bergerak lembut tertiup angin.
Baca Juga :
Digital Wedding Planning Makin Diminati, Cara Praktis Generasi Z Kelola Undangan dan Tamu
Tren warna pernikahan
Sebagai pelengkap tema, Bridestory juga memperkenalkan warna pernikahan 2026, Charming Champagne. Warna ini merupakan rona keemasan hangat dengan sentuhan putih gading yang anggun. Kesan elegan, timeless, dan modern berpadu tanpa terasa berlebihan, menghadirkan nuansa mewah yang lembut. Charming Champagne merepresentasikan kematangan cinta, keintiman, serta kilau kebahagiaan yang halus, selaras dengan karakter Petal Dreamscapes.

Dalam penerapannya, tema ini dapat dieksplorasi ke berbagai elemen pernikahan. Mulai dari buket pengantin bernuansa transparan dengan kilau perak yang memantulkan cahaya secara dinamis, dekorasi dramatis dengan sentuhan old-world romance yang kaya kedalaman visual, hingga gaun pengantin bergaya minimalis modern dengan siluet arsitektural yang tegas namun tetap feminin.
Tak hanya itu, Petal Dreamscapes juga mendorong eksplorasi pada detail lain, seperti kue pengantin non-konvensional dengan bentuk geometris dan abstrak yang artistik, serta aksesori bergradasi warna puitis yang memperkuat kesan ethereal.
Terpapar dalam pesona Syifa Hadju
Sebagai representasi visual dari tema ini, Bridestory menunjuk aktris Syifa Hadju sebagai muse. Dikenal dengan persona yang lembut, romantis, anggun, sekaligus modern, Syifa mencerminkan esensi utama Petal Dreamscapes, feminin, ekspresif, dan memancarkan keindahan yang natural.
Karakter wajahnya yang soft, personalitas hangat, serta gaya personal yang elegan menjadikannya simbol dunia floral yang puitis dan imajinatif. Kehadirannya juga merepresentasikan generasi calon pengantin masa kini yang autentik, berjiwa muda, namun tetap menghargai nilai klasik dan keanggunan.
“Syifa Hadju merepresentasikan generasi calon pengantin masa kini yang modern namun tetap menghargai keindahan klasik. Kehadirannya sebagai muse memperkuat narasi bahwa Petal Dreamscapes bukan sekadar konsep visual, melainkan perwujudan kisah cinta yang lembut, intim, dan penuh mimpi,” ujar Natasza Kurniawan, Head of Marketing Bridestory.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)