FAMILY

Apa itu Nikah Siri? Ini Dampak dan Hukumnya di Indonesia

Cindy
Senin 22 November 2021 / 17:31
Jakarta: Kasus Warga Negara Asing (WNA) di Cianjur, Jawa Barat, yang menyiram air keras ke istrinya hingga tewas menjadi perbincangan publik. Pasangan suami istri itu diketahui menikah siri. 

Komisioner Komisi Nasional (Komnas) Perempuan Siti Aminah Tardi menyebut, nikah siri dapat meningkatkan risiko kekerasan terhadap perempuan. Menurutnya, kasus yang menimpa istri di Cianjur itu kerap terjadi di beberapa negara, seperti Kolombia, Pakistan, Nepal, Bangladesh, Uganda, dan India. 

Lantas apa arti nikah siri, dampak negatif, hingga hukumnya di Indonesia? Simak penjelasan selengkapnya:

Arti nikah siri

Mengutip buku berjudul "Nikah Siri Apa Untungnya?" karya Happy Susanto, kata siri berasal dari bahasa Arab, "sirrun", yang artinya rahasia. Sehingga, nikah siri didefinisikan sebagai bentuk pernikahan yang dilakukan atas dasar aturan agama atau adat istiadat.

Nikah siri merupakan pernikahan secara rahasia atau yang tidak dicatatkan di Kantor Urusan Agama (KUA) dan Kantor Catatan Sipil. 

Baca: 5 Fakta WNA Cianjur Siram Air Keras ke Istri hingga Tewas

Dampak negatif nikah siri

Ilustrasi buku nikah. Antara Irwansyah Putra
Ilustrasi buku nikah. Antara/Irwansyah Putra.

Nikah siri yang tidak tercatat secara hukum Indonesia memiliki sejumlah dampak negatif, terutama bagi kaum perempuan. Hal ini berdasarkan jurnal "Perkawinan di Bawah Tangan (Kawin Sirri) dan Akibat Hukumnya" karya Irfan Islami dan jurnal "Fenomena Nikah Siri di Kalangan Mahasiswa dan Dampaknya Terhadap Perempuan" karya Sri Hilmi Pujiartati. 

Dikutip dari kedua jurnal tersebut, berikut sejumlah dampak negatif pernikahan siri:
  1. Pihak perempuan tidak bisa menuntut haknya sebagai istri yang telah dilanggar oleh suami karena tidak adanya kekuatan hukum tetap terhadap legalitas perkawinan tersebut.
  2. Tidak adanya kejelasan status wanita sebagai istri dan kejelasan status anak di mata hukum. 
  3. Nikah siri cenderung membuat salah satu pasangan, khususnya suami lebih leluasa untuk meninggalkan kewajibannya.
  4. Pelecehan seksual terhadap perempuan karena dianggap sebagai pelampiasan nafsu sesaat bagi kaum laki-laki.
  5. Banyaknya perlakuan kekerasan terhadap istri.
  6. Dapat memengaruhi psikologis istri dan anak.

Hukum nikah siri di Indonesia

Di Indonesia, pernikahan diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Dalam Pasal 2 Ayat 1 UU Pernikahan itu berbunyi "Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu." 

Sementara, pada Pasal 2 Ayat 2 berbunyi "Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut perundang-undangan yang berlaku." 

Berdasarkan UU itu, pernikahan yang sah adalah pernikahan yang dilakukan berdasarkan aturan agama serta tercatat secara hukum negara. Artinya, nikah siri melanggar Pasal 2 Ayat 2 UU Pernikahan tersebut. 

Selain itu, nikah siri melanggar UU Nomor 22 Tahun 1946 Tentang Pencatatan Nikah, Talak, dan Rujuk. Sebab, pernikahan siri tidak diawasi oleh pegawai pencatat pernikahan negara. 

Baca: 6 Tips Membangun Pernikahan yang Harmonis dengan Pasangan
(CIN)

MOST SEARCH