FAMILY

5 Cara Hentikan dan Cegah Tindakan Perundungan bagi Anak

Mia Vale
Minggu 26 Juni 2022 / 06:05
Jakarta: Seorang anak telah mengalami intimidasi tanpa henti. Saat ia kelas satu sekolah dasar, Travis Price telah mengalami bullying atau perundungan dari teman-temannya, dengan memanggilnya 'tisu toilet' karena inisialnya TP (toilet paper). 

Kala kelas tiga, ia dipukuli di taman bermain dan berakhir di rumah sakit setelah beberapa serangan yang sangat kejam. Bahkan ketika duduk di sekolah menengah, bertepatan dengan munculnya media sosial, ia juga dibully melalui dunia maya. 

Kini, Price telah menjadi advokat pencegahan intimidasi dan kesehatan mental berusia 29 tahun. Ia pun berbagi bagaimana dirinya mencoba berbagai strategi untuk memelajari cara menghentikan intimidasi, termasuk melawan balik (yang tidak berhasil) dan membela dirinya sendiri dan orang lain (yang berhasil).

“Itu sangat sulit bagi saya dan keluarga saya. Saya dipaksa untuk tumbuh dengan sangat cepat untuk melindungi diri saya sendiri, menghindari situasi ini dan mencoba untuk menerima mengapa ini terjadi pada saya," aku Price, seperti yang dilansir Todays Parent. 

Ia juga berpesan, bullying tidak akan diterima lagi. Dan ia siap membantu melawan pembully. Ia berpesan, ada banyak hal yang dapat mereka dan orang tua lakukan untuk menghentikan serangan. 



(Ketika anak-anak ditindas di dunia maya, mereka dapat pergi atau mengabaikan orang yang melakukan intimidasi dengan keluar dari situs tempat intimidasi terjadi, tidak menanggapi pesan atau memblokir orang yang melecehkan mereka. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Pergi atau abaikan


Anak-anak di sekolah-sekolah di seluruh Kanada belajar menghadapi intimidasi dengan menggunakan 'pergi, abaikan, bicarakan, dan cari bantuan'. Dua strategi pertama adalah tentang melepaskan diri dari situasi tersebut. 

“Anak-anak yang berniat melakukan intimidasi sering memilih anak-anak yang responsif,” kata Bonnie Leadbeater, peneliti utama dan profesor psikologi di University of Victoria. 

Ketika anak-anak ditindas di dunia maya, mereka dapat pergi atau mengabaikan orang yang melakukan intimidasi dengan keluar dari situs tempat intimidasi terjadi, tidak menanggapi pesan atau memblokir orang yang melecehkan mereka. Orang tua dapat membantu dengan memantau aktivitas media sosial anak-anak mereka.
 

Bicaralah 


Anak-anak dapat membela diri mereka sendiri atau orang lain, melakukan percakapan termediasi dengan orang yang menyakiti mereka atau berbagi perasaan mereka dengan teman atau anggota keluarga yang tepercaya. 

Jika anak-anak merasa aman dan percaya diri melakukannya, mereka dapat membela diri pada saat itu dengan mengatakan sesuatu seperti “Kamu menyakiti perasaanku”, “Apa yang kamu lakukan tidak baik”.

Orang tua dapat membantu anak-anak mereka dengan bermain peran untuk mempersiapkan momen seperti itu atau bekerja sama dengan guru untuk mengatur percakapan yang dimediasi antara anak-anak. 
 

Gunakan humor 


Tidak ada yang lebih baik daripada tertawa untuk meredakan situasi yang intens, itulah sebabnya program pergi, abaikan, bicarakan, dan cari bantuan, mendorong anak-anak menggunakan humor untuk menunjukkan bahwa mereka tidak terganggu oleh intimidasi. 

Namun, penting untuk membuat lelucon yang tepat. Sebuah studi oleh Keele University di Inggris menemukan bahwa anak-anak usia 11 hingga 13 tahun yang menggunakan humor yang merugikan diri sendiri, seperti merendahkan diri, lebih mungkin untuk diganggu daripada mereka yang menggunakan bentuk humor positif, seperti menceritakan lelucon dan cerita lucu. 
 

Menjalin persahabatan 


Terkadang anak-anak mendapatkan tindakan perundungan karena mereka tidak tahu cara berteman, tetapi orang tua dapat membantu dengan mengajari mereka keterampilan sosial dan strategi untuk bergabung.  

“Pertemanan melindungi dari bullying. Anak-anak dapat memiliki peran yang berbeda di tim sepak bola di sekolah mereka. Ini akan membangun ketahanan anak untuk melihat diri mereka sendiri dengan cara yang kompleks daripada hanya seperti yang dilihat para pengganggu,” papar Leadbeater. 
 

Jaga dirimu 


Setiap kali Price berbicara kepada kelompok orang tua, dia selalu mendorong mereka untuk memastikan bahwa anak-anak mereka menjaga diri mereka sendiri. “Pastikan mereka makan makanan sehat, tidur nyenyak dan menjaga tubuh mereka,” ujarnya. 

Price mendorong anak-anak yang diintimidasi tentang penampilan fisik mereka untuk menghindari terpaku pada hal itu dan fokus pada hal positif. 

Kalian bisa mencari tahu apa yang biasa dijadikan bahan perundungan, lalu temukan sesuatu yang anak sukai dari dirinya sendiri, agar tumbuh rasa percaya diri.
(TIN)

MOST SEARCH