FAMILY

Agar Sukses, Jangan Lakukan 4 Hal Ini Kala Anak Masih Kecil

Mia Vale
Selasa 19 Juli 2022 / 10:05
Jakarta: Sebagai orang tua, kita sering mendengar tentang hal-hal yang harus dilakukan dengan anak-anak kita. Tetapi penting juga untuk membalikkannya dan mempertimbangkan apa yang tidak boleh kita lakukan. 

Terlepas dari latar belakang etnis, sosial ekonomi, dan agama yang beragam, ada empat hal yang tidak pernah dilakukan orang tua dari individu yang cerdas, bersemangat, dan berwirausaha ini ketika anak-anak mereka masih kecil.

Berikut yang tidak boleh dilakukan orang tua terhadap anak-anaknya yang masih kecil, menurut laman CNBC.
 

1. Menganggap hobi anak buang-buang waktu


Olahraga, video game, debat, musik, mengamati burung, bisa menjadi hobi seorang anak. Dan itu bisa membuat anak aktif secara mental. Radha Agrawal adalah pendiri Daybreaker, gerakan tari pagi global dengan lebih dari 500.000 anggota komunitas di 30 kota di seluruh dunia. 

Sebelumnya, dia adalah CEO Super Sprowtz, sebuah gerakan hiburan anak-anak yang berfokus pada makan sehat. Tapi tumbuh dewasa, gairahnya adalah sepak bola. Dengan dukungan dari orang tuanya, dia dan saudara kembarnya Miki bermain tiga jam sehari, mulai dari saat mereka berusia lima tahun. 

Akhirnya, mereka bermain di Cornell University, di mana mereka dikenal sebagai “Legendary Soccer Twins.” Meskipun kariernya hari ini tidak ada hubungannya dengan sepak bola, Radha mengembangkan banyak grit dan ketahanan dari olahraga.  



(Ellen Gustafson, pendiri FEED Projects mengatakan kamu sebagai orang tua bisa mengajari anak untuk menghargai nilai uang. Ini untuk mengajari anak untuk mendapatkan sesuatu mereka harus bekerja keras. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

2. Membuat semua pilihan untuk anak


Sangat menggoda untuk terus-menerus membuat keputusan bagi anak-anak kita. Tidak ada orang tua yang ingin anaknya menderita. Namun, bila ingin si kecil sukses, tahan godaan itu. 

Ellen Gustafson, pendiri FEED Projects mengatakan, dulu ibunya hanya mendorongnya untuk mandiri dan berpikir untuk dirinya sendiri. Sebagai orang tua, tentu bisa melihat apa kelebihan anak. 

Biarkan mereka tumbuh dengan berhati-hati tapi bukan takut. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan mengajukan pertanyaan seperti, "Pilihan apa yang menurutmu akan lebih membantu di masa depan?"
 

3. Mengagungkan gelar demi gaji tinggi


"Saya tidak menentang gelar akademis dan profesional — suami saya dan saya sama-sama memiliki gelar sarjana, dan itu berhasil bagi kami. Mendapat gelar mungkin merupakan pemborosan waktu anak yang mahal jika tidak ada hubungannya dengan minat mereka. Pun jika satu-satunya alasan mereka bersekolah adalah untuk mendapatkan selembar kertas atau membuat kontak yang diperlukan untuk mendapatkan pekerjaan bergaji tinggi," kata Ellen.

Seseorang yang cukup mencintai sesuatu dan bekerja keras akan menemukan cara untuk mengubahnya menjadi mata pencaharian, bahkan tanpa gelar di bidang itu. Dan mereka tidak akan takut untuk menghadapi peluang yang ada.
 

4. Mengabaikan literasi keuangan 


Meskipun orang tua tidak pernah mendorong anak-anak untuk mengejar pekerjaan bergaji tinggi, mereka semua berusaha untuk mengajari anak-anak tentang uang dalam satu atau lain bentuk. Ibaratnya, bila anak menginginkan sesuatu, ajarkan mereka untuk menyisihkan dari uang sakunya. 

Atau bisa juga dengan melakukan pekerjaan ringan di rumah lalu mereka mendapatkan tambahan uang. Itu akan mengajari anak tentang kerja keras dan menghargai nilai uang. Dengan begitu, anak akan belajar, untuk mendapatkan sesuatu mereka harus bekerja keras.

(TIN)

MOST SEARCH