FAMILY
Anti Bingung! Ini Cara Pilih Sikat dan Pasta Gigi Bayiyang Nyaman dan Aman
A. Firdaus
Jumat 24 April 2026 / 09:15
- Pada tahap awal kemunculan gigi, penggunaan sikat gigi jari bisa menjadi pilihan yang praktis.
- Ketika gigi mulai tumbuh, metode perawatan pun bisa berkembang mengikuti kebutuhan.
- Ada juga inovasi sikat gigi yang dirancang untuk membantu orang tu.
Jakarta: Merawat gigi bayi bukan hanya soal rutinitas menyikat, tetapi juga tentang memilih perlengkapan yang tepat sejak awal.
Banyak orang tua merasa kebingungan, ketika harus menentukan sikat gigi dan pasta gigi yang cocok, apalagi setiap tahap usia bayi membutuhkan pendekatan yang berbeda.
Jika pemilihan tidak sesuai, bayi bisa merasa tidak nyaman bahkan menolak dibersihkan. Padahal, pengalaman pertama dalam perawatan mulut sangat berpengaruh, pada kebiasaan mereka di masa depan.
Oleh karena itu, penting untuk memahami jenis alat yang digunakan, mulai dari sebelum gigi tumbuh hingga saat gigi mulai lengkap, agar prosesnya tetap aman, efektif, dan menyenangkan.
Perawatan kebersihan mulut bayi, sebenarnya bisa dimulai jauh sebelum gigi pertama muncul. Membersihkan sisa susu atau makanan di mulut bayi setelah makan, merupakan langkah awal yang sederhana namun penting.
Dilansir dari Parents, Shiri Greenberg, DMD, direktur klinis kedokteran gigi anak di Touro College of Dental Medicine, menyarankan penggunaan kain kasa atau lap lembut, untuk membersihkan area gusi secara perlahan. “Ini juga akan membantu anak memulai perjalanan menuju kebersihan mulut, yang baik seumur hidup.”
Kebiasaan ini tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi juga membantu bayi terbiasa dengan sensasi dibersihkan di area mulut. Seiring waktu, ketika gigi mulai tumbuh, metode perawatan pun bisa berkembang mengikuti kebutuhan.
Pada tahap awal kemunculan gigi, penggunaan sikat gigi jari bisa menjadi pilihan yang praktis. Sikat jenis ini biasanya lembut dan mudah dikontrol, sehingga nyaman digunakan pada bayi yang masih sensitif.
Setelah tahap ini, anak dapat mulai menggunakan sikat gigi berbulu halus dengan ukuran kepala kecil, yang memang dirancang khusus untuk bayi. Pemilihan sikat gigi yang tepat sangat penting, untuk menghindari rasa tidak nyaman atau iritasi pada gusi.
“Nanti, mereka bisa beralih ke sikat gigi berbulu lembut dengan kepala kecil, sebaiknya yang dirancang khusus untuk bayi,” katanya.
Sonia Gutierrez-Ismail, DDS juga menyarankan agar selalu memilih sikat gigi yang sesuai, dengan usia dan memiliki bulu yang lembut. Tekstur yang terlalu kasar atau keras sebaiknya dihindari, karena bisa melukai jaringan gusi yang masih sensitif.
Selain itu, ada juga inovasi sikat gigi yang dirancang untuk membantu orang tua, saat menghadapi anak yang sulit diam ketika disikat giginya.
Jonelle Anamelechi, DDS, MS, dokter gigi anak sekaligus pemilik Children's Choice Pediatric Dentistry and Orthodontics, merekomendasikan jenis sikat tertentu yang lebih praktis digunakan.
“Sikat ini memiliki bulu di semua sisi dan, oleh karena itu, sangat efektif untuk anak-anak yang gelisah saat disikat. Sebagai seorang ibu yang juga dokter gigi, saya juga menggunakannya pada anak-anak saya yang lebih besar (usia 6 dan 9 tahun), karena tersedia dalam ukuran bayi dan balita,” katanya.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Banyak orang tua merasa kebingungan, ketika harus menentukan sikat gigi dan pasta gigi yang cocok, apalagi setiap tahap usia bayi membutuhkan pendekatan yang berbeda.
Jika pemilihan tidak sesuai, bayi bisa merasa tidak nyaman bahkan menolak dibersihkan. Padahal, pengalaman pertama dalam perawatan mulut sangat berpengaruh, pada kebiasaan mereka di masa depan.
Oleh karena itu, penting untuk memahami jenis alat yang digunakan, mulai dari sebelum gigi tumbuh hingga saat gigi mulai lengkap, agar prosesnya tetap aman, efektif, dan menyenangkan.
Perawatan kebersihan mulut bayi, sebenarnya bisa dimulai jauh sebelum gigi pertama muncul. Membersihkan sisa susu atau makanan di mulut bayi setelah makan, merupakan langkah awal yang sederhana namun penting.
Dilansir dari Parents, Shiri Greenberg, DMD, direktur klinis kedokteran gigi anak di Touro College of Dental Medicine, menyarankan penggunaan kain kasa atau lap lembut, untuk membersihkan area gusi secara perlahan. “Ini juga akan membantu anak memulai perjalanan menuju kebersihan mulut, yang baik seumur hidup.”
Kebiasaan ini tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi juga membantu bayi terbiasa dengan sensasi dibersihkan di area mulut. Seiring waktu, ketika gigi mulai tumbuh, metode perawatan pun bisa berkembang mengikuti kebutuhan.
Pada tahap awal kemunculan gigi, penggunaan sikat gigi jari bisa menjadi pilihan yang praktis. Sikat jenis ini biasanya lembut dan mudah dikontrol, sehingga nyaman digunakan pada bayi yang masih sensitif.
Setelah tahap ini, anak dapat mulai menggunakan sikat gigi berbulu halus dengan ukuran kepala kecil, yang memang dirancang khusus untuk bayi. Pemilihan sikat gigi yang tepat sangat penting, untuk menghindari rasa tidak nyaman atau iritasi pada gusi.
“Nanti, mereka bisa beralih ke sikat gigi berbulu lembut dengan kepala kecil, sebaiknya yang dirancang khusus untuk bayi,” katanya.
Sonia Gutierrez-Ismail, DDS juga menyarankan agar selalu memilih sikat gigi yang sesuai, dengan usia dan memiliki bulu yang lembut. Tekstur yang terlalu kasar atau keras sebaiknya dihindari, karena bisa melukai jaringan gusi yang masih sensitif.
Selain itu, ada juga inovasi sikat gigi yang dirancang untuk membantu orang tua, saat menghadapi anak yang sulit diam ketika disikat giginya.
Jonelle Anamelechi, DDS, MS, dokter gigi anak sekaligus pemilik Children's Choice Pediatric Dentistry and Orthodontics, merekomendasikan jenis sikat tertentu yang lebih praktis digunakan.
“Sikat ini memiliki bulu di semua sisi dan, oleh karena itu, sangat efektif untuk anak-anak yang gelisah saat disikat. Sebagai seorang ibu yang juga dokter gigi, saya juga menggunakannya pada anak-anak saya yang lebih besar (usia 6 dan 9 tahun), karena tersedia dalam ukuran bayi dan balita,” katanya.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)