End Google Analytics -->
FAMILY

Kepala Bayi Belum Masuk Panggul, Apa yang Bisa Ibu Lakukan?

Mia Vale
Senin 28 November 2022 / 10:05
Jakarta: Kepala bayi akan mulai turun ke bagian bawah rahim dan lebih jauh ke panggul saat tubuh ibu hamil bersiap untuk melahirkan. 'Baby dropping' atau 'lightening' terjadi saat kepala bayi bergerak ke dalam panggul.

Secara sederhana bisa dikatakan kepala bayi sudah 'bertunangan'. Bertunangan dalam hal ini artinya kepala bayi masuk ke panggul yang sudah tidak berubah-ubah lagi.

“Secara medis, kepala bayi dianggap bergerak ketika diameter bi-parietal (bagian terluas) kepala memasuki panggul,” ujar Dr Anita Sabherwal Anand, Konsultan Dokter Kandungan-Ginekologi di Rumah Sakit Sitaram Bhartia, Delhi Selatan. 

Kepala bayi bisa bertunangan kapan saja setelah 38 minggu. Pada sebagian besar ibu, keterlibatan kepala bayi sebenarnya terjadi saat persalinan.
 

Bisakah merasakan kepala bayi bergerak?


Beberapa ibu hamil mungkin merasakan bayinya jatuh ke panggul sementara yang lain mungkin tidak. Sejak bayi bergeser, itu membebaskan ruang di perut. Ini disebut 'meringankan' dan sang ibu merasa 'lebih ringan'.

Namun begitu, bertentangan dengan apa yang diyakini banyak orang, gejala kepala bayi bergerak, tidak selalu menyiratkan bahwa persalinan akan segera dimulai. 

Ketika bayi bergerak turun ke panggul, melansir dari situs Sitaram Bhartia, artinya tubuh sedang mempersiapkan persalinan, tapi tidak ada cara untuk mengetahui seberapa cepat persalinan akan dimulai. Mungkin butuh satu sampai dua minggu.


(Kepala bayi umumnya mulai masuk ke jalan lahir atau panggul ibu pada usia kehamilan 36 minggu. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Kapan 'keterlibatan kepala' terjadi?


Menurut sebuah penelitian, keterlibatan terjadi selama fase aktif pada 93,2 persen ibu. Wanita sering khawatir jika bayinya belum 'bertunangan' hingga waktu tertentu. Tidak perlu cemas. 

Berpikir positif dan percaya pada proses kelahiran. Tetap aktifkan diri, karena ini tidak hanya menguntungkan secara fisik tetapi juga akan memperkuat Bumil secara emosional. Aktivitas fisik atau olahraga juga membantu bayi berputar selama kehamilan.
 

Agar kepala Bayi turun ke panggul


Latihan antenatal membantu menurunkan bayi dan memperkuat otot, seperti:

- Berjalan: Jalan cepat berkisar 45-60 menit setiap hari adalah salah satu cara teraman untuk membuat bayi bergerak

- Squat: Squat membantu membangun otot panggul dan menurunkan bayi. Mereka juga dapat membantu mengurangi nyeri punggung dan panggul

- Tangan dan lutut: Latihan ini membantu menyelaraskan bayi dengan panggul terutama pada bulan terakhir kehamilan karena bagian bawah rahim mempersiapkan diri untuk persalinan. Dianjurkan untuk ibu dengan bayi sungsang serta membantu dalam menggerakkan bayi dalam posisi kepala menunduk

- Jongkok: Jika berjalan membuka pinggul, maka jongkok pun akan mengantarkan janin untuk lebih mudah masuk panggul. Moms dapat menggunakan bola persalinan untuk membantu mempertahankan posisi jongkok saat hamil. Mengayunkan bola persalinan dengan lembut juga dapat membantu mendorong janin lebih rendah ke dalam rongga panggul

- Gerakan Pelvic (Panggul): Dapat membantu janin untuk berpindah ke daerah panggul. Cara yang bagus untuk melakukannya di akhir kehamilan adalah dengan meletakkan kedua tangan pada lutut. Miringkan panggul ke depan dengan lembut sambil merilekskan punggung bawah. Lalu, ulangi beberapa kali dan lakukan secara rutin setiap minggunya

Ingat, penting untuk mengikuti olahraga dan pola makan yang ketat selama kehamilan sehingga selama persalinan ibu hamil siap mengakomodasi dan membimbing bayi melewati panggul. Yang terpenting percayalah pada tubuh sendiri dan lakukan yang terbaik untuk sang bayi.
(TIN)

MOST SEARCH