FAMILY

Peran Penting Matematika Terhadap Tumbuh Kembang Anak

Medcom
Sabtu 14 Mei 2022 / 16:00
Jakarta: Matematika kerap dianggap sebagai momok bagi anak-anak usia sekolah di Indonesia. Padahal, keterampilan matematika memiliki banyak manfaat terhadap proses tumbuh kembang anak.  

Melalui matematika, kemampuan pemecahan masalah, baik yang berhubungan dengan angka maupun logika secara sistematis semakin diperkuat. Anak-anak juga menjadi terbiasa untuk menghadapi permasalahan baru, mengolahnya dengan logika dan formula, serta menemukan jawabannya. Dengan begitu, secara tidak langsung juga melatih kemampuan pola pikir anak untuk bisa menganalisa dan menghadapi tantangan dengan baik.

Selain itu, matematika merupakan salah satu pelajaran yang melatih kekuatan otak. Ketika anak berlatih mengerjakan soal-soal matematika, proses pengerjaan melatih memori dan kemampuan komputasi otak. Menurut studi dari University of Oxford, anak yang berhenti belajar matematika di usia 16 tahun memiliki gamma-aminobutyric acid yang lebih sedikit, padahal zat kimia ini berperan penting untuk pertumbuhan otak dan kemampuan kognitif jangka panjang. 

Tak bisa dipungkiri, anak-anak banyak yang bosan ketika mengerjakan persoalan matematika. Hal itulah yang menginspirasi aplikasi edukasi Zenius menghadirkan ZeniusLand untuk mengembangkan kemampuan fundamental dan cara berpikir kritis anak-anak. 

Metode pembelajaran dibangun dengan permainan edukatif yang meningkatkan kecerdasan kognitif maupun emosional anak. Sehingga bisa menambah semangat eksplorasi dan belajar anak terhadap matematika dan lainnya. 

"Kami menggabungkan unsur kontekstual, interaksi, visualisasi, dan gamifikasi ke dalam aplikasi ZeniusLand, agar bisa menjadi arena belajar dan bermain yang menyenangkan bagi anak-anak. Bekerjasama dengan Disney, penyampaian soal matematika disajikan dalam narasi cerita melalui video pembelajaran yang menarik," kata Wisnu Subekti, Co-founder dan Head of Academic Zenius.

Menurut Wisnu, elemen interaksi dan visualisasi menjadi penting dalam pengajaran matematika karena anak-anak di zaman modern telah dikelilingi dengan gawai dan media sosial. Ketika matematika dikemas dalam konsep permainan, hal ini akan menambah motivasi anak untuk belajar dan berlatih dengan cara yang menyenangkan, tanpa merasa tertekan. 

"Anak-anak juga bisa berlatih soal dengan interaktif dan menyelesaikan misi mingguan agar bisa mengumpulkan skor tertinggi. Konsep gamifikasi ini penting untuk menumbuhkan motivasi dan rasa bangga, sekaligus menghapuskan stigma bahwa matematika adalah mata pelajaran yang membosankan," imbuhnya. 

Oleh karena itu, pendidikan berbasis gamifikasi dianggap bisa menjadi cara efektif untuk menumbuhkan keterampilan positif. Terlebih lagi, Indonesia sendiri merupakan negara dengan jumlah gamers terbanyak ketiga di dunia

"Sesuai dengan misi Zenius untuk menumbuhkan semangat belajar di semua orang, kami ingin menggunakan kekuatan teknologi untuk tujuan yang positif. Kini, di waktu luang, anak-anak bisa berlatih matematika dengan seru dan menyenangkan, tidak kalah dari game online lainnya," tutup Wisnu.

 
(ELG)

MOST SEARCH