FAMILY
Willy Aditya Minta Komnas Perempuan Fokus Tangani Pengaduan Masyarakat
Yatin Suleha
Selasa 01 September 2026 / 23:23
- Ketua Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Willy Aditya, meminta Komnas Perempuan optimalkan peran utamanya menerima pengaduan masyarakat.
- Pernyataan tersebut disampaikannya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan LPSK, Komnas HAM, dan Komnas Perempuan.
- Dengan agenda pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Jakarta: Ketua Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Willy Aditya, meminta Komnas Perempuan mengoptimalkan peran utamanya dalam menerima dan menangani pengaduan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan LPSK, Komnas HAM, dan Komnas Perempuan dengan agenda pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Willy menilai pembagian tugas antar lembaga perlu diperjelas agar keterbatasan sumber daya dan anggaran dapat digunakan secara efektif.
“Sekarang sudah ada. Kalau kita bagi tugas, biar agar yang terbatas ini bisa efektif. Apa contohnya? Promoting itu yang kerja teman-teman Kemenham. Teman-teman, enggak usah bicara promoting. Fokus aja,” ujar Willy.

(Willy Aditya, Ketua Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem menilai Komnas Perempuan memiliki posisi strategis sebagai lembaga yang menjadi tempat masyarakat menyampaikan pengaduan terkait persoalan perempuan. Foto: Dok. Instagram Willy Aditya)
Menurutnya, Komnas Perempuan sebaiknya memprioritaskan fungsi pelayanan dan penanganan kasus, mulai dari menerima pengaduan hingga memastikan kebutuhan pendanaan dalam penanganan perkara.
“Untuk ngambil kasus, terima kasus, segala macam pendanaan kasus. Promoting kenapa? Anggarannya lebih gede, Pak. Kekuatan teman-teman kan ketika tempat curcolnya rakyat,” jelasnya.
Willy juga menilai Komnas Perempuan memiliki posisi strategis sebagai lembaga yang menjadi tempat masyarakat menyampaikan pengaduan terkait persoalan perempuan.
Karena itu, peningkatan anggaran perlu diarahkan untuk memperkuat fungsi tersebut.
“Kekuatan Komnas Perempuan, HAM Komnas Perempuan ini kan tempat rakyat mengadu. Sekarang sudah ada bujet yang lebih besar, anggaran yang lebih besar. Untuk promoting enggak usah pegang-pegang itu,” pungkasnya.
(TIN)
Pernyataan tersebut disampaikannya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan LPSK, Komnas HAM, dan Komnas Perempuan dengan agenda pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Willy menilai pembagian tugas antar lembaga perlu diperjelas agar keterbatasan sumber daya dan anggaran dapat digunakan secara efektif.
“Sekarang sudah ada. Kalau kita bagi tugas, biar agar yang terbatas ini bisa efektif. Apa contohnya? Promoting itu yang kerja teman-teman Kemenham. Teman-teman, enggak usah bicara promoting. Fokus aja,” ujar Willy.

(Willy Aditya, Ketua Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem menilai Komnas Perempuan memiliki posisi strategis sebagai lembaga yang menjadi tempat masyarakat menyampaikan pengaduan terkait persoalan perempuan. Foto: Dok. Instagram Willy Aditya)
Menurutnya, Komnas Perempuan sebaiknya memprioritaskan fungsi pelayanan dan penanganan kasus, mulai dari menerima pengaduan hingga memastikan kebutuhan pendanaan dalam penanganan perkara.
“Untuk ngambil kasus, terima kasus, segala macam pendanaan kasus. Promoting kenapa? Anggarannya lebih gede, Pak. Kekuatan teman-teman kan ketika tempat curcolnya rakyat,” jelasnya.
Willy juga menilai Komnas Perempuan memiliki posisi strategis sebagai lembaga yang menjadi tempat masyarakat menyampaikan pengaduan terkait persoalan perempuan.
Karena itu, peningkatan anggaran perlu diarahkan untuk memperkuat fungsi tersebut.
“Kekuatan Komnas Perempuan, HAM Komnas Perempuan ini kan tempat rakyat mengadu. Sekarang sudah ada bujet yang lebih besar, anggaran yang lebih besar. Untuk promoting enggak usah pegang-pegang itu,” pungkasnya.
(TIN)