Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Nilam Sari Lawira. (Foto: Dok. Metro TV)
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Nilam Sari Lawira. (Foto: Dok. Metro TV)

Industri Olahraga Lokal Terdesak Produk Impor, DPR Dorong Pemerintah Perkuat Daya Saing

Alfa Mandalika • 31 Agustus 2026 20:09
Ringkasnya gini..
  • Industri olahraga nasional dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang seiring meningkatnya tren hidup sehat di tengah masyarakat. Namun, industri dalam negeri masih menghadapi tantangan berat, terutama dalam bersaing dengan produk impor.
  • Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Nilam Sari Lawira, mendorong pemerintah memperkuat pengembangan industri olahraga nasional sekaligus meningkatkan daya saing produsen lokal.
  • Hal tersebut disampaikan Nilam dalam Rapat Kerja bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Jakarta: Industri olahraga nasional dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang seiring meningkatnya tren hidup sehat di tengah masyarakat. Namun, industri dalam negeri masih menghadapi tantangan berat, terutama dalam bersaing dengan produk impor.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Nilam Sari Lawira, mendorong pemerintah memperkuat pengembangan industri olahraga nasional sekaligus meningkatkan daya saing produsen lokal.

Hal tersebut disampaikan Nilam dalam Rapat Kerja bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Menurut Nilam, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat menjadi peluang bagi industri olahraga untuk tumbuh sekaligus mendukung penguatan budaya olahraga di Indonesia.

"Nah oleh karena itu, karena tren hidup sehat di masyarakat sekarang ini sedang sangat berkembang, dan banyak juga peluang industri untuk ikut serta mendukung budaya olahraga kita," ujar Nilam.

Dorong Sinergi Lintas Kementerian

Nilam menilai pengembangan industri olahraga tidak dapat hanya mengandalkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Dibutuhkan kolaborasi lintas kementerian agar potensi industri olahraga nasional dapat dikembangkan secara lebih masif.

Ia pun mempertanyakan langkah Kemenpora dalam membangun kerja sama dengan kementerian lain, terutama Kementerian Perindustrian serta Kementerian UMKM.

Baca juga: Usung Semangat Merdeka, 12 Ribu Pelari Ikut Merdeka Run 2026 di Istana

"Maka kami ingin menanyakan bagaimana sebenarnya kerja sama antara Kemenpora dengan lintas sektor yang lain, baik itu dengan Kementerian Perindustrian, kemudian Kementerian UMKM, untuk secara masif mengembangkan industri olahraga kita," jelasnya.

Menurutnya, sinergi tersebut penting untuk menciptakan ekosistem industri olahraga yang mampu mendukung pelaku usaha lokal, mulai dari produksi hingga pemasaran.

Produk Lokal Berhadapan dengan Barang Impor

Selain peluang, Nilam menyoroti persoalan daya saing yang masih dihadapi produsen alat olahraga dalam negeri.

Ia menyebut pelaku industri lokal harus berhadapan dengan berbagai produk impor, baik produk dari merek global maupun barang dengan harga relatif murah dari China.

Kondisi tersebut dinilai membutuhkan perhatian pemerintah agar produsen lokal memiliki kemampuan bersaing yang lebih kuat di pasar domestik.

"Serta bagaimana upaya kita dalam meningkatkan daya saing produsen-produsen lokal alat olahraga kita yang hari ini kelihatannya terus berjibaku dengan produk-produk impor, baik yang bermerek maupun yang murah dari China," pungkasnya.

Nilam berharap pemerintah dapat menyusun langkah konkret untuk memperkuat industri olahraga nasional, termasuk melalui peningkatan daya saing produk lokal dan penguatan kolaborasi lintas sektor.

Menurutnya, perkembangan tren hidup sehat seharusnya tidak hanya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berolahraga, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan industri olahraga buatan Indonesia.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan