Pernyataan tersebut disampaikan Platini dalam wawancara dengan Canal+ di tengah meningkatnya tekanan terhadap Infantino. Seperti diketahui, sejumlah federasi dan organisasi sepak bola Eropa mulai mempertanyakan kelayakan Infantino sebagai Presiden FIFA belakangan ini.
“Dia harus pergi,” tegas Platini mengenai Infantino, seperti dikutip dari laporan sejumlah media internasional. Platini menilai posisi Presiden FIFA seharusnya diisi sosok yang mampu menjunjung tinggi aturan dan tata kelola sepak bola.
Platini Kritik Kepemimpinan Infantino
Platini merupakan salah satu tokoh yang memiliki sejarah panjang dengan Infantino. Keduanya pernah berada di UEFA sebelum Infantino terpilih sebagai Presiden FIFA pada 2016.
Kritik terbaru Platini muncul ketika posisi Infantino tengah mendapat sorotan dari sejumlah pihak. Presiden FIFA tersebut menghadapi penolakan setelah FIFA membatalkan rencana kontroversial untuk menjual sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta.
Rencana yang dikenal sebagai FIFA Forward Enterprise itu ditentang UEFA dan sejumlah pihak lain sebelum akhirnya dihentikan. UEFA kemudian menegaskan bahwa persoalan tata kelola FIFA masih belum selesai meski ancaman boikot terhadap kompetisi FIFA ditangguhkan sementara.
Platini sendiri sebelumnya telah menempuh jalur hukum terhadap FIFA dan Infantino terkait polemik pembayaran yang terjadi pada 2011. Pada Juni 2026, mantan Presiden UEFA tersebut mengajukan proses hukum perdata dan pidana di Prancis dalam kasus yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Tekanan terhadap Infantino Makin Besar
Desakan Platini datang ketika tekanan terhadap Infantino terus meningkat.
Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) pada akhir Agustus 2026 menyatakan tidak lagi memiliki kepercayaan terhadap Infantino. KNVB bahkan mengusulkan penggantian Presiden FIFA pada 2027 serta meminta reformasi menyeluruh terhadap tata kelola organisasi tersebut.
European Leagues juga sebelumnya menyuarakan sikap serupa. Presiden organisasi tersebut, Claudius Schaefer, menyatakan Infantino tidak seharusnya memiliki masa depan di FIFA dan menilai perubahan kepemimpinan diperlukan untuk memperbaiki tata kelola sepak bola dunia.
UEFA bahkan tengah menyiapkan langkah hukum terhadap Infantino di Swiss. Langkah tersebut berkaitan dengan dugaan salah kelola dalam rencana penjualan sebagian hak komersial FIFA yang akhirnya dibatalkan.
Infantino Bidik Masa Jabatan Keempat
Di tengah tekanan tersebut, Infantino masih berencana mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat sebagai Presiden FIFA.
Pemilihan Presiden FIFA berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 18 Maret 2027 di Maroko. Infantino sebelumnya telah menjabat sejak 2016 dan terpilih kembali pada 2019 serta 2023.
Namun, persaingan menuju pemilihan 2027 mulai memanas. Sejumlah konfederasi dan federasi nasional mempertimbangkan langkah politik untuk menekan Infantino, sementara beberapa nama mulai disebut sebagai calon penantang.
Situasi tersebut membuat masa depan Infantino di FIFA menjadi salah satu isu terbesar dalam sepak bola dunia menjelang pemilihan presiden tahun depan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda