FAMILY
Nggak Selamanya Harus Bareng, Ini Tanda Hubungan Pertemanan Udah Outgrown
A. Firdaus
Selasa 23 Juni 2026 / 13:06
- Dalam persahabatan yang sehat, kesalahpahaman dan perasaan terluka biasanya dibicarakan secara terbuka.
- Seiring bertambahnya usia, setiap orang berkembang dengan cara yang berbeda.
- Perubahan ini wajar, tetapi terkadang membuat dua sahabat, yang dulu sangat dekat menjadi tidak lagi berada dalam fase kehidupan yang sama.
Jakarta: Tidak semua persahabatan berakhir karena pertengkaran besar atau konflik yang dramatis. Dalam banyak kasus, hubungan pertemanan justru perlahan berubah seiring waktu.
Dua orang yang dulu sangat dekat bisa saja mulai memiliki prioritas, tujuan hidup, atau cara berkomunikasi yang berbeda. Meski kenangan indah masih ada, hubungan tersebut mungkin tidak lagi memberikan kenyamanan dan kedekatan, yang sama seperti sebelumnya.
Karena sudah melewati banyak hal bersama, tidak sedikit orang yang tetap mempertahankan persahabatan, meski sebenarnya hubungan itu mulai terasa berat. Padahal, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa sebuah persahabatan mungkin sudah tidak berjalan seimbang lagi.
Dilansir dari Psychology Today, dalam persahabatan yang sehat, kesalahpahaman dan perasaan terluka biasanya dibicarakan secara terbuka. Kedua pihak berusaha menyelesaikan masalah, agar hubungan tetap berjalan dengan baik.
Namun, tidak semua orang nyaman menghadapi konflik. Ada yang memilih diam, menghindari pembicaraan yang tidak nyaman, atau menunjukkan sikap pasif-agresif. Akibatnya, berbagai kekecewaan yang seharusnya diselesaikan, justru terus menumpuk.
Ketika masalah lama tidak pernah benar-benar dibahas, hubungan perlahan dipenuhi rasa kesal dan dendam yang tersimpan. Jika pola ini terus berulang tanpa adanya perubahan atau komunikasi yang lebih sehat, persahabatan bisa semakin rapuh dan sulit dipertahankan.
Menurut Sarah Epstein, LMFT, seorang terapis pernikahan dan keluarga berlisensi yang melayani klien terapi di Maryland, DC, Texas, dan Pennsylvania, seiring bertambahnya usia, setiap orang berkembang dengan cara yang berbeda. Ada yang fokus pada karier, keluarga, pendidikan, atau tujuan hidup lainnya.
Perubahan ini wajar, tetapi terkadang membuat dua sahabat, yang dulu sangat dekat menjadi tidak lagi berada dalam fase kehidupan yang sama. Sebenarnya, persahabatan tidak mengharuskan kedua orang menjalani hidup yang identik.
Namun bagi sebagian orang, perbedaan yang semakin besar dapat membuat hubungan terasa lebih jauh. Obrolan yang dulu mengalir begitu saja mulai terasa canggung, dan kedekatan yang pernah ada perlahan memudar.
Dalam situasi seperti ini, beberapa orang mencoba menghidupkan kembali hubungan, dengan melakukan aktivitas yang dulu sering dilakukan bersama. Namun, jika aktivitas tersebut sudah tidak lagi terasa menyenangkan atau bermakna, bisa jadi yang dipertahankan hanyalah kenangan tentang persahabatan di masa lalu, bukan hubungan yang ada saat ini.
Ketika sebuah persahabatan mulai kehilangan kedekatan, sering kali kedua pihak sebenarnya sama-sama menyadarinya. Namun karena menghargai hubungan yang sudah lama terjalin, mereka memilih berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja, atau mengabaikan masalah yang ada.
Padahal, tidak semua hubungan harus bertahan selamanya. Terkadang, melepaskan sebuah persahabatan bukan berarti menghapus semua kenangan baik, yang pernah ada. Justru sebaliknya, itu bisa menjadi cara untuk menghargai semua pengalaman yang telah dibagikan bersama, sambil menerima bahwa setiap hubungan memiliki waktunya masing-masing.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Dua orang yang dulu sangat dekat bisa saja mulai memiliki prioritas, tujuan hidup, atau cara berkomunikasi yang berbeda. Meski kenangan indah masih ada, hubungan tersebut mungkin tidak lagi memberikan kenyamanan dan kedekatan, yang sama seperti sebelumnya.
Karena sudah melewati banyak hal bersama, tidak sedikit orang yang tetap mempertahankan persahabatan, meski sebenarnya hubungan itu mulai terasa berat. Padahal, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa sebuah persahabatan mungkin sudah tidak berjalan seimbang lagi.
Rasa kesal dan dendam terus menumpuk
Dilansir dari Psychology Today, dalam persahabatan yang sehat, kesalahpahaman dan perasaan terluka biasanya dibicarakan secara terbuka. Kedua pihak berusaha menyelesaikan masalah, agar hubungan tetap berjalan dengan baik.
Namun, tidak semua orang nyaman menghadapi konflik. Ada yang memilih diam, menghindari pembicaraan yang tidak nyaman, atau menunjukkan sikap pasif-agresif. Akibatnya, berbagai kekecewaan yang seharusnya diselesaikan, justru terus menumpuk.
Ketika masalah lama tidak pernah benar-benar dibahas, hubungan perlahan dipenuhi rasa kesal dan dendam yang tersimpan. Jika pola ini terus berulang tanpa adanya perubahan atau komunikasi yang lebih sehat, persahabatan bisa semakin rapuh dan sulit dipertahankan.
Kehidupan mulai berjalan ke arah yang berbeda
Menurut Sarah Epstein, LMFT, seorang terapis pernikahan dan keluarga berlisensi yang melayani klien terapi di Maryland, DC, Texas, dan Pennsylvania, seiring bertambahnya usia, setiap orang berkembang dengan cara yang berbeda. Ada yang fokus pada karier, keluarga, pendidikan, atau tujuan hidup lainnya.
Perubahan ini wajar, tetapi terkadang membuat dua sahabat, yang dulu sangat dekat menjadi tidak lagi berada dalam fase kehidupan yang sama. Sebenarnya, persahabatan tidak mengharuskan kedua orang menjalani hidup yang identik.
Namun bagi sebagian orang, perbedaan yang semakin besar dapat membuat hubungan terasa lebih jauh. Obrolan yang dulu mengalir begitu saja mulai terasa canggung, dan kedekatan yang pernah ada perlahan memudar.
Dalam situasi seperti ini, beberapa orang mencoba menghidupkan kembali hubungan, dengan melakukan aktivitas yang dulu sering dilakukan bersama. Namun, jika aktivitas tersebut sudah tidak lagi terasa menyenangkan atau bermakna, bisa jadi yang dipertahankan hanyalah kenangan tentang persahabatan di masa lalu, bukan hubungan yang ada saat ini.
Tidak apa-apa jika harus melepaskan
Ketika sebuah persahabatan mulai kehilangan kedekatan, sering kali kedua pihak sebenarnya sama-sama menyadarinya. Namun karena menghargai hubungan yang sudah lama terjalin, mereka memilih berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja, atau mengabaikan masalah yang ada.
Padahal, tidak semua hubungan harus bertahan selamanya. Terkadang, melepaskan sebuah persahabatan bukan berarti menghapus semua kenangan baik, yang pernah ada. Justru sebaliknya, itu bisa menjadi cara untuk menghargai semua pengalaman yang telah dibagikan bersama, sambil menerima bahwa setiap hubungan memiliki waktunya masing-masing.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)