FAMILY
Bukan Sekadar Gizi, Ini Pentingnya Kualitas Susu untuk Anak
A. Firdaus
Rabu 06 Mei 2026 / 20:20
- Pemenuhan gizi anak harus disesuaikan dengan tahapan usia.
- Kualitas sumber nutrisi menjadi faktor penting dalam mendukung masa pertumbuhan anak.
- Kehadiran inovasi susu formula berbasis susu segar diharapkan dapat mendorong pemahaman yang lebih luas bagi orang tua.
Jakarta: Pemenuhan gizi anak masih menjadi perhatian utama bagi banyak orang tua. Mengacu pada pedoman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, kebutuhan nutrisi anak harus dipenuhi secara bertahap sesuai usia, dimulai dari pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, kemudian dilanjutkan dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang memenuhi kebutuhan energi, protein, lemak, hingga mikronutrien.
ASI diketahui mengandung berbagai komponen penting untuk mendukung tumbuh kembang bayi. Namun, dalam kondisi tertentu, tidak semua ibu dapat memberikan ASI secara optimal. Dalam situasi tersebut, pilihan nutrisi lain seperti susu formula dapat digunakan sesuai indikasi medis dan rekomendasi tenaga kesehatan.
Seiring perkembangan ilmu gizi, pembahasan mengenai nutrisi anak kini tidak lagi hanya berfokus pada kandungan zat gizi tambahan. Perhatian mulai bergeser pada kualitas bahan baku, sumber susu, hingga proses pengolahan dalam produk nutrisi anak.
Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Rimbawan, menegaskan bahwa pemenuhan gizi anak harus disesuaikan dengan tahapan usia.
“Kebutuhan gizi bayi dan anak berbeda di setiap fase pertumbuhan. Yang penting bukan hanya jumlah asupan, tetapi juga kualitas, keseimbangan, dan konsistensi pemberian zat gizi sejak dini,” ujarnya.
Perkembangan inovasi nutrisi anak di berbagai negara turut mendorong perhatian terhadap kualitas susu sebagai bahan baku utama. Salah satu aspek yang kini banyak dikaji adalah profil lemak susu dan pengaruhnya terhadap toleransi pencernaan anak.
Di kawasan Australia dan Selandia Baru, Food Standards Australia New Zealand (FSANZ) telah menetapkan standar ketat terkait komposisi formula bayi, mulai dari sumber protein, kandungan zat gizi, hingga pelabelan produk. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas bahan baku dan formulasi menjadi bagian penting dalam pengawasan nutrisi anak.
Tren serupa juga berkembang di negara lain, termasuk Tiongkok, yang mulai menaruh perhatian pada transparansi sumber susu serta karakteristik bahan baku. Secara global, pengembangan produk nutrisi anak kini mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kandungan gizi hingga kualitas dan proses pengolahan bahan.
Menurut Rimbawan, kualitas sumber nutrisi menjadi faktor penting dalam mendukung masa pertumbuhan anak. Susu segar sebagai bahan baku utama secara alami mengandung protein, lemak, kalsium, fosfor, serta vitamin B2 yang berperan dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, khususnya usia di atas satu tahun.
Selama ini, susu sapi dikenal sebagai salah satu sumber nutrisi penting. Namun, seiring berkembangnya ilmu pangan, perhatian kini tidak hanya tertuju pada jenis bahan, tetapi juga pada kualitas sumber susu serta karakter zat gizi yang terkandung di dalamnya.
Kehadiran inovasi susu formula berbasis susu segar diharapkan dapat mendorong pemahaman yang lebih luas bagi orang tua. Dengan begitu, pemilihan nutrisi anak tidak hanya didasarkan pada tambahan kandungan gizi, tetapi juga mempertimbangkan mutu bahan baku dan proses pengolahannya.
Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan anak mendapatkan asupan nutrisi yang optimal, sekaligus mendukung tumbuh kembang yang sehat dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
ASI diketahui mengandung berbagai komponen penting untuk mendukung tumbuh kembang bayi. Namun, dalam kondisi tertentu, tidak semua ibu dapat memberikan ASI secara optimal. Dalam situasi tersebut, pilihan nutrisi lain seperti susu formula dapat digunakan sesuai indikasi medis dan rekomendasi tenaga kesehatan.
Seiring perkembangan ilmu gizi, pembahasan mengenai nutrisi anak kini tidak lagi hanya berfokus pada kandungan zat gizi tambahan. Perhatian mulai bergeser pada kualitas bahan baku, sumber susu, hingga proses pengolahan dalam produk nutrisi anak.
Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Rimbawan, menegaskan bahwa pemenuhan gizi anak harus disesuaikan dengan tahapan usia.
“Kebutuhan gizi bayi dan anak berbeda di setiap fase pertumbuhan. Yang penting bukan hanya jumlah asupan, tetapi juga kualitas, keseimbangan, dan konsistensi pemberian zat gizi sejak dini,” ujarnya.
Kualitas nutrisi jadi sorotan
Perkembangan inovasi nutrisi anak di berbagai negara turut mendorong perhatian terhadap kualitas susu sebagai bahan baku utama. Salah satu aspek yang kini banyak dikaji adalah profil lemak susu dan pengaruhnya terhadap toleransi pencernaan anak.
Di kawasan Australia dan Selandia Baru, Food Standards Australia New Zealand (FSANZ) telah menetapkan standar ketat terkait komposisi formula bayi, mulai dari sumber protein, kandungan zat gizi, hingga pelabelan produk. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas bahan baku dan formulasi menjadi bagian penting dalam pengawasan nutrisi anak.
Tren serupa juga berkembang di negara lain, termasuk Tiongkok, yang mulai menaruh perhatian pada transparansi sumber susu serta karakteristik bahan baku. Secara global, pengembangan produk nutrisi anak kini mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kandungan gizi hingga kualitas dan proses pengolahan bahan.
Peran sumber susu dalam tumbuh kembang
Menurut Rimbawan, kualitas sumber nutrisi menjadi faktor penting dalam mendukung masa pertumbuhan anak. Susu segar sebagai bahan baku utama secara alami mengandung protein, lemak, kalsium, fosfor, serta vitamin B2 yang berperan dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, khususnya usia di atas satu tahun.
Selama ini, susu sapi dikenal sebagai salah satu sumber nutrisi penting. Namun, seiring berkembangnya ilmu pangan, perhatian kini tidak hanya tertuju pada jenis bahan, tetapi juga pada kualitas sumber susu serta karakter zat gizi yang terkandung di dalamnya.
Edukasi orang tua perlu ditingkatkan
Kehadiran inovasi susu formula berbasis susu segar diharapkan dapat mendorong pemahaman yang lebih luas bagi orang tua. Dengan begitu, pemilihan nutrisi anak tidak hanya didasarkan pada tambahan kandungan gizi, tetapi juga mempertimbangkan mutu bahan baku dan proses pengolahannya.
Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan anak mendapatkan asupan nutrisi yang optimal, sekaligus mendukung tumbuh kembang yang sehat dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)