FAMILY
Niat Beresin Rumah, Eh Malah Buang Barang yang Ternyata Berharga
A. Firdaus
Jumat 08 Mei 2026 / 09:19
- Banyak barang lama memang terlihat berharga, karena menyimpan kenangan pribadi.
- Banyak orang langsung membuang barang lama tanpa dipikir ulang, termasuk surat, foto, atau catatan pribadi.
- Kalau masih ragu apakah suatu barang layak dijual, coba cek harga barang serupa.
Jakarta: Beres-beres rumah memang membuat lega, apalagi kalau barang yang menumpuk mulai disortir satu per satu. Rumah jadi terasa lebih rapi, lemari tidak sesak, dan suasana juga terasa lebih nyaman.
Namun saat mulai decluttering, banyak orang bingung menentukan apakah barang lama lebih baik dijual, disumbangkan, atau dibuang saja.
Banyak barang lama memang terlihat berharga, karena menyimpan kenangan pribadi. Bahkan, menurut Sally Schwartz, pendiri pasar barang antik dan vintage, tidak semua barang bekas punya nilai jual tinggi.
Dilansir dari bhg.com berikut adalah tiga kesalahan yang sering dilakukan orang, saat mencoba menjual barang lama mereka.
Banyak orang mengira koleksi lama seperti porselen, kristal, atau perhiasan pasti punya harga tinggi.
“Orang-orang selalu berpikir bahwa koleksi piring porselen lengkap, perak sterling, dan kristal mereka bernilai lebih tinggi dari yang sebenarnya,” kata Schwartz.
“Barang-barang tertentu, seperti perhiasan dan mantel bulu, tidak menghasilkan uang sebanyak yang kebanyakan orang kira saat mencoba menjualnya,” tambahnya.
Oleh karena itu, penting membedakan nilai emosional dan nilai jual. Beberapa barang, mungkin lebih cocok disimpan sebagai kenangan keluarga dibanding dijual.
Saat beres-beres, banyak orang langsung membuang barang lama tanpa dipikir ulang, termasuk surat, foto, atau catatan pribadi.
“Orang membuang barang-barang sentimental, karena mereka melihat barang-barang berserakan seperti tumpukan kertas, dan barang pribadi seperti surat lama dan foto sebagai sampah. Perasaan terburuk adalah kembali mencari sesuatu yang memicu kenangan, dan kamu telah membuangnya,” kata Schwartz.
Barang sentimental memang belum tentu laku dijual, tetapi sering kali punya nilai kenangan yang besar untuk keluarga.
Tidak semua barang yang tidak laku dijual harus dibuang. Barang yang masih bagus lebih baik disumbangkan.
“Barang-barang yang disumbangkan sebaiknya bersifat fungsional, dan bukan barang berharga atau bernilai sentimental,” kata Schwartz.
Barang seperti jaket, buku, perlengkapan dapur, atau perlengkapan tidur masih bisa berguna untuk orang lain, selama kondisinya masih layak pakai.
Kalau masih ragu apakah suatu barang layak dijual, coba cek harga barang serupa di situs barang bekas atau minta bantuan toko barang antik untuk menilai barang tersebut.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Namun saat mulai decluttering, banyak orang bingung menentukan apakah barang lama lebih baik dijual, disumbangkan, atau dibuang saja.
Banyak barang lama memang terlihat berharga, karena menyimpan kenangan pribadi. Bahkan, menurut Sally Schwartz, pendiri pasar barang antik dan vintage, tidak semua barang bekas punya nilai jual tinggi.
Dilansir dari bhg.com berikut adalah tiga kesalahan yang sering dilakukan orang, saat mencoba menjual barang lama mereka.
1. Menganggap barang lama pasti mahal
Banyak orang mengira koleksi lama seperti porselen, kristal, atau perhiasan pasti punya harga tinggi.
“Orang-orang selalu berpikir bahwa koleksi piring porselen lengkap, perak sterling, dan kristal mereka bernilai lebih tinggi dari yang sebenarnya,” kata Schwartz.
“Barang-barang tertentu, seperti perhiasan dan mantel bulu, tidak menghasilkan uang sebanyak yang kebanyakan orang kira saat mencoba menjualnya,” tambahnya.
Oleh karena itu, penting membedakan nilai emosional dan nilai jual. Beberapa barang, mungkin lebih cocok disimpan sebagai kenangan keluarga dibanding dijual.
2. Terburu-buru membuang barang
Saat beres-beres, banyak orang langsung membuang barang lama tanpa dipikir ulang, termasuk surat, foto, atau catatan pribadi.
“Orang membuang barang-barang sentimental, karena mereka melihat barang-barang berserakan seperti tumpukan kertas, dan barang pribadi seperti surat lama dan foto sebagai sampah. Perasaan terburuk adalah kembali mencari sesuatu yang memicu kenangan, dan kamu telah membuangnya,” kata Schwartz.
Barang sentimental memang belum tentu laku dijual, tetapi sering kali punya nilai kenangan yang besar untuk keluarga.
3. Membuang barang yang masih layak pakai
Tidak semua barang yang tidak laku dijual harus dibuang. Barang yang masih bagus lebih baik disumbangkan.
“Barang-barang yang disumbangkan sebaiknya bersifat fungsional, dan bukan barang berharga atau bernilai sentimental,” kata Schwartz.
Barang seperti jaket, buku, perlengkapan dapur, atau perlengkapan tidur masih bisa berguna untuk orang lain, selama kondisinya masih layak pakai.
Kalau masih ragu apakah suatu barang layak dijual, coba cek harga barang serupa di situs barang bekas atau minta bantuan toko barang antik untuk menilai barang tersebut.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)