- Ternyata, cara pria dan wanita jatuh cinta itu punya "ritme" yang beda, lho!
- Penelitian ini seru banget karena metodenya unik. Peneliti melacak emosi 3.867 orang dewasa di AS dengan cara yang real-time.
- Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hubungan heteroseksual, wanita lebih dari dua kali lebih sering melaporkan perasaan cinta.
Jakarta: Ternyata, cara pria dan wanita jatuh cinta itu punya "ritme" yang beda, lho! Dilansir dari Psychology Today, sebuah studi terbaru tahun 2024 di Psychological Science nemuin fakta kalau perasaan romantis cowok dan cewek itu berubah dengan pola yang enggak sama seiring berjalannya hubungan, apalagi setelah resmi menikah.
Penelitian ini seru banget karena metodenya unik. Peneliti melacak emosi 3.867 orang dewasa di AS dengan cara yang real-time.
Para peserta diminta buat "absen" alias mencatat perasaan cinta mereka lewat jurnal di ponsel setiap 30 menit sekali, selama 10 hari berturut-turut.
Proses ini enggak cuma sekali, tapi dilakukan empat kali dalam setahun. Hasilnya? Peneliti jadi punya gambaran yang super detail soal gimana sih sebenarnya cinta itu dirasain di kehidupan sehari-hari.
Cara ini jauh lebih akurat karena peneliti bisa melihat langsung perubahan emosi para peserta saat itu juga, bukan cuma sekadar menebak-nebak dari ingatan atau cerita mereka saja.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hubungan heteroseksual, wanita lebih dari dua kali lebih sering melaporkan perasaan cinta, saat menghabiskan waktu bersama pasangan selama masa pertunangan.
Temuan ini mengindikasikan bahwa pada tahap awal hubungan yang serius, wanita cenderung mengalami lonjakan emosi romantis yang sangat kuat.
.jpg)
(Intinya, perbedaan bukan soal siapa yang lebih sayang atau lebih cinta, tapi lebih ke gimana cara cinta itu "tumbuh" dan beradaptasi seiring waktu. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Masa pertunangan menjadi periode ketika banyak wanita merasakan kedekatan emosional yang intens, sehingga perasaan cinta lebih sering muncul dan dirasakan secara mendalam.
Menariknya, di dua tahun pertama pernikahan, perasaan cinta yang dilaporkan pihak wanita cenderung mengalami penurunan yang cukup drastis. Tapi tenang, bukan berarti cintanya hilang atau hubungan jadi berantakan, ya!
Psikolog Mark Travers, Ph.D., menjelaskan bahwa secara keseluruhan, pria dan wanita sebenarnya tetap punya kadar cinta yang setara dalam hubungan jangka panjang.
Bedanya cuma di "intensitas" emosinya saja yang bergeser atau berubah polanya setelah status berubah jadi pasangan suami-istri.
Berbeda dengan wanita, pria menunjukkan pola yang lebih konsisten. Perasaan cinta yang mereka laporkan, tidak mengalami lonjakan setinggi wanita saat masa pertunangan, tetapi juga tidak mengalami penurunan yang tajam setelah menikah.
Emosi romantis pada pria cenderung berkembang secara lebih bertahap dan stabil. Dengan kata lain, kurva cinta pria terlihat lebih datar dibandingkan wanita, yang mengalami kenaikan dan penurunan emosi yang lebih jelas.
Intinya, perbedaan ini bukan soal siapa yang lebih sayang atau lebih cinta, tapi lebih ke gimana cara cinta itu "tumbuh" dan beradaptasi seiring waktu.
Wanita biasanya punya fase emosi yang high banget di awal hubungan, lalu mulai menyesuaikan diri pas sudah masuk ke kehidupan pernikahan.
Di sisi lain, pria cenderung punya pola emosi yang lebih chill dan stabil dari awal sampai seterusnya.
Jadi, kalau intensitas ekspresi cintanya terasa berubah setelah menikah, itu bukan berarti rasa sayangnya berkurang, kok!
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Penelitian ini seru banget karena metodenya unik. Peneliti melacak emosi 3.867 orang dewasa di AS dengan cara yang real-time.
Para peserta diminta buat "absen" alias mencatat perasaan cinta mereka lewat jurnal di ponsel setiap 30 menit sekali, selama 10 hari berturut-turut.
Proses ini enggak cuma sekali, tapi dilakukan empat kali dalam setahun. Hasilnya? Peneliti jadi punya gambaran yang super detail soal gimana sih sebenarnya cinta itu dirasain di kehidupan sehari-hari.
Cara ini jauh lebih akurat karena peneliti bisa melihat langsung perubahan emosi para peserta saat itu juga, bukan cuma sekadar menebak-nebak dari ingatan atau cerita mereka saja.
Wanita merasakan puncak cinta yang lebih tinggi saat pertunangan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hubungan heteroseksual, wanita lebih dari dua kali lebih sering melaporkan perasaan cinta, saat menghabiskan waktu bersama pasangan selama masa pertunangan.
Temuan ini mengindikasikan bahwa pada tahap awal hubungan yang serius, wanita cenderung mengalami lonjakan emosi romantis yang sangat kuat.
.jpg)
(Intinya, perbedaan bukan soal siapa yang lebih sayang atau lebih cinta, tapi lebih ke gimana cara cinta itu "tumbuh" dan beradaptasi seiring waktu. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Masa pertunangan menjadi periode ketika banyak wanita merasakan kedekatan emosional yang intens, sehingga perasaan cinta lebih sering muncul dan dirasakan secara mendalam.
Perasaan cinta wanita cenderung menurun setelah menikah
Menariknya, di dua tahun pertama pernikahan, perasaan cinta yang dilaporkan pihak wanita cenderung mengalami penurunan yang cukup drastis. Tapi tenang, bukan berarti cintanya hilang atau hubungan jadi berantakan, ya!
Psikolog Mark Travers, Ph.D., menjelaskan bahwa secara keseluruhan, pria dan wanita sebenarnya tetap punya kadar cinta yang setara dalam hubungan jangka panjang.
Bedanya cuma di "intensitas" emosinya saja yang bergeser atau berubah polanya setelah status berubah jadi pasangan suami-istri.
Pria menunjukkan pola cinta yang lebih stabil
Berbeda dengan wanita, pria menunjukkan pola yang lebih konsisten. Perasaan cinta yang mereka laporkan, tidak mengalami lonjakan setinggi wanita saat masa pertunangan, tetapi juga tidak mengalami penurunan yang tajam setelah menikah.
Emosi romantis pada pria cenderung berkembang secara lebih bertahap dan stabil. Dengan kata lain, kurva cinta pria terlihat lebih datar dibandingkan wanita, yang mengalami kenaikan dan penurunan emosi yang lebih jelas.
Perbedaan bukan soal besar cinta, melainkan cara mengalaminya
Intinya, perbedaan ini bukan soal siapa yang lebih sayang atau lebih cinta, tapi lebih ke gimana cara cinta itu "tumbuh" dan beradaptasi seiring waktu.
Wanita biasanya punya fase emosi yang high banget di awal hubungan, lalu mulai menyesuaikan diri pas sudah masuk ke kehidupan pernikahan.
Di sisi lain, pria cenderung punya pola emosi yang lebih chill dan stabil dari awal sampai seterusnya.
Jadi, kalau intensitas ekspresi cintanya terasa berubah setelah menikah, itu bukan berarti rasa sayangnya berkurang, kok!
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)