FAMILY

Antisipasi Banjir saat Pandemi Harus Disesuaikan dengan Protokol Kesehatan

Raka Lestari
Senin 12 Oktober 2020 / 19:25
Jakarta: Saat ini Indonesia sudah memasuki musim hujan, masyarakat pun harus bersiap-siap untuk menghadapi bencana yang kemungkinan bisa terjadi. Salah satunya adalah bencana banjir.

Pada masa pandemi seperti ini, dalam melakukan antisipasi banjir tetap harus disesuaikan dengan protokol kesehatan.

“Kita melihat bahwa saat ini terjadi anomali cuaca, di mana pada tahun lalu dan di bulan yang sama yaitu sekitar September, Oktober, bahkan November masih terjadi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah provinsi, tetapi apa yang dihadapi sekarang adalah di provinsi-provinsi tersebut saat sudah sudah mengalami musim hujan,” ujar Ketua Satgas Penanganan Covid19, Kepala BNPB, Letjend Doni Munardo dalam Konferensi Pers di Graha BNPB, Senin, 12 Oktober 2020.

Doni juga menambahkan bahwa BMKG sendiri sudah menyampaikan bahwa dalam tiga bulan ke depan, bahkan sampai Maret di Indonesia akan menghadapi curah hujan yang tinggi. Itu dikarenakan adanya fenomena La Nina.

Sedangkan dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) persiapan menghadapi cuaca ekstrem dan La Nina di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Apel kesiapsiagaan personil dan peralatan serta sumber daya di daerah

2. Identifikasi daerah-daerah rawan banjir, longsor dan banjir bandang. BNPB telah membuat peta daerah risiko tinggi bahaya banjir, banjir longsor dan banjir bandang di https://inarisk.bnpb.go.id yang bisa diakses oleh segenap pemangku kepentingan dan masyarakat luar.

2. Identifikasi daerah sepanjang aliran sungai yang berpotensi menjadi penyebab banjir bandang dan melakukan langkah-langkah pencegahan.

3. Menyiapkan skema pengungsian berbasis komunitas di rumah-rumah penduduk jika memungkinkan.

4. Menyiapkan hotel-hotel untuk pengungsian di tiap-tiap kawasan rawan untuk menjamin terlaksananya protokol kesehatan.

“Kemudian kita juga meminta kepada pimpinan daerah, sampai tingkat RT dan RW untuk mau gotong royong membersihkan saluran drainase seperti selokan atau sungai-sungai kecil yang tersumbat. Ini semua dibutuhkan kerjasama dan dalam masa pandemi ini kita juga dituntut untuk bisa memerhatikan alam sekitar kita,” tutup Doni.
(FIR)

MOST SEARCH