FAMILY

Begini Caranya Perbaiki Kepala Lonjong Bayi Baru Lahir

Anda Nurlaila
Kamis 06 Februari 2020 / 17:20

Jakarta: Banyak orangtua merasa khawatir dengan penampilan kepala bayi baru lahir mereka yang berbentuk lonjong atau kerucut. Kepala conehead ini umum terjadi dan tidak berisiko terhadap perkembangan atau fungsi kognitif bayi.

Saat bayi lahir, di bagian ubun-ubun bayi terdapat area lembut yang disebut fontanel. Tengkorak kepala bayi juga fleksibel. Ini memungkinkan tulang-tulangnya bergeser dan membantu bayi keluar lewat lubang serviks atau jalan lahir.

Namun tidak perlu khawatir. Kondisi kepala bayi yang lonjong tidak berbahaya dan biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari atau minggu. 

"Kepala dapat berbentuk asimetri dan memiliki benjolan-benjolan. Saat rambut tumbuh, ini tidak akan terlihat lagi. Kepala berbentuk kerucut tidak merusak perkembangan bayi atau fungsi kognitif mereka," kata dokter anak Nicole Glynn di GetzWell Pediatrics, San Francisco seperti dilansir dari Parents.

Kepala lonjong atau kerucut pada bayi baru lahir dapat terjadi karena melalui saluran vagina selama kelahiran. Atau sebelum persalinan janin "turun" lebih awal dan terjadi kontak kepala dengan panggul ibu.

Jika bayi lahir dengan kepala berbentuk kerucut, pada bagian ubun-ubun yang lebut ada tonjolan yang terbentuk dari lempeng tengkorak yang saling tumpang tindih.

embed

(Lakukan aktivitas menggendong bayi di perut dua sampai tiga kali sehari selama beberapa menit segera setelah orangtua pulang dari rumah sakit. Atau lakukan kontak kulit ke kulit dengan meletakkan bayi di dada saat kamu sedang berbaring untuk memberi mereka waktu membentuk belakang kepala mereka. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Cara "Memperbaiki" Kepala Lonjong pada Bayi

Tengkorak bayi kamu akan pulih selama beberapa minggu pertama dalam hidupnya. Orangtua dapat membantu prosesnya dengan menggendong bayi pada perut dan menopang kepalanya. Glynn mengatakan terlalu banyak waktu berbaring telentang dapat menyebabkan kepala bayi berbentuk datar yang disebut posisi plagiocephaly atau kepala 'peyang'.

"Lakukan aktivitas menggendong bayi di perut dua sampai tiga kali sehari selama beberapa menit segera setelah orangtua pulang dari rumah sakit. Atau lakukan kontak kulit ke kulit dengan meletakkan bayi di dada saat kamu sedang berbaring untuk memberi mereka waktu membentuk belakang kepala mereka," saran Glynn. 

Namun, perlu berhati-hati agar tidak tertidur di sofa atau kursi saat menggendong bayi yang baru lahir. Dan, jangan sekali-kali menidurkannya pada posisi ini karena dapat membuat bayi berisiko terkena sindrom kematian bayi mendadak atau SIDS.



Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(yyy)

MOST SEARCH