FAMILY

Si Kecil Udah 1 Tahun? Saatnya Cek Gigi & Lihat Genggamannya yang Makin Aktif!

Yatin Suleha
Minggu 21 Juni 2026 / 16:19
Ringkasnya gini..
  • Perkembangan si kecil pas lagi balita itu memang berasa cepet banget, ya?
  • Bikin kita sebagai orang tua jadi ekstra sibuk merhatiin hal-hal baru setiap harinya.
  • Enggak cuma fisik yang makin kelihatan perubahannya, kemampuan motorik halus si kecil juga lagi berkembang pesat.
Jakarta: Perkembangan si kecil pas lagi balita itu memang berasa cepet banget, ya? Bikin kita sebagai orang tua jadi ekstra sibuk merhatiin hal-hal baru setiap harinya.

Masa ini tuh golden period banget buat ngebangun kebiasaan sehat sejak dini supaya tumbuh kembangnya makin optimal. 

Enggak cuma fisik yang makin kelihatan perubahannya, kemampuan motorik halus si kecil juga lagi berkembang pesat, lho.

Nah, makanya kita harus lebih aware soal keamanan rumah, plus jangan lupa juga buat mulai perhatian sama kesehatan gigi dan mulutnya. 
 

Mengutip dari BabyCenter, ini dua hal penting yang biasanya mulai noticeable pas anak umur 12 bulan (1 tahun): mulai cek kesehatan gigi dan genggamannya yang makin aktif banget.
 

1. Kunjungan gigi pertama



(Perkembangan anak usia 1 tahun (12 bulan) adalah fase transisi pesat menjadi batita. Anak mulai aktif bergerak, mengeksplorasi lingkungan, dan menunjukkan kemandirian. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Saat anak memasuki usia 1 tahun, waktunya mulai menjadwalkan pemeriksaan pertama ke dokter gigi. American Academy of Pediatric Dentistry dan American Dental Association, merekomendasikan agar orang tua mulai menetapkan pemeriksaan gigi bagi anak pada usia ini. 

Langkah ini penting karena sekitar 40 persen anak, sudah mengalami kerusakan gigi saat berusia 5 tahun. 

Bahkan, kasus kerusakan gigi susu disebut belum mengalami penurunan selama 30 tahun terakhir, seperti yang terjadi pada gigi permanen.

Pemeriksaan awal ini membantu dokter gigi melihat kondisi kesehatan mulut bayi sejak dini, dan mendeteksi masalah yang mungkin belum terlihat saat pemeriksaan rutin di dokter anak. 

Selain itu, orang tua juga bisa mendapatkan edukasi seputar cara merawat gigi yang mulai tumbuh, mencegah karies, hingga memastikan kebutuhan fluoride anak tetap tercukupi.

Orang tua bisa memilih menggunakan dokter gigi keluarga atau dokter gigi khusus anak, yang biasanya memiliki suasana klinik lebih ramah untuk balita, sehingga anak merasa nyaman dan tidak takut saat pemeriksaan.

Di rumah, kebiasaan menyikat gigi juga tetap perlu dilakukan secara rutin. Gunakan sikat gigi berbulu lembut dengan ukuran kecil serta pasta gigi berfluoride, dalam jumlah sangat sedikit, kira-kira sebesar butir beras. 

Agar anak lebih tenang saat sikat gigi, coba biarkan si kecil memegang sikat giginya sendiri sebagai distraksi.
 

2. Genggaman jari makin aktif


Pada usia ini, kemampuan motorik halus balita biasanya semakin berkembang. Si kecil mulai mampu mengambil benda kecil, menggunakan ibu jari dan jari telunjuk dengan lebih mudah. Kemampuan ini dikenal sebagai pincer grasp atau genggaman jari halus.

Karena rasa penasaran yang tinggi, anak biasanya senang mengambil benda-benda kecil yang ditemukan di lantai. 

Mata balita yang tajam sering kali lebih cepat menemukan benda mungil, dibanding orang dewasa di sekitarnya.

 
Itulah sebabnya orang tua perlu ekstra waspada, terhadap benda-benda kecil yang berpotensi berbahaya, seperti vitamin, pil, sisa makanan, makanan hewan peliharaan, peniti, hingga bagian mainan kecil milik kakak. Barang-barang tersebut bisa saja langsung dimasukkan ke mulut oleh anak tanpa disadari.


Secillia Nur Hafifah

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)

MOST SEARCH