FAMILY

Gen Z dan Gen Alpha Wajib Tahu, Literasi Digital Bisa Dimulai dari Mana Saja

A. Firdaus
Sabtu 08 Agustus 2026 / 07:15
Ringkasnya gini..
  • Anak-anak di lingkungan marginal juga berhak mendapatkan akses terhadap pendidikan dan literasi digital.
  • Lewat literasi digital, anak-anak diharapkan nggak hanya menjadi pengguna teknologi.
  • Kegiatan tersebut digelar secara gratis dengan melibatkan tim pengajar dan volunteer Rumah Belajar August Hamonangan.
Jakarta: Belajar teknologi nggak harus selalu dilakukan di ruang kelas dengan fasilitas lengkap. Anak-anak di Lapak Gang Buntu II, Pancoran, Jakarta Selatan, juga punya kesempatan untuk mengenal dunia digital sekaligus belajar tentang budaya.

Kesempatan itu hadir lewat kegiatan “Kelas Digital & Budaya” yang digelar Rumah Belajar August Hamonangan pada Minggu, 26 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30–11.30 WIB ini dirancang khusus untuk anak-anak marginal dan warga sekitar. Bukan sekadar belajar menggunakan teknologi, program tersebut juga mengajak anak-anak tetap mengenal dan mencintai budaya Indonesia.

Pendiri Rumah Belajar August Hamonangan, Hudson Elbert Sinaga, mengatakan anak-anak di lingkungan marginal juga berhak mendapatkan akses terhadap pendidikan dan literasi digital.
 

“Anak-anak di lapak juga berhak melek teknologi dan bangga dengan budaya sendiri. Kami ingin mereka punya HP bukan cuma buat main game, tapi juga buat belajar dan berkarya. Sambil tetap ingat dari mana akar budayanya,” ujar Hudson.
 

Belajar Digital Sekaligus Kenal Budaya


Program ini menggabungkan dua hal yang semakin penting bagi anak-anak di era sekarang, yakni literasi digital dan pemahaman budaya.

Lewat literasi digital, anak-anak diharapkan nggak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga bisa memanfaatkannya untuk mencari informasi, belajar, dan menghasilkan karya.

Di sisi lain, pengenalan budaya menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi nggak harus membuat generasi muda melupakan identitasnya.

Kegiatan tersebut digelar secara gratis dengan melibatkan tim pengajar dan volunteer Rumah Belajar August Hamonangan. Lokasi kegiatan juga disediakan oleh pengelola Lapak Pemulung Gang Buntu II.

Yang menarik, program ini bukan kegiatan sekali lewat. Rumah Belajar August Hamonangan berencana menjalankan kelas tersebut secara rutin setiap hari Minggu.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif sekaligus memberdayakan masyarakat melalui kegiatan berbasis komunitas.

Rumah Belajar August Hamonangan juga membuka kesempatan bagi donatur, komunitas, maupun pihak lain yang ingin ikut mendukung keberlanjutan program pendidikan tersebut.

Harapannya sederhana, anak-anak di lingkungan marginal tetap punya ruang untuk belajar, berkembang, mengenal teknologi, sekaligus bangga dengan budaya mereka sendiri.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH