FAMILY
Menuju Masa Depan Cerah, Anak-anak dari Keluarga Prasejahtera Ikut Kelas Literasi dan Budaya
A. Firdaus
Rabu 10 Juni 2026 / 19:11
- Program yang berada di bawah naungan Yayasan Hati Kita Serupa ini diikuti oleh 75 anak dengan jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.
- Kegiatan belajar didampingi oleh para relawan muda yang secara rutin hadir untuk membimbing peserta didik.
- Di tengah kesibukan orang tua mencari nafkah, anak-anak memiliki tempat untuk belajar, bertanya, serta mengembangkan potensi diri tanpa rasa takut atau diskriminasi.
Jakarta: Akses pendidikan yang setara masih menjadi tantangan bagi sebagian anak dari keluarga kurang mampu di perkotaan. Berangkat dari kepedulian terhadap kondisi tersebut, Rumah Belajar Hamonangan Kita Semua kembali menggelar kegiatan belajar mengajar rutin bagi anak-anak dari keluarga pemulung di wilayah Cilandak, Cikoko, dan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Program yang berada di bawah naungan Yayasan Hati Kita Serupa ini diikuti oleh 75 anak dengan jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Kegiatan belajar berlangsung setiap Minggu pukul 16.00–18.00 WIB dengan fokus pada pengembangan literasi digital dan pemahaman kebudayaan.
Founder Yayasan Hati Kita Serupa, Hudson Elbert Sinaga, mengatakan setiap anak memiliki potensi yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik, terlepas dari latar belakang ekonomi keluarganya.
"Anak-anak ini punya potensi luar biasa. Lewat Rumah Belajar, kami ingin membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk bermimpi. Setiap anak di sini berhak 'hamonangan' atau menang untuk masa depannya sendiri," ujar Hudson.
Kegiatan belajar didampingi oleh para relawan muda yang secara rutin hadir untuk membimbing peserta didik. Metode pembelajaran yang diterapkan dibuat interaktif dan menyenangkan melalui permainan edukatif, praktik langsung, hingga proyek kreatif sederhana.
Pendekatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademik anak, tetapi juga membangun rasa percaya diri, kreativitas, dan kemampuan berkomunikasi mereka.
Rumah Belajar Hamonangan Kita Semua hadir sebagai ruang belajar alternatif yang aman dan inklusif. Di tengah kesibukan orang tua mencari nafkah, anak-anak memiliki tempat untuk belajar, bertanya, serta mengembangkan potensi diri tanpa rasa takut atau diskriminasi.
Pembina Rumah Belajar Hamonangan Kita Semua, Agust Hamonangan, menilai kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat rentan sekaligus dukungan terhadap upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
"Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kepada warga tidak mampu dan kelompok rentan di Jakarta. Selain itu, program ini juga sejalan dengan semangat Sekolah Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk menghadirkan pendidikan yang berpihak kepada masyarakat miskin dan mereka yang belum sepenuhnya mendapatkan akses keadilan sosial," ujarnya.
Ke depan, Yayasan Hati Kita Serupa berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam mendukung keberlangsungan program ini, baik melalui kegiatan kerelawanan, donasi buku, maupun dukungan operasional lainnya.
Melalui kolaborasi berbagai elemen masyarakat, Rumah Belajar Hamonangan Kita Semua ingin memastikan bahwa setiap anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, tumbuh, dan meraih masa depan yang lebih baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Program yang berada di bawah naungan Yayasan Hati Kita Serupa ini diikuti oleh 75 anak dengan jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Kegiatan belajar berlangsung setiap Minggu pukul 16.00–18.00 WIB dengan fokus pada pengembangan literasi digital dan pemahaman kebudayaan.
Founder Yayasan Hati Kita Serupa, Hudson Elbert Sinaga, mengatakan setiap anak memiliki potensi yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik, terlepas dari latar belakang ekonomi keluarganya.
"Anak-anak ini punya potensi luar biasa. Lewat Rumah Belajar, kami ingin membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk bermimpi. Setiap anak di sini berhak 'hamonangan' atau menang untuk masa depannya sendiri," ujar Hudson.
Kegiatan belajar didampingi oleh para relawan muda yang secara rutin hadir untuk membimbing peserta didik. Metode pembelajaran yang diterapkan dibuat interaktif dan menyenangkan melalui permainan edukatif, praktik langsung, hingga proyek kreatif sederhana.
Pendekatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademik anak, tetapi juga membangun rasa percaya diri, kreativitas, dan kemampuan berkomunikasi mereka.
Rumah Belajar Hamonangan Kita Semua hadir sebagai ruang belajar alternatif yang aman dan inklusif. Di tengah kesibukan orang tua mencari nafkah, anak-anak memiliki tempat untuk belajar, bertanya, serta mengembangkan potensi diri tanpa rasa takut atau diskriminasi.
Pembina Rumah Belajar Hamonangan Kita Semua, Agust Hamonangan, menilai kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat rentan sekaligus dukungan terhadap upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
"Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kepada warga tidak mampu dan kelompok rentan di Jakarta. Selain itu, program ini juga sejalan dengan semangat Sekolah Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk menghadirkan pendidikan yang berpihak kepada masyarakat miskin dan mereka yang belum sepenuhnya mendapatkan akses keadilan sosial," ujarnya.
Ke depan, Yayasan Hati Kita Serupa berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam mendukung keberlangsungan program ini, baik melalui kegiatan kerelawanan, donasi buku, maupun dukungan operasional lainnya.
Melalui kolaborasi berbagai elemen masyarakat, Rumah Belajar Hamonangan Kita Semua ingin memastikan bahwa setiap anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, tumbuh, dan meraih masa depan yang lebih baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)