FAMILY
Si Kecil Lagi Belajar Push-Up? Ini 5 Cara Membantunya
A. Firdaus
Selasa 27 Oktober 2026 / 15:08
- Simak 5 cara stimulasi motorik yang aman dan menyenangkan melalui tummy time di rumah.
- Salah satu cara untuk mendukung kemampuan tersebut adalah melalui tummy time.
- Selain memberikan stimulasi, orang tua perlu memastikan aktivitas tengkurap dilakukan dengan aman.
Jakarta: Melihat bayi mulai mengangkat kepala, menopang tubuh dengan kedua tangan, hingga berusaha melihat sekeliling menjadi momen yang menyenangkan bagi orang tua. Gerakan sederhana ini merupakan bagian dari perkembangan motorik bayi yang membantu membangun kekuatan otot dan koordinasi tubuh.
Salah satu cara untuk mendukung kemampuan tersebut adalah melalui tummy time, yakni aktivitas menempatkan bayi dalam posisi tengkurap ketika terjaga dan berada di bawah pengawasan orang dewasa. Aktivitas ini membantu melatih otot leher, bahu, lengan, dan tubuh bagian atas yang dibutuhkan untuk mengangkat kepala serta menopang tubuh.
Meski begitu, setiap bayi memiliki tahapan perkembangan yang berbeda. Orang tua tidak perlu terburu-buru mengharapkan bayi langsung mampu mendorong tubuhnya seperti melakukan gerakan push-up. Stimulasi sebaiknya diberikan secara bertahap, mengikuti kemampuan dan kenyamanan si kecil.
Dilansir dari BabyCenter, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu bayi berlatih mengangkat dan menopang tubuh saat tengkurap. Berikut lima tips yang bisa dicoba di rumah.
Bagi sebagian bayi, tengkurap bisa terasa kurang nyaman, terutama ketika belum terbiasa dengan posisi tersebut. Agar lebih menyenangkan, orang tua dapat ikut berbaring atau duduk di lantai sejajar dengan wajah bayi.
Ajak si kecil berinteraksi melalui senyuman, suara lembut, nyanyian, atau ekspresi wajah yang menarik perhatiannya. Kontak mata dan suara orang tua dapat mendorong bayi untuk mengangkat kepala dan melihat ke arah sumber suara.
Mulailah dengan durasi singkat sesuai toleransi bayi, kemudian tingkatkan secara bertahap ketika ia sudah lebih nyaman. Jika bayi mulai rewel atau terlihat kelelahan, berikan jeda dan coba lagi nanti.
Mainan berwarna cerah atau yang mengeluarkan suara lembut bisa membantu menarik perhatian bayi selama tummy time. Letakkan mainan di depan bayi, sedikit di atas garis pandang, agar ia tertarik mengangkat kepala untuk melihatnya.
Ketika bayi mulai mampu menopang tubuh, mainan juga bisa diletakkan sedikit ke arah kanan atau kiri untuk mendorongnya menggerakkan kepala dan memperhatikan lingkungan sekitar.
Pastikan mainan berada dalam jarak yang aman dan sesuai usia bayi. Hindari mainan dengan bagian kecil yang mudah terlepas atau berisiko tertelan.
Posisi tangan dapat memengaruhi kemampuan bayi menopang tubuh ketika tengkurap. Jika kedua tangannya berada terlalu jauh ke samping atau ke belakang, bayi mungkin lebih sulit mengangkat dada.
Orang tua dapat membantu mengarahkan lengan bayi secara perlahan agar berada lebih dekat ke bawah bahu. Posisi ini dapat membantu bayi belajar bertumpu pada lengan bawah sebelum nantinya mampu menopang tubuh dengan kedua telapak tangan.
Lakukan dengan lembut tanpa menarik atau memaksa lengan bayi. Jika bayi terlihat tidak nyaman, hentikan dan coba kembali ketika ia lebih tenang. Orang tua juga dapat meminta arahan dokter atau tenaga kesehatan apabila membutuhkan bantuan untuk menentukan posisi yang sesuai dengan tahap perkembangan si kecil.
Matras bermain dapat menjadi tempat yang nyaman untuk melatih kemampuan motorik bayi. Pilih permukaan yang rata, cukup kokoh, dan tidak terlalu empuk agar bayi dapat bertumpu dengan lebih stabil.
Orang tua bisa menambahkan mainan yang aman di depan bayi untuk membuatnya tertarik mengangkat kepala dan mencoba menopang tubuh. Aktivitas sederhana ini juga memberi kesempatan bagi bayi untuk mengenali lingkungan melalui penglihatan, suara, dan gerakan.
Namun, pastikan bayi selalu berada dalam pengawasan langsung selama bermain. Hindari melakukan tummy time di sofa, tempat tidur empuk, atau permukaan tinggi karena berisiko menyebabkan bayi terguling atau mengalami gangguan pernapasan.
Ketika bayi berhasil mengangkat kepala atau mulai menopang tubuh, berikan respons positif melalui senyuman, tepuk tangan pelan, atau suara yang ceria. Interaksi ini membuat kegiatan bermain terasa menyenangkan dan membantu bayi tetap tertarik mencoba gerakan tersebut.
Tidak perlu menunggu sampai bayi mampu mengangkat dada tinggi-tinggi. Kemajuan kecil, seperti mulai mengangkat kepala beberapa detik lebih lama, juga merupakan bagian dari proses belajar.
Jika bayi mulai frustrasi atau kelelahan, hentikan latihan dan berikan waktu untuk beristirahat. Stimulasi yang konsisten lebih bermanfaat ketika dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kesiapan bayi.
Selain memberikan stimulasi, orang tua perlu memastikan aktivitas tengkurap dilakukan dengan aman. Tummy time hanya dilakukan ketika bayi terjaga dan diawasi langsung. Untuk tidur, bayi harus selalu diletakkan dalam posisi telentang di permukaan yang rata dan kokoh.
Kemampuan mengangkat kepala dan menopang tubuh berkembang secara bertahap. Jika bayi terus mengalami kesulitan melakukan gerakan yang sesuai dengan usianya, menunjukkan gerakan yang sangat tidak simetris, atau kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai, konsultasikan dengan dokter anak.
(FIR)
Salah satu cara untuk mendukung kemampuan tersebut adalah melalui tummy time, yakni aktivitas menempatkan bayi dalam posisi tengkurap ketika terjaga dan berada di bawah pengawasan orang dewasa. Aktivitas ini membantu melatih otot leher, bahu, lengan, dan tubuh bagian atas yang dibutuhkan untuk mengangkat kepala serta menopang tubuh.
Meski begitu, setiap bayi memiliki tahapan perkembangan yang berbeda. Orang tua tidak perlu terburu-buru mengharapkan bayi langsung mampu mendorong tubuhnya seperti melakukan gerakan push-up. Stimulasi sebaiknya diberikan secara bertahap, mengikuti kemampuan dan kenyamanan si kecil.
Baca Juga :
Kepoin Proses Perkembangan Otak Bayi dan Anak
Dilansir dari BabyCenter, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu bayi berlatih mengangkat dan menopang tubuh saat tengkurap. Berikut lima tips yang bisa dicoba di rumah.
1. Buat Waktu Tengkurap Lebih Menyenangkan
Bagi sebagian bayi, tengkurap bisa terasa kurang nyaman, terutama ketika belum terbiasa dengan posisi tersebut. Agar lebih menyenangkan, orang tua dapat ikut berbaring atau duduk di lantai sejajar dengan wajah bayi.
Ajak si kecil berinteraksi melalui senyuman, suara lembut, nyanyian, atau ekspresi wajah yang menarik perhatiannya. Kontak mata dan suara orang tua dapat mendorong bayi untuk mengangkat kepala dan melihat ke arah sumber suara.
Mulailah dengan durasi singkat sesuai toleransi bayi, kemudian tingkatkan secara bertahap ketika ia sudah lebih nyaman. Jika bayi mulai rewel atau terlihat kelelahan, berikan jeda dan coba lagi nanti.
2. Gunakan Mainan untuk Menarik Perhatian
Mainan berwarna cerah atau yang mengeluarkan suara lembut bisa membantu menarik perhatian bayi selama tummy time. Letakkan mainan di depan bayi, sedikit di atas garis pandang, agar ia tertarik mengangkat kepala untuk melihatnya.
Ketika bayi mulai mampu menopang tubuh, mainan juga bisa diletakkan sedikit ke arah kanan atau kiri untuk mendorongnya menggerakkan kepala dan memperhatikan lingkungan sekitar.
Pastikan mainan berada dalam jarak yang aman dan sesuai usia bayi. Hindari mainan dengan bagian kecil yang mudah terlepas atau berisiko tertelan.
3. Bantu Posisikan Tangan Bayi dengan Lembut
Posisi tangan dapat memengaruhi kemampuan bayi menopang tubuh ketika tengkurap. Jika kedua tangannya berada terlalu jauh ke samping atau ke belakang, bayi mungkin lebih sulit mengangkat dada.
Orang tua dapat membantu mengarahkan lengan bayi secara perlahan agar berada lebih dekat ke bawah bahu. Posisi ini dapat membantu bayi belajar bertumpu pada lengan bawah sebelum nantinya mampu menopang tubuh dengan kedua telapak tangan.
Bantuan dari moms sangatlah berarti. Ilustrasi Magnific
Lakukan dengan lembut tanpa menarik atau memaksa lengan bayi. Jika bayi terlihat tidak nyaman, hentikan dan coba kembali ketika ia lebih tenang. Orang tua juga dapat meminta arahan dokter atau tenaga kesehatan apabila membutuhkan bantuan untuk menentukan posisi yang sesuai dengan tahap perkembangan si kecil.
4. Manfaatkan Matras Bermain yang Aman
Matras bermain dapat menjadi tempat yang nyaman untuk melatih kemampuan motorik bayi. Pilih permukaan yang rata, cukup kokoh, dan tidak terlalu empuk agar bayi dapat bertumpu dengan lebih stabil.
Orang tua bisa menambahkan mainan yang aman di depan bayi untuk membuatnya tertarik mengangkat kepala dan mencoba menopang tubuh. Aktivitas sederhana ini juga memberi kesempatan bagi bayi untuk mengenali lingkungan melalui penglihatan, suara, dan gerakan.
Namun, pastikan bayi selalu berada dalam pengawasan langsung selama bermain. Hindari melakukan tummy time di sofa, tempat tidur empuk, atau permukaan tinggi karena berisiko menyebabkan bayi terguling atau mengalami gangguan pernapasan.
5. Berikan Apresiasi atas Setiap Kemajuan
Ketika bayi berhasil mengangkat kepala atau mulai menopang tubuh, berikan respons positif melalui senyuman, tepuk tangan pelan, atau suara yang ceria. Interaksi ini membuat kegiatan bermain terasa menyenangkan dan membantu bayi tetap tertarik mencoba gerakan tersebut.
Tidak perlu menunggu sampai bayi mampu mengangkat dada tinggi-tinggi. Kemajuan kecil, seperti mulai mengangkat kepala beberapa detik lebih lama, juga merupakan bagian dari proses belajar.
Jika bayi mulai frustrasi atau kelelahan, hentikan latihan dan berikan waktu untuk beristirahat. Stimulasi yang konsisten lebih bermanfaat ketika dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kesiapan bayi.
Perhatikan Keamanan saat Melakukan Tummy Time
Selain memberikan stimulasi, orang tua perlu memastikan aktivitas tengkurap dilakukan dengan aman. Tummy time hanya dilakukan ketika bayi terjaga dan diawasi langsung. Untuk tidur, bayi harus selalu diletakkan dalam posisi telentang di permukaan yang rata dan kokoh.
Kemampuan mengangkat kepala dan menopang tubuh berkembang secara bertahap. Jika bayi terus mengalami kesulitan melakukan gerakan yang sesuai dengan usianya, menunjukkan gerakan yang sangat tidak simetris, atau kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai, konsultasikan dengan dokter anak.
(FIR)