FAMILY

Menghadapi Fase 'Pilih-pilih' Makan di Usia 1 Tahun

Yatin Suleha
Senin 15 Juni 2026 / 10:05
Ringkasnya gini..
  • Memasuki usia 1 tahun, pola makan si kecil biasanya langsung berubah drastis!
  • Mereka jadi lebih aktif, rasa penasarannya tinggi, dan kemampuan makannya pun berkembang pesat banget.
  • Masa-masa ini emang jadi momen krusial buat ngebentuk kebiasaan makan sehat sejak dini. Wajar banget kalau orang tua sering ngerasa ketar-ketir.
Jakarta: Memasuki usia 1 tahun, pola makan si kecil biasanya langsung berubah drastis! Mereka jadi lebih aktif, rasa penasarannya tinggi, dan kemampuan makannya pun berkembang pesat banget. 

Di fase ini, mereka mulai belajar makan sendiri, eksplor tekstur makanan baru, sampe mulai kenalan sama minuman lain di luar ASI atau susu formula.

Masa-masa ini emang jadi momen krusial buat ngebentuk kebiasaan makan sehat sejak dini. Wajar banget kalau orang tua sering ngerasa ketar-ketir; entah karena si kecil jadi 'penggila susu', picky eater sama makanan tertentu, atau meja makan yang berubah jadi 'medan perang' karena mereka pengin pegang sendok sendiri. 

Tenang, semua tantangan itu wajar banget kok jadi bagian dari proses tumbuh kembang mereka. You're doing great, Mom & Dad!
   

Susu dalam menu harian


Setelah melewati usia 12 bulan, susu sapi biasanya mulai menjadi bagian penting dalam menu sehari-hari balita. Susu utuh sering menjadi pilihan utama, karena kandungan lemaknya dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan, dan energi anak yang sedang aktif-aktifnya.

Namun, pada kondisi tertentu seperti riwayat obesitas, kolesterol tinggi, atau penyakit kardiovaskular dalam keluarga, dokter anak mungkin menyarankan penggunaan susu rendah lemak lebih awal. 

Ketika memasuki usia 24 bulan, balita umumnya sudah aman mengonsumsi susu rendah lemak atau susu tanpa lemak.

Jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup, susu sapi dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak. Dilansir dari BabyCenter, ahli gizi merekomendasikan balita usia 1 tahun minum setidaknya 435 ml susu per hari, tetapi tidak lebih dari 710 ml.


(Orang tua juga disarankan berkonsultasi dengan dokter anak, sebelum memperkenalkan makanan yang sering memicu alergi, seperti telur, susu, kacang tanah, gandum, kedelai, kacang-kacangan, ikan, dan kerang. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Sebagian balita sangat menyukai susu hingga terkadang menolak makanan lain. Jika jumlah susu terlalu banyak, anak bisa cepat kenyang dan kehilangan minat terhadap makanan bergizi lainnya. Moms konsultasikan ya ke dokter anak agar asupan si kecil tepat.
 

Belajar menggunakan sendok


Di usia ini, balita mulai tertarik makan sendiri menggunakan sendok. Walaupun gerakannya masih belum stabil dan makanan sering tumpah, fase ini penting untuk melatih koordinasi tangan dan mata, sekaligus meningkatkan rasa mandiri anak.

Waktu makan mungkin menjadi lebih berantakan dari biasanya, tetapi proses belajar ini membantu balita mengembangkan keterampilan motorik, dan membuat aktivitas makan terasa lebih menyenangkan. 

Umumnya, kemampuan menggunakan sendok akan semakin baik saat mendekati usia 18 bulan.
   

Mulai mengenal makanan baru


Saat sistem pencernaan dan daya tahan tubuh anak semakin berkembang, beberapa jenis makanan baru mulai aman diperkenalkan. Di usia satu tahun, susu sapi dan madu biasanya sudah dapat diberikan.

Meski begitu, makanan yang berisiko menyebabkan tersedak tetap perlu dihindari.

Orang tua juga disarankan berkonsultasi dengan dokter anak, sebelum memperkenalkan makanan yang sering memicu alergi, seperti telur, susu, kacang tanah, gandum, kedelai, kacang-kacangan, ikan, dan kerang.

Mengenalkan variasi makanan secara bertahap membantu balita belajar mengenali rasa, tekstur, dan kebiasaan makan sehat sejak dini.


Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH