FAMILY
Breakdown 10 Cara Biar Moms Gak Gampang Terpancing Pas Anak Lagi Ngegas
Yatin Suleha
Senin 23 Maret 2026 / 20:00
- Menghadapi anak yang mulai sering menjawab dengan nada kasar atau membantah, memang bisa menguras kesabaran.
- Di usia prasekolah, anak sedang belajar memahami emosi sekaligus batasan perilaku.
- Oleh karena itu, penting untuk menerapkan cara yang tepat, agar anak belajar berbicara dengan sopan tanpa merasa ditekan.
Jakarta: Menghadapi anak yang mulai sering menjawab dengan nada kasar atau membantah, memang bisa menguras kesabaran.
Apalagi jika hal itu terjadi berulang kali dalam situasi sehari-hari, seperti saat diminta membereskan mainan atau bersiap tidur.
Reaksi spontan, seperti marah atau membalas dengan nada tinggi memang terasa wajar, tetapi justru bisa memperburuk keadaan.
Di usia prasekolah, anak sedang belajar memahami emosi sekaligus batasan perilaku. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan cara yang tepat, agar anak belajar berbicara dengan sopan tanpa merasa ditekan.
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah 10 langkah yang dapat membantu menghadapi anak, yang sering membantah atau berbicara tidak sopan.
Jika anak sering kesal saat harus berhenti bermain, berikan peringatan sebelumnya. Misalnya, beri tahu bahwa waktu bermain tinggal lima menit, sebelum harus membereskan mainan.
Tidak semua hal perlu diperdebatkan. Jika anak tidak suka pakaian yang dipilihkan, berikan pilihan lain sambil tetap mengingatkan, “Jika kamu tidak suka kemeja itu, kamu bisa memilih yang lain, tapi kamu harus ngomong dengan sopa ya dek.."
.jpg)
(Tetap tenang dan berikan penjelasan padanya, daripada memarahinya, ajaklah si kecil untuk bicara.Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)
Pantau tontonan atau hal yang sering dilihat anak. Anak bisa meniru cara berbicara dari film atau acara TV, tanpa memahami bahwa itu tidak sopan.
Anak perlu tahu batasan sejak awal. Misalnya, jika ada aturan di rumah, sampaikan dengan jelas seperti, “Kita tidak berbicara seperti itu. Tolong bicara dengan sopan.”
Hindari reaksi berlebihan atau membalas dengan nada kasar. Memberi contoh langsung adalah cara paling efektif. Ucapkan dengan tenang, “Mama pikir kamu bisa memilih kata-kata yang jauh lebih baik untuk mengatakannya.”
Saat anak berkata kasar, coba cari tahu apa yang sebenarnya dirasakan. Mengakui perasaan anak dapat membantu meredakan emosi. Misalnya, “Mama paham kamu sangat marah tentang ini.”
Memberikan pilihan sederhana, dapat membantu anak merasa memiliki kendali. Contohnya, “Apakah kamu ingin memakai sweater hijau atau jaket merah hari ini?”
Kalimat seperti “Waktunya pakai sepatu, oke?” bisa membuat anak merasa punya pilihan untuk menolak. Lebih jelas jika disampaikan sebagai pernyataan.
Jika anak mulai berbicara kasar atau mengamuk, hindari berdebat. Tegaskan batasan dengan jelas. Misalnya, “Aku tidak jatuh, bodoh!” dapat direspons dengan menghentikan permainan dan mengatakan, "Kita akan bicara saat kamu siap bersikap baik."
Jika anak bersikap kasar di luar rumah, tetap tenang dan tegas. Jelaskan bahwa perilaku tersebut tidak bisa diterima, dan berikan konsekuensi jika terulang.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Apalagi jika hal itu terjadi berulang kali dalam situasi sehari-hari, seperti saat diminta membereskan mainan atau bersiap tidur.
Reaksi spontan, seperti marah atau membalas dengan nada tinggi memang terasa wajar, tetapi justru bisa memperburuk keadaan.
Di usia prasekolah, anak sedang belajar memahami emosi sekaligus batasan perilaku. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan cara yang tepat, agar anak belajar berbicara dengan sopan tanpa merasa ditekan.
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah 10 langkah yang dapat membantu menghadapi anak, yang sering membantah atau berbicara tidak sopan.
1. Antisipasi situasi yang memicu membantah
Jika anak sering kesal saat harus berhenti bermain, berikan peringatan sebelumnya. Misalnya, beri tahu bahwa waktu bermain tinggal lima menit, sebelum harus membereskan mainan.
2. Pilih hal yang benar-benar penting
Tidak semua hal perlu diperdebatkan. Jika anak tidak suka pakaian yang dipilihkan, berikan pilihan lain sambil tetap mengingatkan, “Jika kamu tidak suka kemeja itu, kamu bisa memilih yang lain, tapi kamu harus ngomong dengan sopa ya dek.."
3. Perhatikan pengaruh dari lingkungan
.jpg)
(Tetap tenang dan berikan penjelasan padanya, daripada memarahinya, ajaklah si kecil untuk bicara.Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)
Pantau tontonan atau hal yang sering dilihat anak. Anak bisa meniru cara berbicara dari film atau acara TV, tanpa memahami bahwa itu tidak sopan.
4. Tetapkan aturan dengan jelas
Anak perlu tahu batasan sejak awal. Misalnya, jika ada aturan di rumah, sampaikan dengan jelas seperti, “Kita tidak berbicara seperti itu. Tolong bicara dengan sopan.”
5. Tetap tenang saat merespons
Hindari reaksi berlebihan atau membalas dengan nada kasar. Memberi contoh langsung adalah cara paling efektif. Ucapkan dengan tenang, “Mama pikir kamu bisa memilih kata-kata yang jauh lebih baik untuk mengatakannya.”
6. Pahami perasaan anak
Saat anak berkata kasar, coba cari tahu apa yang sebenarnya dirasakan. Mengakui perasaan anak dapat membantu meredakan emosi. Misalnya, “Mama paham kamu sangat marah tentang ini.”
7. Berikan pilihan yang terbatas
Memberikan pilihan sederhana, dapat membantu anak merasa memiliki kendali. Contohnya, “Apakah kamu ingin memakai sweater hijau atau jaket merah hari ini?”
8. Hindari penggunaan kata “oke” untuk perintah
Kalimat seperti “Waktunya pakai sepatu, oke?” bisa membuat anak merasa punya pilihan untuk menolak. Lebih jelas jika disampaikan sebagai pernyataan.
9. Ketahui kapan harus mengabaikan
Jika anak mulai berbicara kasar atau mengamuk, hindari berdebat. Tegaskan batasan dengan jelas. Misalnya, “Aku tidak jatuh, bodoh!” dapat direspons dengan menghentikan permainan dan mengatakan, "Kita akan bicara saat kamu siap bersikap baik."
10. Tetap tegas di tempat umum
Jika anak bersikap kasar di luar rumah, tetap tenang dan tegas. Jelaskan bahwa perilaku tersebut tidak bisa diterima, dan berikan konsekuensi jika terulang.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)