FAMILY
Alasan Ilmiah di Balik Perasaan Tak Nyaman saat Aroma Bayi Berubah
A. Firdaus
Sabtu 03 Januari 2026 / 16:14
Jakarta: Menjadi orang tua untuk pertama kalinya adalah pengalaman yang melibatkan semua indra. Pandangan pertama pada bayi baru lahir melalui mata yang lelah dan kabur dapat memicu rasa kagum dan takjub.
Kulit mereka lembut dan halus saat disentuh, dan suara gumaman dan tangisan mereka dapat mengisi ruangan.
Sangat umum bagi orang tua baru untuk terpesona oleh aroma bayi baru lahir. Seorang mengaku merasa frustrasi secara alami terhadap perubahan aroma bayinya. Sementara beberapa orang tua memahami keluhannya, tetapi yang lain bingung.
Dalam sebuah video Instagram Reel, ibu Roza Franco memperagakan perasaannya saat bayinya dikembalikan kepadanya setelah dipegang oleh seseorang yang memakai parfum kuat.
Dalam klip tersebut dapat melihatnya yang memegang bayinya, mencium kepalanya, menghirup dalam-dalam, dan langsung mengernyitkan wajah karena baunya.
“Ketika aroma bayi berubah menjadi parfum seseorang, hal itu memicu insting perlindungan dan terdaftar di otak sebagai gangguan,” tulisnya dalam caption video.
Mungkin ini adalah cerita yang mengejutkan bagi kebanyakan orang, tetapi para ahli menegaskan bahwa menjadi orang tua penuh dengan kejutan.
“Sebagian besar orang tua baru menyadari bahwa tidak peduli seberapa banyak buku yang mereka baca atau seberapa sering mereka menjaga bayi, mereka tetap tidak siap menghadapi segala hal yang muncul secara logistik dan emosional,” kata Rachel Goldberg, LMFT, PMH-C, seorang terapis berlisensi di Los Angeles yang spesialis dalam kesehatan mental pascamelahirkan dalam Parents.
Insting ini sebenarnya terkait dengan evolusi manusia. Sejak zaman purba, aroma membantu Moms mengenali bayi mereka di tengah bahaya, seperti predator atau anggota kelompok lain.
Saat ini, meskipun dunia lebih aman otak masih bereaksi dengan cara yang sama. Jika aroma bayi berubah, itu seperti sinyal bahwa ada yang tidak beres, memicu respons protektif.
Hal ini juga membantu bayi merasa aman karena aroma ibu yang familiar memicu pelepasan hormon yang menenangkan.
Video Franco membuat orang lain menyadari mengapa orang tua mungkin merasa perlu menetapkan batasan terkait penggunaan wewangian kuat saat memegang bayi baru lahir.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Kulit mereka lembut dan halus saat disentuh, dan suara gumaman dan tangisan mereka dapat mengisi ruangan.
Sangat umum bagi orang tua baru untuk terpesona oleh aroma bayi baru lahir. Seorang mengaku merasa frustrasi secara alami terhadap perubahan aroma bayinya. Sementara beberapa orang tua memahami keluhannya, tetapi yang lain bingung.
Dalam sebuah video Instagram Reel, ibu Roza Franco memperagakan perasaannya saat bayinya dikembalikan kepadanya setelah dipegang oleh seseorang yang memakai parfum kuat.
Dalam klip tersebut dapat melihatnya yang memegang bayinya, mencium kepalanya, menghirup dalam-dalam, dan langsung mengernyitkan wajah karena baunya.
“Ketika aroma bayi berubah menjadi parfum seseorang, hal itu memicu insting perlindungan dan terdaftar di otak sebagai gangguan,” tulisnya dalam caption video.
Mungkin ini adalah cerita yang mengejutkan bagi kebanyakan orang, tetapi para ahli menegaskan bahwa menjadi orang tua penuh dengan kejutan.
“Sebagian besar orang tua baru menyadari bahwa tidak peduli seberapa banyak buku yang mereka baca atau seberapa sering mereka menjaga bayi, mereka tetap tidak siap menghadapi segala hal yang muncul secara logistik dan emosional,” kata Rachel Goldberg, LMFT, PMH-C, seorang terapis berlisensi di Los Angeles yang spesialis dalam kesehatan mental pascamelahirkan dalam Parents.
Insting ini sebenarnya terkait dengan evolusi manusia. Sejak zaman purba, aroma membantu Moms mengenali bayi mereka di tengah bahaya, seperti predator atau anggota kelompok lain.
Saat ini, meskipun dunia lebih aman otak masih bereaksi dengan cara yang sama. Jika aroma bayi berubah, itu seperti sinyal bahwa ada yang tidak beres, memicu respons protektif.
Hal ini juga membantu bayi merasa aman karena aroma ibu yang familiar memicu pelepasan hormon yang menenangkan.
Video Franco membuat orang lain menyadari mengapa orang tua mungkin merasa perlu menetapkan batasan terkait penggunaan wewangian kuat saat memegang bayi baru lahir.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)