FAMILY
Pertolongan Pertama untuk Redakan Pilek, Demam, dan Batuk Si Kecil
Mia Vale
Kamis 08 Desember 2022 / 08:05
Jakarta: Saat musim penghujan seperti sekarang ini, tentunya si kecil sangat rentan terkena penyakit. Dan umumnya mereka mudah mengalami sakit batuk, pilek, dan demam.
Meski terdengar ringan, namun orang tua kerap dibuat panik dan langsung memberikan obat sebagai solusinya. Hal ini dimaksudkan agar anak bisa kembali ceria dan beraktivitas seperti sedia kala.
Padahal, seperti kita tahu, pemberian obat tanpa konsultasi yang tepat pada dokter dapat memiliki efek untuk jangka panjangnya. Apalagi dengan adanya kasus ginjal akut akibat obat yang belakangan ini terjadi.
Dan lagi, sakit yang disebabkan virus ini sebenarnya bisa sembuh sendiri, kok. Asalkan para orang tua tahu bagaimana cara menangani penyakit tersebut dengan baik. Jadi, sebelum kita sebagai orang tua memutuskan untuk memberi obat saat anak sakit, ada baiknya simak pemaparan berikut ini.
Kondisi ini tentunya tidak nyaman bagi anak. Nah, melansir dari WebMD, bila anak mengalami hidung tersumbat karena pilek, Moms dapat memberikan yang hangat-hangat kepada anak untuk memperlancar pernapasannya.
Salah satu yang bisa dilakukan adalah membuat sup ayam untuk dikonsumsinya. Rasa hangat yang mengalir dari sup tersebut bisa membantu hidung tersumbat dan batuk. Selain itu, humidifier, vaporizer, uap, minyak esensial seperti lavender atau minyak kayu putih, bisa diberikan untuk dihirup aromanya.
Dengan begitu, gejala batuk pilek yang sering membuat hidung anak tersumbat, akan berkurang. Beri anak di atas satu tahun satu sendok teh madu untuk batuk. Jika ingin memberikan obat batuk, bicarakan dulu dengan dokter.
Dengarkan pernapasan si kecil untuk mengetahui cara membantu mereka merasa lebih baik. Bersin bisa menjadi tanda pilek atau flu. Pun suara 'siulan' mengi. Mereka bisa menjadi gejala asma atau dada dingin. Jika Moms melihat si kecil merasakan mengi, sulit bernapas, sulit berbicara, atau bernapas cepat secara tidak biasa, segera hubungi dokter.

(Air garam sering digunakan untuk meredakan rasa tidak nyaman saat tenggorokan terasa sakit. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)
Salah satu penyebab sakit tenggorokan adalah tetesan lendir yang mengiritasi yang mengalir di bagian belakang tenggorokan anak. Obat rumahan dapat membuat mereka merasa jauh lebih baik, terutama cairan hangat atau dingin.
Es loli adalah favorit! Atau lihat apakah anak bisa berkumur dengan air garam. Anak-anak di atas lima tahun mungkin dapat mengisap permen antiradang dan obat tetes tenggorokan.
Pilek dan flu dapat membuat anak sakit kepala dan nyeri tubuh. Flu memang bisa membuat anak merasa pegal-pegal di sekujur tubuh. Untuk mengurangi rasa sakitnya, metode pemijatan bisa dilakukan.
Bahkan untuk meredakan hidung tersumbat, orang tua bisa melakukan pemijatan di area pipi dekat bawah mata. Sementara untuk gejala batuk, para orang tua bisa menggunakan minyak esensial untuk memijat dan mengelus area dadanya yang membuat si kecil merasa nyaman serta melegakan tenggorokannya.
Ingat, segera ke dokter jika anak mengalami demam lebih dari 40°C atau berlangsung lebih dari 72 jam, lebih muda dari 6 bulan, atau belum mendapatkan vaksin. Sebagai antisipasi pertama, orang tua bisa mengenakan si kecil pakaian yang tipis agar tubuhnya tidak terlalu kegerahan akibat demam.
Beri mereka banyak minum agar terhindar dari dehidrasi. Bila anak masih mengonsumsi ASI, maksimal pemberian ASI-nya. Memenuhi kebutuhan cairan ini dapat menjadi metode efektif untuk menurunkan demam.
Anak mungkin menjadi sangat lelah karena tubuhnya bekerja keras untuk melawan infeksi. Memastikan banyak istirahat adalah salah satu cara terbaik untuk membantu mereka sembuh. Kegiatan kreatif seperti buku, teka-teki, dan kerajinan tangan merupakan cara yang menenangkan untuk membuat mereka sibuk. Anak yang sakit bisa rewel, jadi Moms bersabarlah.
Anak-anak yang terkena flu mungkin mengalami diare dan muntah, yang dapat membuat mereka cepat dehidrasi. Beri anak larutan khusus seperti Pedialyte, sup bening, air, atau jus yang dicampur air. Mulailah dengan beberapa sendok teh setiap lima menit.
Saat mereka bisa minum tanpa muntah, coba berikan dalam jumlah yang lebih banyak. Jika mereka muntah lebih dari sekali dan tidak buang air kecil seperti biasanya, hubungi dokter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Meski terdengar ringan, namun orang tua kerap dibuat panik dan langsung memberikan obat sebagai solusinya. Hal ini dimaksudkan agar anak bisa kembali ceria dan beraktivitas seperti sedia kala.
Padahal, seperti kita tahu, pemberian obat tanpa konsultasi yang tepat pada dokter dapat memiliki efek untuk jangka panjangnya. Apalagi dengan adanya kasus ginjal akut akibat obat yang belakangan ini terjadi.
Dan lagi, sakit yang disebabkan virus ini sebenarnya bisa sembuh sendiri, kok. Asalkan para orang tua tahu bagaimana cara menangani penyakit tersebut dengan baik. Jadi, sebelum kita sebagai orang tua memutuskan untuk memberi obat saat anak sakit, ada baiknya simak pemaparan berikut ini.
1. Atasi batuk pilek
Kondisi ini tentunya tidak nyaman bagi anak. Nah, melansir dari WebMD, bila anak mengalami hidung tersumbat karena pilek, Moms dapat memberikan yang hangat-hangat kepada anak untuk memperlancar pernapasannya.
Salah satu yang bisa dilakukan adalah membuat sup ayam untuk dikonsumsinya. Rasa hangat yang mengalir dari sup tersebut bisa membantu hidung tersumbat dan batuk. Selain itu, humidifier, vaporizer, uap, minyak esensial seperti lavender atau minyak kayu putih, bisa diberikan untuk dihirup aromanya.
Dengan begitu, gejala batuk pilek yang sering membuat hidung anak tersumbat, akan berkurang. Beri anak di atas satu tahun satu sendok teh madu untuk batuk. Jika ingin memberikan obat batuk, bicarakan dulu dengan dokter.
2. Bersin dan mengi
Dengarkan pernapasan si kecil untuk mengetahui cara membantu mereka merasa lebih baik. Bersin bisa menjadi tanda pilek atau flu. Pun suara 'siulan' mengi. Mereka bisa menjadi gejala asma atau dada dingin. Jika Moms melihat si kecil merasakan mengi, sulit bernapas, sulit berbicara, atau bernapas cepat secara tidak biasa, segera hubungi dokter.

(Air garam sering digunakan untuk meredakan rasa tidak nyaman saat tenggorokan terasa sakit. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)
3. Meredakan sakit tenggorokan
Salah satu penyebab sakit tenggorokan adalah tetesan lendir yang mengiritasi yang mengalir di bagian belakang tenggorokan anak. Obat rumahan dapat membuat mereka merasa jauh lebih baik, terutama cairan hangat atau dingin.
Es loli adalah favorit! Atau lihat apakah anak bisa berkumur dengan air garam. Anak-anak di atas lima tahun mungkin dapat mengisap permen antiradang dan obat tetes tenggorokan.
4. Mengobati sakit dan nyeri
Pilek dan flu dapat membuat anak sakit kepala dan nyeri tubuh. Flu memang bisa membuat anak merasa pegal-pegal di sekujur tubuh. Untuk mengurangi rasa sakitnya, metode pemijatan bisa dilakukan.
Bahkan untuk meredakan hidung tersumbat, orang tua bisa melakukan pemijatan di area pipi dekat bawah mata. Sementara untuk gejala batuk, para orang tua bisa menggunakan minyak esensial untuk memijat dan mengelus area dadanya yang membuat si kecil merasa nyaman serta melegakan tenggorokannya.
5. Perawatan untuk demam
Ingat, segera ke dokter jika anak mengalami demam lebih dari 40°C atau berlangsung lebih dari 72 jam, lebih muda dari 6 bulan, atau belum mendapatkan vaksin. Sebagai antisipasi pertama, orang tua bisa mengenakan si kecil pakaian yang tipis agar tubuhnya tidak terlalu kegerahan akibat demam.
Beri mereka banyak minum agar terhindar dari dehidrasi. Bila anak masih mengonsumsi ASI, maksimal pemberian ASI-nya. Memenuhi kebutuhan cairan ini dapat menjadi metode efektif untuk menurunkan demam.
6. Beristirahatlah!
Anak mungkin menjadi sangat lelah karena tubuhnya bekerja keras untuk melawan infeksi. Memastikan banyak istirahat adalah salah satu cara terbaik untuk membantu mereka sembuh. Kegiatan kreatif seperti buku, teka-teki, dan kerajinan tangan merupakan cara yang menenangkan untuk membuat mereka sibuk. Anak yang sakit bisa rewel, jadi Moms bersabarlah.
7. Bila diare atau muntah
Anak-anak yang terkena flu mungkin mengalami diare dan muntah, yang dapat membuat mereka cepat dehidrasi. Beri anak larutan khusus seperti Pedialyte, sup bening, air, atau jus yang dicampur air. Mulailah dengan beberapa sendok teh setiap lima menit.
Saat mereka bisa minum tanpa muntah, coba berikan dalam jumlah yang lebih banyak. Jika mereka muntah lebih dari sekali dan tidak buang air kecil seperti biasanya, hubungi dokter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)