FAMILY

Jangan Asal Bedong! Ini Cara yang Benar agar Bayi Nyenyak Tidur

A. Firdaus
Kamis 02 Juli 2026 / 12:16
Ringkasnya gini..
  • Kekhawatiran seperti selimut terlalu ketat, terlalu longgar, atau posisi bayi kurang tepat sering muncul saat pertama kali mencoba.
  • Kuncinya adalah teknik yang tepat serta memahami bahwa setiap bayi berbeda, karena tidak semua bayi memberikan respons yang sama saat dibedong.
  • Tidak semua bayi senang dibedong, dan itu sangat wajar.
Jakarta: Membedong bayi memang terlihat mudah, tetapi bagi orang tua baru, praktiknya sering terasa membingungkan pada awalnya. Kekhawatiran seperti selimut terlalu ketat, terlalu longgar, atau posisi bayi kurang tepat sering muncul saat pertama kali mencoba.

Padahal, jika dilakukan dengan benar, bedong bisa menjadi cara yang efektif untuk membuat bayi merasa aman, hangat, dan lebih mudah tertidur.

Kuncinya adalah teknik yang tepat serta memahami bahwa setiap bayi berbeda, karena tidak semua bayi memberikan respons yang sama saat dibedong.
 

Cara membedong bayi


Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah langkah-langkah sederhana membedong bayi menggunakan selimut pembungkus.
 

1. Memilih selimut


Pilih selimut yang tipis, lembut, dan berbentuk persegi dengan ukuran cukup besar untuk membedong bayi. Hindari selimut tebal karena bisa membuat bayi kepanasan. Gunakan bahan yang ringan dan mudah menyerap keringat.
 

2. Permukaan datar


Bentangkan selimut di permukaan datar hingga berbentuk seperti berlian, lalu lipat sudut bagian atas sekitar 15 cm hingga membentuk garis lurus. Permukaan datar akan membantu proses membedong menjadi lebih rapi dan aman.


3.  Perhatikan posisi bayi


Letakkan bayi dalam posisi telentang, dengan bagian atas selimut sejajar dengan bahunya. Pastikan kain tidak sampai menutup wajah atau leher bayi.
 

4. Posisi lengan bayi


Turunkan lengan kiri bayi ke samping tubuh. Tarik sudut selimut di sisi kiri ke atas melewati lengan dan dada, lalu selipkan ujungnya di bawah punggung sisi kanan bayi. Pastikan balutan terasa pas tetapi tidak menekan dada terlalu kuat.
 

5. Turunkan lengan kanan bayi


Tarik sudut selimut di sisi kanan melewati lengan dan dada, lalu selipkan ke bawah sisi kiri tubuh bayi. Usahakan selimut terpasang rapi agar tidak mudah terlepas saat bayi bergerak.
 

6. Lipat selimut


Lipat atau putar bagian bawah selimut, lalu selipkan secara longgar di belakang bayi. Pastikan kaki bisa ditekuk ke atas dan ke luar, pinggul dapat bergerak bebas, dan kaki terbuka secara alami. Jika kamu masih bisa memasukkan setidaknya dua jari di antara dada bayi dan selimut, berarti kekencangannya sudah tepat. Ruang gerak pada kaki sangat penting untuk menjaga kesehatan pinggul.
 

7. Perhatikan lagi posisi bayi


Selalu tidurkan bayi dalam posisi telentang, terutama saat dibedong. Cara ini secara signifikan, mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Posisi telentang adalah posisi tidur paling aman bagi bayi baru lahir.

Tidak ada salahnya meminta perawat di rumah sakit untuk memperagakan cara membedong sebelum pulang. Mereka biasanya memiliki banyak tips praktis untuk orang tua baru. Melihat langsung cara yang benar bisa membuat kamu lebih percaya diri, saat melakukannya sendiri di rumah.

Jika bayi lahir prematur, sebaiknya kedua tangan disatukan di depan dada dengan posisi lengan menekuk, bukan di sisi tubuh. Posisi ini membantu bayi prematur merasa lebih nyaman, karena menyerupai posisi mereka di dalam kandungan.

“Di dalam rahim, bayi suka menjaga tangan mereka dekat dengan dada dan wajah untuk kenyamanan,” kata Shawnté James, M.D., seorang dokter spesialis bayi baru lahir di Washington, D.C., dan anggota Dewan Penasihat Medis BabyCenter.

“Meskipun bayi tidak lagi di dalam rahim, kita ingin memungkinkan mereka untuk terus berkembang dengan cara yang sama, seperti yang akan mereka lakukan jika tidak lahir prematur,” tambahnya.

Perlu diingat, tidak semua bayi senang dibedong, dan itu sangat wajar. Setiap bayi memiliki karakter dan preferensi masing-masing, sehingga reaksinya bisa berbeda-beda.

Secillia Nur Hafifah

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH