FAMILY
Penyebab Learning Disability pada Anak dan Cara Mengatasinya
Medcom
Selasa 18 Oktober 2022 / 15:15
Jakarta: Istilah ketidakmampuan belajar (learning disability) umumnya mengacu pada masalah-masalah tertentu yang dapat menimbulkan hambatan dalam proses belajar. Biasanya anak yang mengalami kendala tersebut, memiliki kurangnya kemampuan dalam menafsirkan suara, berbicara/berbahasa, membaca, berhitung, atau memahami seseorang.
Penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar pada anak dapat terjadi karena penyebab genetik, tantangan neurologis, kelahiran prematur, gizi buruk atau faktor lingkungan. Ketidakmampuan belajar juga tidak ada hubungannya dengan kecerdasan atau motivasi untuk belajar, hanya saja otak mereka terhubung secara berbeda.
Penting juga dicatat bahwa anak-anak ini memiliki IQ rata-rata hingga tinggi dan tidak cacat, tetapi hanya menghadapi kesulitan belajar. Walaupun ketidakmampuan belajar tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi ada strategi yang bisa digunakan untuk mengatasinya:
3. Penggunaan assistive teknologi, seperti buku audio, kalkulator berbicara, tape recorder, dan software lainnya.
4. Kembangkan minat dan bakat si kecil.
5. Beri hadiah ketika sudah selesai belajar juga bisa memicu semangat anak dan merasa dihargai.
6. Lakukan gaya hidup sehat, agar otak anak jauh lebih fokus.
7. Mencari dukungan dari orang sekitar
Lalu apa yang harus kamu lakukan sebagai orang tua ketika mendengar kenyataan bahwa anak mengalami learning disability?
- Jauhkan hal-hal dalam perspektif. Sebuah ketidakmampuan belajar tidak dapat diatasi. Ingatkan diri bahwa setiap orang menghadapi rintangan.
Jangan biarkan ujian, birokrasi sekolah, dan dokumen yang tak ada habisnya mengalihkan perhatianmu dari apa yang benar-benar penting—memberi anak banyak dukungan emosional dan moral.
- Menjadi expert untuk diri sendiri. Lakukan penelitian sendiri dan ikuti perkembangan baru dalam program ketidakmampuan belajar, terapi, dan teknik pendidikan.
- Jadilah pembela anak. Rangkul mereka karena peran kamu sebagai orang tua yang proaktif dan tingkatkan keterampilan komunikasi. Dengan menjadi tetap tenang dan masuk akal, namun tegas, kamu bisa membuat perbedaan besar bagi buah hati.
Nandhita Nur Fadjriah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar pada anak dapat terjadi karena penyebab genetik, tantangan neurologis, kelahiran prematur, gizi buruk atau faktor lingkungan. Ketidakmampuan belajar juga tidak ada hubungannya dengan kecerdasan atau motivasi untuk belajar, hanya saja otak mereka terhubung secara berbeda.
Penting juga dicatat bahwa anak-anak ini memiliki IQ rata-rata hingga tinggi dan tidak cacat, tetapi hanya menghadapi kesulitan belajar. Walaupun ketidakmampuan belajar tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi ada strategi yang bisa digunakan untuk mengatasinya:
1. Gunakan gaya belajar yang tepat. Biasanya anak-anak menyukai gaya belajar dengan visual atau auditory yang mudah diterima. Atau bisa juga pembelajaran kinetis seperti seni, olahraga, dan permainan.
2. Cari terapi yang tepat untuk buah hati.3. Penggunaan assistive teknologi, seperti buku audio, kalkulator berbicara, tape recorder, dan software lainnya.
4. Kembangkan minat dan bakat si kecil.
5. Beri hadiah ketika sudah selesai belajar juga bisa memicu semangat anak dan merasa dihargai.
6. Lakukan gaya hidup sehat, agar otak anak jauh lebih fokus.
7. Mencari dukungan dari orang sekitar
Lalu apa yang harus kamu lakukan sebagai orang tua ketika mendengar kenyataan bahwa anak mengalami learning disability?
- Jauhkan hal-hal dalam perspektif. Sebuah ketidakmampuan belajar tidak dapat diatasi. Ingatkan diri bahwa setiap orang menghadapi rintangan.
Jangan biarkan ujian, birokrasi sekolah, dan dokumen yang tak ada habisnya mengalihkan perhatianmu dari apa yang benar-benar penting—memberi anak banyak dukungan emosional dan moral.
- Menjadi expert untuk diri sendiri. Lakukan penelitian sendiri dan ikuti perkembangan baru dalam program ketidakmampuan belajar, terapi, dan teknik pendidikan.
- Jadilah pembela anak. Rangkul mereka karena peran kamu sebagai orang tua yang proaktif dan tingkatkan keterampilan komunikasi. Dengan menjadi tetap tenang dan masuk akal, namun tegas, kamu bisa membuat perbedaan besar bagi buah hati.
Nandhita Nur Fadjriah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)