COMMUNITY
Tak Cuma Diskusi, APYLC 2026 Jadi Ajang Gen Z Gebrak Isu Global
Yatin Suleha
Selasa 21 April 2026 / 09:52
- Kamu adalah generasi yang bakal nentuin masa depan dunia.
- Di tengah situasi global yang lagi naik-turun, kita memang harus makin pintar adaptasi dan berkontribusi aktif.
- Ajang Asia-Pacific Young Leaders Convention/APYLC 2026 perluas perspektif global.
Jakarta: Kamu adalah generasi yang bakal nentuin masa depan dunia. Di tengah situasi global yang lagi naik-turun, kita memang harus makin pintar adaptasi dan berkontribusi aktif.
Dari isu kesehatan sampai ekonomi, suara kita itu penting! Itulah kenapa Binus School Education semangat banget buat gelar Asia-Pacific Young Leaders Convention/APYLC 2026.
Mulai 20 sampai 24 April ini, Binus School Serpong bakal jadi saksi berkumpulnya para pemimpin muda dari berbagai negara. Saatnya kita buktiin kalau kita bisa!
Forum internasional ini menjadi wadah bagi pelajar sekolah menengah atas dari berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik untuk berkolaborasi, memperluas perspektif global, serta mencari solusi atas dinamika dunia saat ini.
Memasuki tahun penyelenggaraan ke-9, APYLC 2026 mempertemukan delegasi dari Binus School Education (Indonesia), Kaichi High School (Jepang), Nan Chiau High School (Singapura), dan Changshu Lunhua Senior High School (Tiongkok).
Membawa tema keren “Root for Change: Feeding Minds, Healing Communities, Empowering Futures”, para delegasi diajak buat bahas isu global yang beneran mendesak.
Pijakannya jelas, yaitu tiga poin utama SDGs: mulai dari gimana caranya gak ada lagi yang kelaparan (Zero Hunger), mastiin semua orang hidup sehat (Good Health and Well-being), sampai urusan kerjaan yang layak dan ekonomi yang stabil (Decent Work and Economic Growth). Pokoknya, bener-bener diajak buat jadi penggerak perubahan!
Sherrierose Garcia Gonzales, Director of Binus School Education, mengatakan, “Tema APYLC tahun ini mencerminkan pentingnya pendekatan yang menyeluruh dalam menjawab tantangan global."
.jpeg)
("Menjawab tantangan global juga tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi," ujar Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI. Foto: Dok. Istimewa)
"Melalui platform ini, kami ingin mendorong generasi muda untuk memahami kompleksitas lanskap global saat ini serta mengembangkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berkelanjutan.”
Harapannya, para peserta gak cuma dapet ilmu baru aja, tapi beneran bisa kasih aksi nyata lewat ide-ide brilian mereka.
Makin seru lagi karena APYLC 2026 ini dapet sambutan hangat dari Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI.
Ia bahkan hadir langsung jadi pembicara utama di opening ceremony hari Senin (20/4) kemarin buat nyemangatin para calon pemimpin masa depan ini!
Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan empati dalam menjawab tantangan global. “APYLC bukan sekadar forum, tetapi menjadi titik awal bagi generasi muda untuk mulai mengambil peran dalam membentuk masa depan yang ingin mereka wujudkan."
"Menjawab tantangan global juga tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi serta pemahaman yang lebih mendalam terhadap permasalahan di dalam komunitas, agar kita dapat menciptakan dampak yang bermakna,” ujarnya.
Bukan cuma soal belajar di kelas, Binus School Education pengin banget siswanya punya wawasan global dan jago kerja sama bareng temen-temen dari berbagai negara. Di ajang APYLC 2026, tujuannya jelas: biar para calon pemimpin muda ini punya perspektif luas dan berani ambil aksi nyata yang punya dampak positif buat dunia ke depannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Dari isu kesehatan sampai ekonomi, suara kita itu penting! Itulah kenapa Binus School Education semangat banget buat gelar Asia-Pacific Young Leaders Convention/APYLC 2026.
Mulai 20 sampai 24 April ini, Binus School Serpong bakal jadi saksi berkumpulnya para pemimpin muda dari berbagai negara. Saatnya kita buktiin kalau kita bisa!
Forum internasional ini menjadi wadah bagi pelajar sekolah menengah atas dari berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik untuk berkolaborasi, memperluas perspektif global, serta mencari solusi atas dinamika dunia saat ini.
Memasuki tahun penyelenggaraan ke-9, APYLC 2026 mempertemukan delegasi dari Binus School Education (Indonesia), Kaichi High School (Jepang), Nan Chiau High School (Singapura), dan Changshu Lunhua Senior High School (Tiongkok).
Membawa tema keren “Root for Change: Feeding Minds, Healing Communities, Empowering Futures”, para delegasi diajak buat bahas isu global yang beneran mendesak.
Pijakannya jelas, yaitu tiga poin utama SDGs: mulai dari gimana caranya gak ada lagi yang kelaparan (Zero Hunger), mastiin semua orang hidup sehat (Good Health and Well-being), sampai urusan kerjaan yang layak dan ekonomi yang stabil (Decent Work and Economic Growth). Pokoknya, bener-bener diajak buat jadi penggerak perubahan!
Sherrierose Garcia Gonzales, Director of Binus School Education, mengatakan, “Tema APYLC tahun ini mencerminkan pentingnya pendekatan yang menyeluruh dalam menjawab tantangan global."
.jpeg)
("Menjawab tantangan global juga tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi," ujar Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI. Foto: Dok. Istimewa)
"Melalui platform ini, kami ingin mendorong generasi muda untuk memahami kompleksitas lanskap global saat ini serta mengembangkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berkelanjutan.”
Harapannya, para peserta gak cuma dapet ilmu baru aja, tapi beneran bisa kasih aksi nyata lewat ide-ide brilian mereka.
Makin seru lagi karena APYLC 2026 ini dapet sambutan hangat dari Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI.
Ia bahkan hadir langsung jadi pembicara utama di opening ceremony hari Senin (20/4) kemarin buat nyemangatin para calon pemimpin masa depan ini!
Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan empati dalam menjawab tantangan global. “APYLC bukan sekadar forum, tetapi menjadi titik awal bagi generasi muda untuk mulai mengambil peran dalam membentuk masa depan yang ingin mereka wujudkan."
"Menjawab tantangan global juga tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi serta pemahaman yang lebih mendalam terhadap permasalahan di dalam komunitas, agar kita dapat menciptakan dampak yang bermakna,” ujarnya.
Bukan cuma soal belajar di kelas, Binus School Education pengin banget siswanya punya wawasan global dan jago kerja sama bareng temen-temen dari berbagai negara. Di ajang APYLC 2026, tujuannya jelas: biar para calon pemimpin muda ini punya perspektif luas dan berani ambil aksi nyata yang punya dampak positif buat dunia ke depannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)