Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, hadir langsung di pembukaan Festival Burger Dunia (Foto: Dok Kemenekraf)
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, hadir langsung di pembukaan Festival Burger Dunia (Foto: Dok Kemenekraf)

Menekraf Dorong Burger Lokal Mendunia Melalui Festival Burger Sedunia

Muhammad Syahrul Ramadhan • 05 Juni 2026 16:39
Ringkasnya gini..
  • Menteri Ekraf bersama para tamu undangan "Makan Burger Bareng" sebagai tanda pembukaan acara secara resmi.
  • Kegiatan ini dapat menjadi salah satu ajang memperkuat ekosistem kuliner nasional dan wadah promosi serta kolaborasi inklusif.
  • Kemenkraf berkomitmen terus menaikkan kelas industri kreatif nasional, termasuk mendorong subsektor kuliner lokal.
Jakarta: Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), berkomitmen terus menaikkan kelas industri kreatif nasional, termasuk mendorong subsektor kuliner lokal menembus pasar global. 
 
Oleh karena itu, Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, hadir langsung di pembukaan "Festival Burger Dunia" yang digagas oleh publik figur sekaligus pelaku usaha, Aldi Taher guna mengakselerasi daya saing UMKM kuliner agar siap naik level ke kancah internasional.
 
"Festival kuliner bukan sekadar tempat makan-makan, melainkan ruang promosi serta kolaborasi IP sebagai strategi dari ekonomi kreatif. Melalui ajang ini, kami di Kementerian Ekraf terus mendorong kolaborasi ini agar produk IP kuliner seperti burger bisa diberi sentuhan lokal yang unik, sehingga tetap relevan, memiliki identitas Indonesia, dan diminati generasi muda," imbuh Menteri Ekraf, di Chillax Sudirman, Jakarta, pada Jumat 5 Juni 2026.

Menteri Ekraf bersama para tamu undangan "Makan Burger Bareng" sebagai tanda pembukaan acara secara resmi. Tidak hanya itu, Menteri Ekraf juga meninjau langsung kreativitas produk lokal serta memastikan intervensi kebijakan kementerian berjalan tepat sasaran.
 
Acara berbasis komunitas ini sangat menarik karena menggandeng kolaborasi dengan beragam IP burger. Hal tersebut dapat menjadi salah satu strategi untuk membangun ekonomi kreatif. Meskipun dalam acara ini terdapat berbagai IP burger, masing-masing merek tetap menonjol dengan ciri khas serta keunikan pasarnya sendiri.
 
"Kekuatan ekonomi kreatif saat ini lahir dari komunitas dan anak muda yang berkolaborasi dalam suasana cair untuk menciptakan ide-ide segar. Hari ini kuliner bukan lagi sekadar soal memasak, melainkan industri kreatif besar yang melibatkan branding, konten digital, dan koneksi dengan audiens; jadi jangan takut memulai, kuncinya adalah kreatif, konsisten, dan terus membangun ekosistem bersama," ujar Menteri Ekraf. 
  Menteri Ekraf juga menambahkan kuliner  ini sebagai “raja”-nya  ekonomi  kreatif Indonesia, Kontribusinya  paling besar  dibanding subsektor lain karena menyumbang PDB terbesar hingga 40,27 persen (hampir Rp648 triliun) serta mencatat investasi dan ekspor yang signifikan. Selain itu, industri ini menjadi penyerap tenaga kerja tertinggi dengan 15,58 juta pekerja di mana lebih dari 57% pekerja di industri ekonomi kreatif tersebut saat ini didominasi oleh generasi muda berusia di bawah 42 tahun.
 
Kegiatan ini dapat menjadi salah satu ajang memperkuat ekosistem kuliner nasional dan wadah promosi serta kolaborasi inklusif yang diharapkan mampu membuka sirkulasi ekonomi lintas sektor serta memperluas jejaring bisnis industri kreatif.
 
"Burger itu makanan yang semua orang bisa relate, dari anak muda sampai keluarga. Saya ingin Festival Burger Dunia ini menjadi bukti bahwa kita bisa maju bersama, baik brand besar, UMKM, pedagang kecil, semua punya tempat di sini , karena semua burger dan brand milik Allah," ungkap Aldi Taher, pendiri Aldi's Burger.
 
Festival Burger Dunia ini diselenggarakan atas kerja sama sinergis dengan Grab Indonesia melalui program Grab Puas Food Market untuk memberikan wadah bagi pelaku usaha kuliner lokal dalam meningkatkan visibilitas mereka. Melalui kehadiran platform GrabFood Dine Out, kolaborasi ini juga bertujuan memberikan kemudahan transaksi digital bagi pengunjung sekaligus menjembatani para mitra UMKM dengan ekosistem digital yang terus berkembang.  
 
"Burger digemari konsumen karena praktis, familiar, dan terus berinovasi. Melalui kolaborasi Grab Puas Food Market bersama Aldi Taher, kami ingin menghadirkan pengalaman kuliner burger yang menarik, sekaligus meningkatkan visibilitas para pelaku usaha dengan cara yang unik," ujar Country Marketing and Communications Head, Grab Indonesia, Melinda Savitri.
 
Festival bebas biaya masuk ini berlangsung pada 5–7 Juni 2026 di Chillax Sudirman ini bertujuan mendorong ekonomi kreatif dan merayakan inovasi burger lokal bagi masyarakat urban. Menghadirkan 18 jenama kuliner terkemuka (17 UMKM dan 1 franchise), acara selama tiga hari ini menargetkan kunjungan hingga 10.000 orang.  
 
Dalam acara tersebut, Menteri Ekaf didampingi oleh Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Ibu Yuke Sri Rahayu; Direktur Kuliner, Romi Astuti; serta Tenaga Ahli Bidang Isu Media dan Opini Publik, Hasbil Mustaqim Lubis.
 


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>