COMMUNITY

Earth Month Makin Kreatif, ASHTA District8 Sulap Sampah Jadi Seni Estetik

A. Firdaus
Jumat 24 April 2026 / 07:15
Ringkasnya gini..
  • ARTCYCLE: EARTHFORM, sebuah ruang eksplorasi yang memadukan seni, desain, dan material berkelanjutan.
  • bagaimana material sehari-hari, yang kerap dianggap limbah, dapat berevolusi.
  • Program ini mempertemukan berbagai brand berkelanjutan dengan seniman visual kontemporer.
Jakarta: Dalam rangka merayakan Earth Month, ASHTA District8 menghadirkan program kurasi bertajuk ARTCYCLE: EARTHFORM, sebuah ruang eksplorasi yang memadukan seni, desain, dan material berkelanjutan. Program ini berlangsung pada 20 April hingga 17 Mei 2026 di area Melting Pot.

Mengusung konsep EARTHFORM, ARTCYCLE menghadirkan perspektif baru tentang bagaimana material sehari-hari, yang kerap dianggap limbah, dapat berevolusi menjadi karya yang bermakna. Mulai dari plastik daur ulang, tekstil sisa, hingga material berbasis hayati dan elemen alami, semuanya diolah menjadi karya dengan pendekatan kreatif yang unik.

Program ini mempertemukan berbagai brand berkelanjutan dengan seniman visual kontemporer. Lewat pengalaman yang imersif, pengunjung tidak hanya melihat karya, tetapi juga diajak memahami proses transformasi material menjadi sesuatu yang inspiratif. Dengan demikian, EARTHFORM hadir bukan sekadar sebagai pameran, melainkan juga perayaan kreativitas yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
 
“ARTCYCLE: EARTHFORM merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan program yang tidak hanya relevan secara kreatif, tetapi juga berdampak. Kami berharap inisiatif ini dapat membuka perspektif baru tentang keberlanjutan,” ujar Leonardo Slatter, Sr. Manager Marketing Communications ASHTA District8.

Sejumlah kolaborasi menarik turut meramaikan program ini, di antaranya Aharimu x Chop Value, Alphabad x Rebricks, Gula x norm:al: living, Harishazka x Bell Living Lab, serta Lala Bohang x Pable. Setiap kolaborasi menghadirkan interpretasi berbeda, mulai dari karya fungsional hingga eksplorasi artistik yang mengedepankan prinsip circular design.

Tak hanya itu, ARTCYCLE juga mendapat dukungan dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) yang berfokus pada pelestarian lingkungan. Melalui berbagai inisiatif berbasis lima pilar keberlanjutan, BLDF secara konsisten mendorong pengelolaan lingkungan, termasuk pengolahan sampah organik.

Dukungan ini sejalan dengan semangat ARTCYCLE dalam mengangkat potensi limbah menjadi karya bernilai. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan dengan pendekatan yang lebih kreatif dan relevan.

“Kami melihat ARTCYCLE sebagai inisiatif yang menghadirkan pendekatan baru dalam mengomunikasikan isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, menjadi lebih inspiratif. Kami harap kolaborasi ini dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Director Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara.

Melalui ARTCYCLE: EARTHFORM, publik diajak untuk melihat ulang potensi material di sekitar—bahwa limbah bukanlah akhir, melainkan awal dari kemungkinan baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH