COMMUNITY
Adaptasi Dunia Digital Jadi Kunci Kepemimpinan
Elang Riki Yanuar
Kamis 05 Maret 2026 / 19:00
- Direktur Utama Indodana Finance Mira Wibowo meraih penghargaan Indonesia Best CEO 2025 berkat kepemimpinannya menghadapi dinamika industri keuangan digital.
- Mira Wibowo dinilai sukses menerjemahkan visi bisnis menjadi strategi nyata yang menjaga daya saing Indodana Finance di era transformasi digital.
- Indodana Finance terus memperluas layanan ke lebih dari 180 kota sambil mendorong edukasi finansial agar penggunaan PayLater lebih bijak.
Jakarta: Transformasi digital kini menjadi salah satu faktor penting yang menentukan arah perkembangan bisnis di berbagai sektor. Perusahaan yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dinilai lebih siap menghadapi dinamika ekonomi modern yang terus bergerak cepat.
Dalam konteks tersebut, peran pemimpin perusahaan menjadi sangat krusial. Mereka tidak hanya dituntut mampu membaca peluang, tetapi juga harus memastikan strategi bisnis dapat dijalankan secara efektif di tengah perubahan yang berlangsung begitu cepat.
Hal ini pula yang mengantarkan Direktur Utama Indodana Finance, Mira Wibowo, meraih penghargaan Indonesia Best CEO 2025 dalam ajang Indonesia Business Leadership Forum. Penghargaan tersebut diberikan kepada para pemimpin perusahaan yang dinilai berhasil menjalankan strategi bisnis secara tepat sekaligus menjaga keberlanjutan perusahaan.
Acara penghargaan yang mengusung tema From Vision to Execution: Commanding Business Agility and Governance amidst Global Uncertainty ini diselenggarakan oleh Majalah SWA, Swanetwork, dan Dunamis Organization Services Indonesia. Forum tersebut menjadi ruang apresiasi bagi CEO, Presiden Direktur, dan Direktur Utama dari berbagai perusahaan nasional maupun multinasional yang mampu menjaga daya saing bisnisnya.
Mira Wibowo dinilai berhasil membawa tetap tangguh dalam menghadapi perubahan industri keuangan digital yang semakin kompetitif. Kemampuan untuk menerjemahkan visi perusahaan menjadi langkah nyata menjadi salah satu poin penting dalam penilaian tersebut.
Menurut Mira, pencapaian tersebut tidak terlepas dari kerja kolektif seluruh tim di perusahaan. Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya bergantung pada strategi, tetapi juga pada kemampuan beradaptasi dengan perubahan yang terus terjadi.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim di Indodana Finance yang tetap adaptif dalam menghadapi tantangan industri. Kami berkomitmen untuk terus menjembatani visi perusahaan dengan eksekusi yang nyata, membangun budaya organisasi yang responsif, serta memastikan pertumbuhan yang selaras dengan tata kelola risiko yang kuat demi kemajuan inklusi keuangan di Indonesia," kata Mira.
Seiring berkembangnya ekonomi digital, kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis teknologi juga terus meningkat. Hal ini membuat perusahaan di sektor finansial harus terus memperkuat inovasi sekaligus memastikan sistem yang mereka bangun tetap aman dan bertanggung jawab.
Saat ini, layanan tersebut telah tersedia di lebih dari 180 kota dan kabupaten di Indonesia. Perluasan tersebut menjadi salah satu langkah perusahaan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses keuangan yang lebih fleksibel.
Namun ekspansi layanan digital tidak hanya dilihat dari sisi pertumbuhan pengguna. Bagi Indodana Finance, pengembangan teknologi juga harus diiringi dengan edukasi agar masyarakat memahami cara menggunakan layanan keuangan digital secara bijak.
“Bagi kami, ekspansi bukan sekadar soal angka pertumbuhan, melainkan tentang kualitas dampak yang dihasilkan. Kami berkomitmen menjembatani inovasi teknologi dengan edukasi finansial untuk memastikan setiap pengguna dapat bertransaksi secara bijak dan bertanggung jawab. Kami ingin Indodana PayLater menjadi alat pemberdayaan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tambah Mira.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa adaptasi digital bukan sekadar soal menghadirkan teknologi baru. Lebih dari itu, perusahaan juga perlu memastikan inovasi yang dibuat dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
"Di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin kompleks, kemampuan untuk terus belajar, berinovasi, dan menyesuaikan diri dengan perubahan menjadi kunci bagi perusahaan untuk bertahan sekaligus berkembang di masa depan," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(ELG)
Dalam konteks tersebut, peran pemimpin perusahaan menjadi sangat krusial. Mereka tidak hanya dituntut mampu membaca peluang, tetapi juga harus memastikan strategi bisnis dapat dijalankan secara efektif di tengah perubahan yang berlangsung begitu cepat.
Hal ini pula yang mengantarkan Direktur Utama Indodana Finance, Mira Wibowo, meraih penghargaan Indonesia Best CEO 2025 dalam ajang Indonesia Business Leadership Forum. Penghargaan tersebut diberikan kepada para pemimpin perusahaan yang dinilai berhasil menjalankan strategi bisnis secara tepat sekaligus menjaga keberlanjutan perusahaan.
Acara penghargaan yang mengusung tema From Vision to Execution: Commanding Business Agility and Governance amidst Global Uncertainty ini diselenggarakan oleh Majalah SWA, Swanetwork, dan Dunamis Organization Services Indonesia. Forum tersebut menjadi ruang apresiasi bagi CEO, Presiden Direktur, dan Direktur Utama dari berbagai perusahaan nasional maupun multinasional yang mampu menjaga daya saing bisnisnya.
Mira Wibowo dinilai berhasil membawa tetap tangguh dalam menghadapi perubahan industri keuangan digital yang semakin kompetitif. Kemampuan untuk menerjemahkan visi perusahaan menjadi langkah nyata menjadi salah satu poin penting dalam penilaian tersebut.
Menurut Mira, pencapaian tersebut tidak terlepas dari kerja kolektif seluruh tim di perusahaan. Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya bergantung pada strategi, tetapi juga pada kemampuan beradaptasi dengan perubahan yang terus terjadi.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim di Indodana Finance yang tetap adaptif dalam menghadapi tantangan industri. Kami berkomitmen untuk terus menjembatani visi perusahaan dengan eksekusi yang nyata, membangun budaya organisasi yang responsif, serta memastikan pertumbuhan yang selaras dengan tata kelola risiko yang kuat demi kemajuan inklusi keuangan di Indonesia," kata Mira.
Seiring berkembangnya ekonomi digital, kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis teknologi juga terus meningkat. Hal ini membuat perusahaan di sektor finansial harus terus memperkuat inovasi sekaligus memastikan sistem yang mereka bangun tetap aman dan bertanggung jawab.
Saat ini, layanan tersebut telah tersedia di lebih dari 180 kota dan kabupaten di Indonesia. Perluasan tersebut menjadi salah satu langkah perusahaan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses keuangan yang lebih fleksibel.
Namun ekspansi layanan digital tidak hanya dilihat dari sisi pertumbuhan pengguna. Bagi Indodana Finance, pengembangan teknologi juga harus diiringi dengan edukasi agar masyarakat memahami cara menggunakan layanan keuangan digital secara bijak.
“Bagi kami, ekspansi bukan sekadar soal angka pertumbuhan, melainkan tentang kualitas dampak yang dihasilkan. Kami berkomitmen menjembatani inovasi teknologi dengan edukasi finansial untuk memastikan setiap pengguna dapat bertransaksi secara bijak dan bertanggung jawab. Kami ingin Indodana PayLater menjadi alat pemberdayaan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tambah Mira.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa adaptasi digital bukan sekadar soal menghadirkan teknologi baru. Lebih dari itu, perusahaan juga perlu memastikan inovasi yang dibuat dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
"Di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin kompleks, kemampuan untuk terus belajar, berinovasi, dan menyesuaikan diri dengan perubahan menjadi kunci bagi perusahaan untuk bertahan sekaligus berkembang di masa depan," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)