Jakarta: Di era digital yang berkembang pesat, keamanan anak-anak saat berselancar di dunia maya kini menjadi prioritas kolektif. Menjawab tantangan tersebut, Meta Indonesia kembali menggelar program tahunan bertajuk “Cerdas Digital 2026: Anak Remaja Aman, Orang Tua Tenang”. Acara yang diselenggarakan bertepatan dengan momen Hari Keluarga Internasional ini berfokus pada penguatan perlindungan anak di ruang digital.
Kampanye ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara platform digital, pemerintah, serta organisasi peduli anak. Selain mengedukasi masyarakat, gerakan ini digelar sebagai bentuk dukungan konkret terhadap implementasi regulasi perlindungan anak yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 17/2025 (PP TUNAS).
Sinergi Pemerintah dan Platform Digital
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital KOMDIGI, Alexander Sabar, menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah proaktif industri teknologi dalam memperketat ruang gerak konten negatif bagi anak di bawah umur. Menurutnya, pengawasan hulu pemerintah harus dibarengi dengan kesiapan literasi digital masyarakat.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Kebijakan Publik Meta di Indonesia, Berni Moestafa, menegaskan komitmen jangka panjang Meta untuk terus menumbuhkan kesadaran perlindungan anak di ruang siber secara berkelanjutan.
"Sejak diluncurkan, program 'Cerdas Digital' terus mendapatkan respons dan antusiasme positif. Melalui tema 'Anak Remaja Aman, Orang Tua Tenang' tahun ini, kami ingin memberikan dampak seluas-luasnya bagi masyarakat dalam menumbuhkan kesadaran perlindungan anak di ruang digital,” ungkap Berni, Jumat, 22 Mei 2026.
Mencetak 280 Parent Champion di Tingkat Komunitas
Untuk memperluas jangkauan edukasi agar tidak hanya berpusat di kota-kota besar, Meta menggandeng ECPAT Indonesia dalam meluncurkan inisiatif pelatihan Smart Digital Parenting. Sepanjang tahun 2026, rangkaian lokakarya ini akan menyambangi empat wilayah strategis, yaitu Yogyakarta, Denpasar, Batam, dan Kupang.
Program ini menargetkan lahirnya 280 Parent Champion yang direkrut dari berbagai unsur penggerak lokal, mulai dari pihak sekolah (guru dan komite), Tim Penggerak PKK, kelompok Dasawisma (Dawis), tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga kader Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).
Para kader penggerak ini dibekali dengan modul khusus serta alat bantu berupa Kartu Percakapan Digital untuk mencairkan suasana saat membuka obrolan mendalam bersama anak mengenai aktivitas internet di rumah. Melalui perpanjangan tangan para champion ini, program ditargetkan mampu mengedukasi minimal 1.000 peserta secara tatap muka langsung, memproduksi 25 aset pengasuhan digital (Reels, Shorts, e-poster), serta menjangkau lebih dari 10.000 orang tua di media sosial. (Fany Wirda Putri)
Jakarta: Di era digital yang berkembang pesat, keamanan anak-anak saat berselancar di dunia maya kini menjadi prioritas kolektif. Menjawab tantangan tersebut,
Meta Indonesia kembali menggelar program tahunan bertajuk “Cerdas Digital 2026: Anak Remaja Aman, Orang Tua Tenang”. Acara yang diselenggarakan bertepatan dengan momen Hari Keluarga Internasional ini berfokus pada penguatan perlindungan anak di ruang digital.
Kampanye ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara platform digital, pemerintah, serta organisasi peduli anak. Selain mengedukasi masyarakat, gerakan ini digelar sebagai bentuk dukungan konkret terhadap implementasi regulasi perlindungan anak yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 17/2025 (PP TUNAS).
Sinergi Pemerintah dan Platform Digital
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital KOMDIGI, Alexander Sabar, menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah proaktif industri teknologi dalam memperketat ruang gerak konten negatif bagi anak di bawah umur. Menurutnya, pengawasan hulu pemerintah harus dibarengi dengan kesiapan literasi digital masyarakat.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Kebijakan Publik Meta di Indonesia, Berni Moestafa, menegaskan komitmen jangka panjang Meta untuk terus menumbuhkan kesadaran perlindungan anak di ruang siber secara berkelanjutan.
"Sejak diluncurkan, program 'Cerdas Digital' terus mendapatkan respons dan antusiasme positif. Melalui tema 'Anak Remaja Aman, Orang Tua Tenang' tahun ini, kami ingin memberikan dampak seluas-luasnya bagi masyarakat dalam menumbuhkan kesadaran perlindungan anak di ruang digital,” ungkap Berni, Jumat, 22 Mei 2026.
Mencetak 280 Parent Champion di Tingkat Komunitas
Untuk memperluas jangkauan edukasi agar tidak hanya berpusat di kota-kota besar, Meta menggandeng ECPAT Indonesia dalam meluncurkan inisiatif pelatihan Smart Digital Parenting. Sepanjang tahun 2026, rangkaian lokakarya ini akan menyambangi empat wilayah strategis, yaitu Yogyakarta, Denpasar, Batam, dan Kupang.
Program ini menargetkan lahirnya 280 Parent Champion yang direkrut dari berbagai unsur penggerak lokal, mulai dari pihak sekolah (guru dan komite), Tim Penggerak PKK, kelompok Dasawisma (Dawis), tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga kader Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).
Para kader penggerak ini dibekali dengan modul khusus serta alat bantu berupa Kartu Percakapan Digital untuk mencairkan suasana saat membuka obrolan mendalam bersama anak mengenai aktivitas internet di rumah. Melalui perpanjangan tangan para champion ini, program ditargetkan mampu mengedukasi minimal 1.000 peserta secara tatap muka langsung, memproduksi 25 aset pengasuhan digital (Reels, Shorts, e-poster), serta menjangkau lebih dari 10.000 orang tua di media sosial. (Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)