COMMUNITY

Lagi Capek Sama Medsos? PhotoBebaz Kenalin Designed Experience Biar Konten Kamu Gak Gitu-gitu Aja!

Yatin Suleha
Selasa 21 April 2026 / 18:46
Ringkasnya gini..
  • Gak bisa dimungkiri, sekarang kita lagi di zaman gila-gilaan konten digital.
  • Tapi lucu gak sih? Makin gampang kita bikin konten, eh tuntutan buat dapet hasil yang 'estetik' dan berkualitas malah makin tinggi.
  • Faktanya, laporan dari We Are Social dan Meltwater bilang kalau orang Indonesia bisa habisin waktu lebih dari tiga jam sehari cuma buat main medsos.
Jakarta: Gak bisa dimungkiri, sekarang kita lagi di zaman gila-gilaan konten digital. Tapi lucu gak sih? Makin gampang kita bikin konten, eh tuntutan buat dapet hasil yang 'estetik' dan berkualitas malah makin tinggi. 

Faktanya nih, laporan dari We Are Social dan Meltwater bilang kalau orang Indonesia bisa habisin waktu lebih dari tiga jam sehari cuma buat main medsos. Gak heran kalau akhirnya kita semua berlomba-lomba buat konsumsi sekaligus bikin konten terus-terusan.

Namun, sejumlah studi juga menunjukkan munculnya fenomena social media fatigue, di mana paparan konten yang berlebihan, tekanan untuk terus membagikan aktivitas, serta konten yang repetitif mulai menurunkan ketertarikan pengguna.

Dalam kondisi ini, pengguna tidak berhenti membuat konten, tetapi menjadi lebih selektif terhadap apa yang layak untuk dibagikan. Konten tidak lagi sekadar dokumentasi, melainkan bagian dari bagaimana seseorang membangun identitas digitalnya.
 
Peka dengan pergeseran ini, PhotoBebaz—si jagonya photobox interaktif—akhirnya ngenalin pendekatan designed experience. Intinya, mereka bikin pengalaman foto yang udah dirancang matang biar hasilnya lebih terkonsep, estetik, dan pastinya social media ready. Jadi, kamu gak cuma sekadar foto, tapi beneran dapet konten yang relevan sama tren sekarang!

Founder PhotoBebaz Reyno Anggoro menyebut perubahan ini sebagai bagian dari evolusi perilaku pengguna dalam membuat konten. 

“Kalau sebelumnya semua orang cukup dengan kamera di ponsel, sekarang muncul kebutuhan untuk pengalaman yang terasa lebih matang. Orang tidak hanya mencari hasil foto, tapi juga momen yang berbeda dan layak untuk dibagikan,” ujarnya.

Gara-gara teknologi makin canggih, bikin konten itu sekarang tinggal 'sat-set' langsung jadi. Tapi ya itu, efek sampingnya konten-konten di medsos jadi kerasa homogen banget. Semuanya jadi punya vibe yang serupa dan susah banget nemuin konten yang bener-bener beda atau unik.

PhotoBebaz melihat celah ini sebagai peluang untuk menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menghasilkan foto, tetapi juga mendorong terciptanya momen yang lebih terkonsep dan menarik untuk dibagikan secara organik oleh pengguna.

Sebagai platform creative-tech, PhotoBebaz gak cuma sekadar ajak kamu foto-foto, tapi beneran nemenin kamu bikin konten yang lebih 'matang'. 



(Dengan pendekatan designed experience, PhotoBebaz juga ekspansi ke berbagai aktivitas termasuk keterlibatan dalam sejumlah pagelaran seperti Sound Groove Festival, JakCloth, serta Java Jazz Festival, dan lainnya. Video: Dok. Instagram PhotoBebaz - Self Digital Photobox)

Jadi, setiap booth-nya bukan cuma tempat bergaya aja, tapi juga ruang seru buat dapet hasil foto yang lebih relevan. Plus, ini jadi kesempatan emas buat brand buat tampil lebih asyik dan nyambung sama pengalaman seru kamu di dalam sana!

Pendekatan ini didukung oleh pengembangan sistem internal melalui Bebaz Labz, unit riset dan pengembangan perangkat lunak milik perusahaan, yang memungkinkan pengalaman di dalam booth dirancang secara konsisten dan scalable di berbagai lokasi. 

Berbekal konsep yang kuat, PhotoBebaz gak cuma nawarin pengalaman seru, tapi juga buktiin kalau bisnisnya makin inovatif. Setelah dapet pendanaan pertamanya, target mereka gak main-main: bakal ada 28 booth baru di tahun 2026 ini! Apalagi di kuartal pertama aja, revenue mereka udah melonjak sampai 57%. Bener-bener lagi naik daun banget!

Pertumbuhan didukung oleh kolaborasi dengan berbagai brand dalam pengembangan media placement digital out-of-home (DOOH), konten iklan di dalam booth, serta program berbasis loyalitas dan gamification yang menyasar Gen Z dan Gen Alpha sebagai target utama. 

Momentum ini juga mendorong ekspansi ke berbagai aktivitas berskala besar, termasuk keterlibatan dalam sejumlah pagelaran seperti Sound Groove Festival, JakCloth, serta Java Jazz Festival yang akan diselenggarakan pada Mei 2026.

Dari sisi bisnis, PhotoBebaz punya cara seru buat dapet cuan, yaitu gabungin transaksi langsung sama kolaborasi bareng brand. Gak cuma buat kita-kita aja (B2C), mereka juga punya kanal khusus bisnis lewat Bebaz Adz. 

Jadi, brand bisa banget 'nampang' di dalam pengalaman photobox kamu. Gak cuma muncul di layar booth secara digital, brand juga bisa eksis lewat desain visual di fisik unitnya. Biar makin praktis, pembayarannya pun udah terintegrasi sama berbagai dompet digital, jadi bener-bener tinggal scan dan kelar!

“Pendekatan ini memungkinkan setiap booth PhotoBebaz tidak hanya menjadi titik layanan, tetapi juga memiliki nilai yang terus berkembang seiring dengan pengalaman pengguna yang terjadi di dalamnya,” tambah Reyno.
 
Ke depannya, PhotoBebaz gak cuma sekadar ngejar angka atau jumlah pengguna aja. Fokus utama mereka adalah gimana caranya biar pengalaman yang ditawarin bisa terus berkembang dan selalu nyambung sama cara kita bikin atau pamerin momen seru. Intinya, mereka mau tetep jadi yang paling relevan buat nemenin setiap memori kamu!

“Ketika semua orang bisa membuat konten, yang menjadi pembeda adalah bagaimana momen itu diciptakan. Kami tidak hanya menghadirkan pengalaman berfoto, tetapi merancang bagaimana momen bisa terasa lebih bermakna, disimpan, dan secara bersamaan layak untuk dibagikan,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH