COMMUNITY
Aksi Keren Selamatkan Muara Gembong dari Sampah & Abrasi
A. Firdaus
Rabu 11 Februari 2026 / 18:30
- Wilayah pesisir Muara Gembong, Bekasi.
- Sebagai kawasan pesisir yang rentan abrasi.
- Fujitsu bersama Greeneration Foundation, EcoRanger, serta komunitas lokal Saung Mekar Bersih.
Bekasi: Wilayah pesisir Muara Gembong, Bekasi, masih menghadapi berbagai persoalan lingkungan serius, mulai dari penumpukan sampah hingga abrasi pantai yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat setempat. Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk turun tangan menghadirkan solusi yang berkelanjutan.
Sepanjang 2025, Fujitsu bersama Greeneration Foundation, EcoRanger, serta komunitas lokal Saung Mekar Bersih menjalankan rangkaian program lingkungan yang fokus pada pengelolaan sampah, edukasi, hingga pemulihan ekosistem pesisir.
Salah satu kegiatan utama adalah aksi bersih lingkungan (clean-up) yang melibatkan lebih dari 1.500 peserta, mulai dari warga, pelajar, mahasiswa, hingga relawan. Dari kegiatan tersebut, lebih dari 1,3 ton sampah berhasil dikumpulkan dan dikelola. Upaya ini tidak hanya membantu mengurangi pencemaran, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
Komitmen edukasi lingkungan juga diwujudkan melalui program EcoRanger Goes to School. Program ini menjangkau lebih dari 300 siswa dan guru dari tingkat SD hingga SMA. Lewat sesi pembelajaran interaktif dan praktik langsung, peserta mendapat pemahaman mengenai pengelolaan sampah dan isu lingkungan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah program berlangsung.
Di tingkat komunitas, Fujitsu turut memperkuat kapasitas Saung Mekar Bersih melalui pelatihan pengelolaan sampah, manajemen proyek, serta peningkatan fasilitas BSF Center. Fasilitas ini memungkinkan pengolahan sampah organik menjadi produk bernilai seperti kompos, maggot, dan eco-enzyme. Inisiatif ini membuka peluang keterlibatan warga sekaligus mendorong layanan pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Sebagai kawasan pesisir yang rentan abrasi, Muara Gembong juga menjadi fokus penanaman mangrove. Sepanjang 2025, lebih dari 2.000 bibit mangrove ditanam di area sekitar 3.000 meter persegi. Penanaman ini diperkirakan mampu menyerap lebih dari 35 ton karbon per tahun sekaligus memperkuat perlindungan alami wilayah pesisir.
Senior HR Executive Fujitsu Indonesia, Febi, berharap program ini dapat memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat.
“Walaupun program ini bersifat sementara, kami berharap fondasi yang sudah dibangun, baik fasilitas maupun transfer pengetahuan — dapat terus berjalan mandiri. Kami ingin inisiatif ini mendukung pemberdayaan masyarakat agar mampu menjaga lingkungan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara perusahaan, komunitas lokal, institusi pendidikan, dan pemerintah setempat, program ini tidak hanya menghadirkan aksi lingkungan sesaat, tetapi juga membangun kesadaran dan keterlibatan jangka panjang demi masa depan Muara Gembong yang lebih lestari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Sepanjang 2025, Fujitsu bersama Greeneration Foundation, EcoRanger, serta komunitas lokal Saung Mekar Bersih menjalankan rangkaian program lingkungan yang fokus pada pengelolaan sampah, edukasi, hingga pemulihan ekosistem pesisir.
Salah satu kegiatan utama adalah aksi bersih lingkungan (clean-up) yang melibatkan lebih dari 1.500 peserta, mulai dari warga, pelajar, mahasiswa, hingga relawan. Dari kegiatan tersebut, lebih dari 1,3 ton sampah berhasil dikumpulkan dan dikelola. Upaya ini tidak hanya membantu mengurangi pencemaran, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
Baca Juga :
Masyarakat Diajak Produktif Kelola Sampah
Komitmen edukasi lingkungan juga diwujudkan melalui program EcoRanger Goes to School. Program ini menjangkau lebih dari 300 siswa dan guru dari tingkat SD hingga SMA. Lewat sesi pembelajaran interaktif dan praktik langsung, peserta mendapat pemahaman mengenai pengelolaan sampah dan isu lingkungan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah program berlangsung.
Di tingkat komunitas, Fujitsu turut memperkuat kapasitas Saung Mekar Bersih melalui pelatihan pengelolaan sampah, manajemen proyek, serta peningkatan fasilitas BSF Center. Fasilitas ini memungkinkan pengolahan sampah organik menjadi produk bernilai seperti kompos, maggot, dan eco-enzyme. Inisiatif ini membuka peluang keterlibatan warga sekaligus mendorong layanan pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Sebagai kawasan pesisir yang rentan abrasi, Muara Gembong juga menjadi fokus penanaman mangrove. Sepanjang 2025, lebih dari 2.000 bibit mangrove ditanam di area sekitar 3.000 meter persegi. Penanaman ini diperkirakan mampu menyerap lebih dari 35 ton karbon per tahun sekaligus memperkuat perlindungan alami wilayah pesisir.
Senior HR Executive Fujitsu Indonesia, Febi, berharap program ini dapat memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat.
“Walaupun program ini bersifat sementara, kami berharap fondasi yang sudah dibangun, baik fasilitas maupun transfer pengetahuan — dapat terus berjalan mandiri. Kami ingin inisiatif ini mendukung pemberdayaan masyarakat agar mampu menjaga lingkungan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara perusahaan, komunitas lokal, institusi pendidikan, dan pemerintah setempat, program ini tidak hanya menghadirkan aksi lingkungan sesaat, tetapi juga membangun kesadaran dan keterlibatan jangka panjang demi masa depan Muara Gembong yang lebih lestari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)