COMMUNITY

Tugas Kaum Milenial Kampanyekan Gerakan Digitalisasi

Medcom
Jumat 22 April 2022 / 11:00
Jakarta: Teknologi berkembang semakin cepat. Digitalisasi pun menjadi faktor penting dalam pembangunan. Sebagai calon pemimpin masa depan, kaum milenial punya peranan penting mengampanyekan gerakan digitalisasi.

Sepanjang tahun 2021, ekonomi digital Indonesia tumbuh cukup signifikan. Southeast Asia 2021 melaporkan, sepanjang tahun 2020 dan paruh pertama 2021 terdapat peningkatan sebanyak 21 Juta konsumen digital baru.

Digitalisasi di sejumlah sektor itu dapat dimanfaatkan oleh suatu desa untuk memaksimalkan kemampuan yang ada di desa, maupun kemampuan masyarakatnya. Sehingga komunitas tersebut akan berkembang dan menjadi desa mandiri.

"Kita perlu memberikan support moral kepada desa dan memberikan dorongan untuk menciptakan sumber daya manusia yang melek akan digital. Tentunya kami berharap para peserta yang hadir mampu menjadi penggerak untuk menciptakan digitalisasi di desa, karena dampak tersebut dapat menjadikan wajah baru Indonesia untuk lebih maju menghadapi tantangan seperti pandemi," kata anggota Komisi 1 DPR RI, Slamet Ariyadi, S.Psi.

Menurut Slamet, kaum milenial punya tugas untuk dapat mengkampanyekan gerakan digitalisasi ini sampai tingkat desa. Sebagai generasi yang melek teknologi, anak-anak muda bisa ikut aktif memberdayakan digitalisasi.

Di sisi lain, Slamet mengingatkan anak milenial menggunakan digitalisasi untuk hal positif dan menghindari hal-hal yang negatif.

"Kita perlu bijak, pandai dan cerdik dalam menggunakan platform digital, karena jika kita masuk dalam dunia digital, namun tidak diimbangi dengan pemahaman yang baik, maka akan terjebak dalam dunia digitalisasi ini," jelasnya.

Menurut data BPS pada 2020, dari sebanyak 270,2 juta penduduk Indonesia, ada 163 juta orang berada di rentang usia 15-64 tahun. Penetrasi internet berada di angka 71%, dan penggunaan media sosial sebesar 59%.

Namun, problematika digitalisasi di Indonesia adalah kurangnya fasilitas pendukung di daerah 3T, jumlah pengguna internet yang begitu banyak tidak sebanding dengan kapasitas internet yang tersedia.

"Peningkatan penggunaan teknologi digital perlu diimbangi dengan kapasitas literasi digital yang mumpuni, agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital dengan produktif, bijak, dan tepat guna," kata Semuel A. Pangarepan, Direktur Aplikasi Informatika.





 
(ELG)

MOST SEARCH