COMMUNITY
Bukan Sekadar Pameran, ART with HEART Jadi Panggung Seniman Difabel Bersinar
A. Firdaus
Sabtu 23 Mei 2026 / 10:10
- Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, program ini terus memperkuat komitmennya dalam membuka akses lebih luas bagi seniman difabel.
- Pada penyelenggaraan tahun ini, ART with HEART menghadirkan dua agenda utama
- Panasonic-GOBEL juga menghadirkan berbagai aktivitas interaktif bagi pengunjung.
Jakarta: Panasonic-GOBEL Group kembali menghadirkan pameran seni ART with HEART pada 21–24 Mei 2026 di Gandaria City, Jakarta. Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, program ini terus memperkuat komitmennya dalam membuka akses lebih luas bagi seniman difabel untuk terhubung dengan dunia seni profesional dan pasar kreatif.
Tahun ini, ART with HEART mengusung tema “KAMI”. Dalam budaya Indonesia, kata tersebut mencerminkan kebersamaan dan keterlibatan banyak pihak dalam satu tujuan bersama. Sementara dalam budaya Jepang, “Kami” dimaknai sebagai spirit atau energi positif yang hadir dalam alam dan keluarga untuk mendorong kehidupan yang lebih baik.
Melalui tema tersebut, Panasonic-GOBEL ingin mengajak berbagai pemangku kepentingan membangun ekosistem seni yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Lebih dari sekadar pameran, ART with HEART menjadi ruang bagi seniman difabel untuk membangun kepercayaan diri, mengembangkan kemandirian, serta memperluas peran mereka di tengah masyarakat. Setiap karya yang ditampilkan juga menjadi bukti bahwa seni mampu menjadi medium pemberdayaan yang melampaui berbagai keterbatasan.
Program ART with HEART sendiri pertama kali digelar pada 2023 lewat pameran dan lelang karya seniman difabel bersama seniman ternama. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas eksposur publik terhadap karya para seniman difabel.
Kemudian pada 2025, program berkembang melalui kolaborasi berkarya pada produk elektronik bersama seniman senior yang bertindak sebagai mentor.
Pada penyelenggaraan tahun ini, ART with HEART menghadirkan dua agenda utama. Pertama, business matching yang mempertemukan dunia usaha dengan seniman difabel sebagai mitra kreatif profesional. Program ini juga menampilkan contoh kolaborasi yang telah berhasil untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
.jpeg)
Kedua, art fair berupa charity sale yang menghadirkan 70 karya dari seniman senior dan seniman difabel. Kegiatan ini bertujuan membuka peluang pendapatan bagi para seniman sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap fine art di Indonesia. Sebagian hasil penjualan karya nantinya akan didedikasikan untuk mendukung kemandirian seniman difabel melalui yayasan yang terlibat.
Tak hanya itu, Panasonic-GOBEL juga menghadirkan berbagai aktivitas interaktif bagi pengunjung, mulai dari tote bag painting hingga social media challenge berhadiah souvenir bertema ART with HEART.
Kurator pameran “KAMI” ART with HEART, Ina Silas, berharap karya para seniman berkebutuhan khusus bisa mendapatkan apresiasi yang lebih luas, termasuk di panggung seni internasional.
“Seni rupa Indonesia telah mendapatkan banyak apresiasi di berbagai event seni internasional. Saya berharap karya seni rupa seniman berkebutuhan khusus juga bisa mendapatkan apresiasi yang sama dari masyarakat dan pecinta seni,” ujar Ina.
Sementara itu, perwakilan Panasonic-GOBEL Group, M. Arif Rachmat Gobel, menilai seni dapat menjadi jembatan menuju kemandirian bagi para seniman difabel.
“Kami ingin menciptakan peluang nyata agar seniman difabel dapat berkembang secara mandiri, termasuk melalui kolaborasi dan akses pasar,” katanya.
Sebagai bagian dari perjalanan 70 tahun Panasonic-GOBEL di Indonesia, ART with HEART menjadi salah satu bentuk kontribusi sosial perusahaan yang tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pemberdayaan masyarakat melalui seni dan inklusivitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Tahun ini, ART with HEART mengusung tema “KAMI”. Dalam budaya Indonesia, kata tersebut mencerminkan kebersamaan dan keterlibatan banyak pihak dalam satu tujuan bersama. Sementara dalam budaya Jepang, “Kami” dimaknai sebagai spirit atau energi positif yang hadir dalam alam dan keluarga untuk mendorong kehidupan yang lebih baik.
Melalui tema tersebut, Panasonic-GOBEL ingin mengajak berbagai pemangku kepentingan membangun ekosistem seni yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Lebih dari sekadar pameran, ART with HEART menjadi ruang bagi seniman difabel untuk membangun kepercayaan diri, mengembangkan kemandirian, serta memperluas peran mereka di tengah masyarakat. Setiap karya yang ditampilkan juga menjadi bukti bahwa seni mampu menjadi medium pemberdayaan yang melampaui berbagai keterbatasan.
Program ART with HEART sendiri pertama kali digelar pada 2023 lewat pameran dan lelang karya seniman difabel bersama seniman ternama. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas eksposur publik terhadap karya para seniman difabel.
Kemudian pada 2025, program berkembang melalui kolaborasi berkarya pada produk elektronik bersama seniman senior yang bertindak sebagai mentor.
Pada penyelenggaraan tahun ini, ART with HEART menghadirkan dua agenda utama. Pertama, business matching yang mempertemukan dunia usaha dengan seniman difabel sebagai mitra kreatif profesional. Program ini juga menampilkan contoh kolaborasi yang telah berhasil untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
.jpeg)
Kedua, art fair berupa charity sale yang menghadirkan 70 karya dari seniman senior dan seniman difabel. Kegiatan ini bertujuan membuka peluang pendapatan bagi para seniman sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap fine art di Indonesia. Sebagian hasil penjualan karya nantinya akan didedikasikan untuk mendukung kemandirian seniman difabel melalui yayasan yang terlibat.
Tak hanya itu, Panasonic-GOBEL juga menghadirkan berbagai aktivitas interaktif bagi pengunjung, mulai dari tote bag painting hingga social media challenge berhadiah souvenir bertema ART with HEART.
Kurator pameran “KAMI” ART with HEART, Ina Silas, berharap karya para seniman berkebutuhan khusus bisa mendapatkan apresiasi yang lebih luas, termasuk di panggung seni internasional.
“Seni rupa Indonesia telah mendapatkan banyak apresiasi di berbagai event seni internasional. Saya berharap karya seni rupa seniman berkebutuhan khusus juga bisa mendapatkan apresiasi yang sama dari masyarakat dan pecinta seni,” ujar Ina.
Sementara itu, perwakilan Panasonic-GOBEL Group, M. Arif Rachmat Gobel, menilai seni dapat menjadi jembatan menuju kemandirian bagi para seniman difabel.
“Kami ingin menciptakan peluang nyata agar seniman difabel dapat berkembang secara mandiri, termasuk melalui kolaborasi dan akses pasar,” katanya.
Sebagai bagian dari perjalanan 70 tahun Panasonic-GOBEL di Indonesia, ART with HEART menjadi salah satu bentuk kontribusi sosial perusahaan yang tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pemberdayaan masyarakat melalui seni dan inklusivitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)