COMMUNITY
Fun Bike Tanjung Lesung 2026 Sukses Digelar, Sport Tourism di Banten Makin Ngebut
A. Firdaus
Jumat 31 Juli 2026 / 13:10
- Tak sekadar menjadi ajang olahraga, kegiatan ini juga menjadi upaya memperkenalkan potensi wisata Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung melalui konsep sport tourism.
- Tingginya antusiasme peserta menjadi sinyal positif bagi pengembangan wisata olahraga di kawasan tersebut.
- Fun Bike menjadi salah satu atraksi wisata yang efektif menarik kunjungan ke destinasi unggulan di Banten.
Pandeglang: Ratusan pesepeda dari berbagai daerah memadati kawasan Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, untuk mengikuti Fun Bike Tanjung Lesung 2026 pada Minggu, 26 Juli 2026. Tak sekadar menjadi ajang olahraga, kegiatan ini juga menjadi upaya memperkenalkan potensi wisata Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung melalui konsep sport tourism.
Sejak pukul 06.00 WIB, peserta sudah berkumpul di titik awal Exit Tol Panimbang, meski acara baru dimulai sekitar pukul 07.30 WIB. Mereka datang bersama keluarga, sahabat, hingga komunitas sepeda untuk menikmati rute sejauh 18 kilometer menuju Lalassa Beach Club di Tanjung Lesung.
Salah seorang peserta asal Sobang, Pandeglang, Wahid, mengaku mengikuti kegiatan ini untuk mengisi akhir pekan dengan cara yang lebih sehat sekaligus menyenangkan.
"Selain berolahraga, kami juga bisa bersilaturahmi dengan komunitas sepeda lain. Acaranya meriah karena ada hiburan, tari daerah, musik, hingga doorprize. Kebetulan saya mendapat hadiah Rp2 juta, jadi makin berkesan," ujarnya.
Advisor sekaligus Konsultan Bike to Work (B2W) Indonesia, Poetoet Soedarjanto, menilai antusiasme peserta menunjukkan Tanjung Lesung memiliki peluang besar menjadi destinasi sport tourism berbasis lingkungan.
Menurutnya, B2W Indonesia bersama Rumah Sepeda Indonesia dan Rest & Race siap berkolaborasi menghadirkan event sepeda yang lebih besar pada tahun mendatang. Selain menarik lebih banyak peserta, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memberdayakan UMKM lokal sekaligus mengusung konsep ramah lingkungan dengan minim sampah.
"Komunitas sangat menyambut positif arahan Bupati Pandeglang untuk menggelar event fun bike yang lebih besar pada tahun mendatang," kata Poetoet.
Direktur Operasional Tanjung Lesung, Ivonne Anggraini, menyebut tingginya antusiasme peserta menjadi sinyal positif bagi pengembangan wisata olahraga di kawasan tersebut.
Ia mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang bersepeda, tetapi juga memperkenalkan potensi wisata Tanjung Lesung kepada komunitas sepeda dan masyarakat luas.
"Kami ingin menjadikan Fun Bike sebagai agenda tahunan. Ke depan, kegiatan ini akan terus dikembangkan, baik dari sisi penyelenggaraan maupun rute, agar semakin menarik sekaligus mendukung promosi Tanjung Lesung sebagai destinasi sport tourism," ujarnya.
Sementara itu, Managing Director Tanjung Lesung, Widi Widiasmanto, menjelaskan pemilihan rute yang dimulai dari Exit Tol Panimbang juga menjadi simbol harapan agar pembangunan jalan tol segera rampung.
Dengan akses yang semakin mudah, diharapkan jumlah wisatawan maupun investor yang datang ke Tanjung Lesung terus meningkat.
Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, turut mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, event seperti Fun Bike mampu meningkatkan daya tarik wisata daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Pandeglang memiliki banyak potensi wisata, mulai dari pantai, pegunungan, budaya, hingga wisata religi. Dengan dukungan infrastruktur dan kolaborasi berbagai pihak, sektor pariwisata diharapkan memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat," katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susiyanti, yang menilai kegiatan berbasis olahraga seperti Fun Bike menjadi salah satu atraksi wisata yang efektif menarik kunjungan ke destinasi unggulan di Banten.
Selain bersepeda, peserta juga menikmati berbagai hiburan seperti penampilan Marching Band SMA Presiden Tanjung Lesung, bazar UMKM dan ekonomi kreatif, pertunjukan seni, hingga pembagian doorprize jutaan rupiah. Kolaborasi pemerintah, komunitas, sponsor, dan masyarakat menjadi bukti kuat bahwa sport tourism berpotensi menjadi motor baru bagi pengembangan pariwisata Tanjung Lesung.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Sejak pukul 06.00 WIB, peserta sudah berkumpul di titik awal Exit Tol Panimbang, meski acara baru dimulai sekitar pukul 07.30 WIB. Mereka datang bersama keluarga, sahabat, hingga komunitas sepeda untuk menikmati rute sejauh 18 kilometer menuju Lalassa Beach Club di Tanjung Lesung.
Salah seorang peserta asal Sobang, Pandeglang, Wahid, mengaku mengikuti kegiatan ini untuk mengisi akhir pekan dengan cara yang lebih sehat sekaligus menyenangkan.
Baca Juga :
Tanjung Lesung Dinilai Berpotensi Jadi Sanctuary, Destinasi Healing yang Menyatu dengan Alam
"Selain berolahraga, kami juga bisa bersilaturahmi dengan komunitas sepeda lain. Acaranya meriah karena ada hiburan, tari daerah, musik, hingga doorprize. Kebetulan saya mendapat hadiah Rp2 juta, jadi makin berkesan," ujarnya.
Dinilai punya potensi besar
Advisor sekaligus Konsultan Bike to Work (B2W) Indonesia, Poetoet Soedarjanto, menilai antusiasme peserta menunjukkan Tanjung Lesung memiliki peluang besar menjadi destinasi sport tourism berbasis lingkungan.
Menurutnya, B2W Indonesia bersama Rumah Sepeda Indonesia dan Rest & Race siap berkolaborasi menghadirkan event sepeda yang lebih besar pada tahun mendatang. Selain menarik lebih banyak peserta, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memberdayakan UMKM lokal sekaligus mengusung konsep ramah lingkungan dengan minim sampah.
"Komunitas sangat menyambut positif arahan Bupati Pandeglang untuk menggelar event fun bike yang lebih besar pada tahun mendatang," kata Poetoet.
Direktur Operasional Tanjung Lesung, Ivonne Anggraini, menyebut tingginya antusiasme peserta menjadi sinyal positif bagi pengembangan wisata olahraga di kawasan tersebut.
Ia mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang bersepeda, tetapi juga memperkenalkan potensi wisata Tanjung Lesung kepada komunitas sepeda dan masyarakat luas.
"Kami ingin menjadikan Fun Bike sebagai agenda tahunan. Ke depan, kegiatan ini akan terus dikembangkan, baik dari sisi penyelenggaraan maupun rute, agar semakin menarik sekaligus mendukung promosi Tanjung Lesung sebagai destinasi sport tourism," ujarnya.
Dukung akses wisata yang lebih mudah
Sementara itu, Managing Director Tanjung Lesung, Widi Widiasmanto, menjelaskan pemilihan rute yang dimulai dari Exit Tol Panimbang juga menjadi simbol harapan agar pembangunan jalan tol segera rampung.
Dengan akses yang semakin mudah, diharapkan jumlah wisatawan maupun investor yang datang ke Tanjung Lesung terus meningkat.
Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, turut mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, event seperti Fun Bike mampu meningkatkan daya tarik wisata daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Pandeglang memiliki banyak potensi wisata, mulai dari pantai, pegunungan, budaya, hingga wisata religi. Dengan dukungan infrastruktur dan kolaborasi berbagai pihak, sektor pariwisata diharapkan memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat," katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susiyanti, yang menilai kegiatan berbasis olahraga seperti Fun Bike menjadi salah satu atraksi wisata yang efektif menarik kunjungan ke destinasi unggulan di Banten.
Selain bersepeda, peserta juga menikmati berbagai hiburan seperti penampilan Marching Band SMA Presiden Tanjung Lesung, bazar UMKM dan ekonomi kreatif, pertunjukan seni, hingga pembagian doorprize jutaan rupiah. Kolaborasi pemerintah, komunitas, sponsor, dan masyarakat menjadi bukti kuat bahwa sport tourism berpotensi menjadi motor baru bagi pengembangan pariwisata Tanjung Lesung.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)