COMMUNITY

Dari Hobi Jadi Sport Tourism, Tanjung Lesung Jadi Arena Adu Skill Para Angler

A. Firdaus
Sabtu 08 Agustus 2026 / 19:14
Ringkasnya gini..
  • Kompetisi tersebut diikuti 299 pemancing yang tergabung dalam 74 tim.
  • Selama lebih dari delapan jam, para peserta adu kemampuan dengan tetap mengedepankan sportivitas, keselamatan, dan kebersamaan.
  • Tuna 10,70 Kg Bawa One Peace Fishing Jadi Juara.
Pandeglang: Buat para mancing mania, mendapatkan ikan besar bukan cuma soal keberuntungan. Ada strategi, kesabaran, teknik, dan tentu saja keseruan ketika berburu ikan bersama teman satu tim.

Keseruan itulah yang terasa dalam Tuna Game Fishing Competition 2026 yang digelar di kawasan wisata Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Kompetisi tersebut diikuti 299 pemancing yang tergabung dalam 74 tim dari berbagai daerah di Indonesia. Sejak pukul 06.00 WIB, para peserta berangkat menuju titik pemancingan di perairan Selat Sunda untuk berburu ikan tuna.
 

Selama lebih dari delapan jam, para peserta adu kemampuan dengan tetap mengedepankan sportivitas, keselamatan, dan kebersamaan. Setelah sesi pemancingan selesai, hasil tangkapan kemudian ditimbang sebelum para pemenang menerima penghargaan.
 

Tuna 10,70 Kg Bawa One Peace Fishing Jadi Juara


Tim One Peace Fishing berhasil keluar sebagai juara pertama setelah menangkap tuna dengan bobot 10,70 kilogram.

Iqbal dari Rangkasbitung, yang tergabung dalam tim tersebut, mengatakan kompetisi berlangsung seru sekaligus menjadi kesempatan untuk bertemu dengan sesama pemancing dari berbagai daerah.

Menurutnya, ajang ini bukan sekadar tempat menyalurkan hobi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperluas pertemanan dan silaturahmi antarkomunitas.

“Semoga acara seperti ini bisa terus menjadi agenda rutin. Saya beserta tim sangat bahagia bisa membawa pulang hadiah total Rp10,6 juta dari acara ini,” ujar Iqbal.

Sementara itu, Pelawan Team asal Bekasi meraih juara kategori non-tuna. Habibi dari tim tersebut berhasil mendapatkan ikan layaran atau marlin seberat 6 kilogram dan membawa pulang hadiah Rp1 juta.

Habibi mengaku pengalaman mengikuti kompetisi tersebut terasa berbeda karena bisa bertemu langsung dengan banyak angler dari berbagai daerah.

“Ternyata, kompetisi ini bukan hanya menguji kemampuan memancing saya. Lebih dari itu, saya ternyata lebih senang bisa bertemu dengan sesama angler. Suasananya seru, sportif, dan penuh kebersamaan,” kata Habibi.
 

Bukan Sekadar Mancing, Ada Misi Dorong Wisata Bahari


Di balik kompetisi, kegiatan ini juga membawa misi yang lebih luas. Tuna Game Fishing Competition 2026 menjadi salah satu agenda sport tourism yang memadukan olahraga memancing dengan promosi wisata bahari dan kepedulian terhadap sumber daya laut.

H. Ade Asnawi, Tokoh Muda Pandeglang Selatan sekaligus salah satu perintis daerah otonomi baru (DOB) Cibaliung, berharap kegiatan serupa dapat ikut meningkatkan kunjungan wisatawan ke Tanjung Lesung.

Ia juga berharap populasi ikan terus terjaga dan masyarakat setempat semakin terlibat dalam pengembangan kawasan sebagai destinasi sport fishing.

“Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, masyarakat setempat berkomitmen untuk terus menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan daya tarik kawasan di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang, Dr. H. Budi Suhardiman Januardi, S.Pt., M.M., turut mengapresiasi penyelenggaraan kompetisi tersebut.

Menurutnya, Pandeglang memiliki potensi wisata bahari yang besar dengan garis pantai sepanjang 307 kilometer. Potensi tersebut dinilai dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan wisata dan olahraga.

“Kami berharap semakin banyak event bisa diselenggarakan di Tanjung Lesung. Apalagi, dengan segera beroperasinya jalan tol, akses menuju kawasan ini akan semakin mudah,” kata Budi.

Ia berharap kompetisi tersebut terus berkembang, menjangkau lebih banyak peserta, dan memperkuat posisi Tanjung Lesung sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan di Indonesia.
 

Tahun Kedua, Target Event Makin Besar


Bagi Tanjung Lesung, kompetisi ini bukan kali pertama digelar. Tuna Game Fishing Competition 2026 menjadi penyelenggaraan kedua setelah sebelumnya berlangsung pada 2023.

Chief Operating Officer Tanjung Lesung, Ivonne Anggraini, berharap event tersebut dapat kembali digelar dengan skala yang lebih besar pada tahun-tahun mendatang.

“Semoga ke depan event ini bisa kembali digelar dengan skala yang lebih besar. Tentunya, masukan-masukan dari penyelenggaraan tahun ini bakal menjadi pembelajaran agar jackpot pada event selanjutnya bisa lebih besar lagi,” ujar Ivonne.

Sementara itu, Director Tanjung Lesung sekaligus Ketua Penyelenggara Tuna Game Fishing Competition, Kunto Wijoyo, mengatakan kompetisi tersebut juga menjadi wadah bagi komunitas memancing untuk menyalurkan hobi sekaligus menikmati wisata bahari Tanjung Lesung.

“Harapannya, Tanjung Lesung bisa menjadi pilihan bagi para komunitas ketika ingin memancing ikan-ikan besar, sekaligus menikmati keindahan wisata bahari yang ada di sini,” kata Kunto.

Dengan perpaduan antara kompetisi, komunitas, dan wisata bahari, Tanjung Lesung diharapkan tidak hanya dikenal sebagai destinasi untuk menikmati pantai, tetapi juga sebagai salah satu spot sport fishing yang menarik bagi para pemancing dari berbagai daerah.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH