COMMUNITY
Tren Gaya Hidup Anak Muda Berubah, Cari Komunitas yang Bantu Berkembang
Elang Riki Yanuar
Senin 25 Mei 2026 / 13:00
- Tren anak muda berubah, sepulang kerja kini banyak yang pilih networking dan upgrade diri demi tetap relevan di era AI.
- Nyusu After Office hadirkan ruang santai bagi Gen Z dan milenial untuk belajar AI sambil bangun relasi profesional.
- Anak muda kini lebih suka nongkrong yang punya manfaat, dari diskusi karier hingga komunitas pengembangan diri.
Jakarta: Tekanan dunia kerja modern kini tidak lagi berhenti setelah jam kantor usai. Banyak pekerja muda masih harus melanjutkan aktivitas lain demi meningkatkan kemampuan diri agar tetap relevan di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, termasuk kemunculan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Fenomena tersebut semakin akrab dirasakan generasi produktif, khususnya Gen Z dan milenial yang harus menghadapi tuntutan karier sekaligus kebutuhan untuk terus belajar. Di tengah kondisi itu, hadir ruang-ruang baru yang menawarkan pengalaman networking lebih santai namun tetap penuh manfaat.
Melihat perubahan gaya hidup tersebut, Susu Mbok Darmi menghadirkan acara bertajuk Nyusu After Office. Kegiatan ini dirancang sebagai networking night yang menggabungkan diskusi seputar AI, pengembangan diri, hingga kesempatan membangun relasi profesional dalam suasana hangat dan santai.
Acara yang berlangsung di Rumah Wijaya, Jakarta Selatan, itu mengangkat tema “AI vs Humans: Who Stays Relevant?”. Tema tersebut dipilih karena dinilai sangat dekat dengan keresahan pekerja muda saat ini yang mulai mempertanyakan posisi manusia di tengah kecanggihan teknologi AI.
Bukan sekadar membahas teknologi, diskusi dalam acara ini juga menyinggung soal tekanan mental generasi muda yang merasa harus terus berkembang agar tidak tertinggal. Pertanyaan seperti “Kalau AI semakin pintar, manusia masih punya value apa?” menjadi topik yang banyak dirasakan pekerja masa kini.
Berbeda dengan seminar karier pada umumnya, Nyusu After Office dikemas lebih fleksibel dan modern. Para peserta datang setelah pulang kerja untuk menikmati suasana networking sambil berbincang santai ditemani free flow susu segar dari Susu Mbok Darmi.
Konsep ini sekaligus mencerminkan perubahan cara anak muda membangun koneksi profesional. Networking kini tidak lagi identik dengan suasana formal di ballroom hotel, melainkan lebih mengutamakan interaksi yang terasa autentik dan nyaman.
“Sekarang anak muda bukan cuma cari acara yang insightful, tapi juga yang nyaman secara emosional. Mereka ingin tempat untuk connect, recharge, dan merasa tidak sendirian menghadapi tekanan dunia kerja modern,” ujar Dhony Pratama selaku CEO Susu Mbok Darmi.
Acara tersebut juga menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai latar belakang industri kreatif dan digital. Mereka adalah Airlangga Aridharma selaku Creator @lokerserem, Edward Santoso sebagai AI-Driven Business Practitioner dan CEO the7percent.co, serta Riska Putri selaku Initiator Minutes of Manager.
Dalam sesi diskusi, para pembicara membahas bagaimana AI mulai mengubah pola kerja manusia. Mereka juga menyoroti kemampuan yang semakin penting di era digital seperti komunikasi, kreativitas, leadership, hingga kemampuan membangun relasi yang kuat.
Selain itu, peserta juga diajak memahami bagaimana AI dapat dimanfaatkan sebagai tools untuk mempermudah pekerjaan sehari-hari, bukan sekadar dianggap sebagai ancaman bagi karier manusia.
Suasana acara dibuat lebih intimate dengan konsep after office hangout yang hangat. Tidak hanya menghadirkan sesi sharing, acara ini juga dilengkapi interactive session, networking lintas industri, doorprize, hingga pengalaman menikmati fresh milk yang menjadi ciri khas Susu Mbok Darmi.
Belakangan, tren networking event dengan konsep santai dan meaningful memang semakin digemari anak muda di kota-kota besar. Banyak generasi muda kini lebih selektif memilih komunitas maupun tempat nongkrong yang tidak hanya menarik untuk media sosial, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi pengembangan diri.
Melalui slogan “Work - Connect - Nyusu”, Susu Mbok Darmi ingin memperlihatkan bahwa brand lokal juga bisa menjadi bagian dari gaya hidup produktif anak muda masa kini. Bukan hanya sebagai produk minuman, tetapi juga ruang untuk membangun komunitas dan percakapan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Dengan tema yang dekat dengan realita pekerja modern, Nyusu After Office diharapkan menjadi salah satu activation lifestyle yang mampu mempertemukan generasi produktif dalam ruang yang lebih suportif dan terkoneksi secara manusiawi di tengah era digital yang terus berkembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(ELG)
Fenomena tersebut semakin akrab dirasakan generasi produktif, khususnya Gen Z dan milenial yang harus menghadapi tuntutan karier sekaligus kebutuhan untuk terus belajar. Di tengah kondisi itu, hadir ruang-ruang baru yang menawarkan pengalaman networking lebih santai namun tetap penuh manfaat.
Melihat perubahan gaya hidup tersebut, Susu Mbok Darmi menghadirkan acara bertajuk Nyusu After Office. Kegiatan ini dirancang sebagai networking night yang menggabungkan diskusi seputar AI, pengembangan diri, hingga kesempatan membangun relasi profesional dalam suasana hangat dan santai.
Acara yang berlangsung di Rumah Wijaya, Jakarta Selatan, itu mengangkat tema “AI vs Humans: Who Stays Relevant?”. Tema tersebut dipilih karena dinilai sangat dekat dengan keresahan pekerja muda saat ini yang mulai mempertanyakan posisi manusia di tengah kecanggihan teknologi AI.
Bukan sekadar membahas teknologi, diskusi dalam acara ini juga menyinggung soal tekanan mental generasi muda yang merasa harus terus berkembang agar tidak tertinggal. Pertanyaan seperti “Kalau AI semakin pintar, manusia masih punya value apa?” menjadi topik yang banyak dirasakan pekerja masa kini.
Baca Juga :
Saat AI & Sustainability Jadi Kunci Masa Depan!
Berbeda dengan seminar karier pada umumnya, Nyusu After Office dikemas lebih fleksibel dan modern. Para peserta datang setelah pulang kerja untuk menikmati suasana networking sambil berbincang santai ditemani free flow susu segar dari Susu Mbok Darmi.
Konsep ini sekaligus mencerminkan perubahan cara anak muda membangun koneksi profesional. Networking kini tidak lagi identik dengan suasana formal di ballroom hotel, melainkan lebih mengutamakan interaksi yang terasa autentik dan nyaman.
“Sekarang anak muda bukan cuma cari acara yang insightful, tapi juga yang nyaman secara emosional. Mereka ingin tempat untuk connect, recharge, dan merasa tidak sendirian menghadapi tekanan dunia kerja modern,” ujar Dhony Pratama selaku CEO Susu Mbok Darmi.
Acara tersebut juga menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai latar belakang industri kreatif dan digital. Mereka adalah Airlangga Aridharma selaku Creator @lokerserem, Edward Santoso sebagai AI-Driven Business Practitioner dan CEO the7percent.co, serta Riska Putri selaku Initiator Minutes of Manager.
Dalam sesi diskusi, para pembicara membahas bagaimana AI mulai mengubah pola kerja manusia. Mereka juga menyoroti kemampuan yang semakin penting di era digital seperti komunikasi, kreativitas, leadership, hingga kemampuan membangun relasi yang kuat.
Selain itu, peserta juga diajak memahami bagaimana AI dapat dimanfaatkan sebagai tools untuk mempermudah pekerjaan sehari-hari, bukan sekadar dianggap sebagai ancaman bagi karier manusia.
Suasana acara dibuat lebih intimate dengan konsep after office hangout yang hangat. Tidak hanya menghadirkan sesi sharing, acara ini juga dilengkapi interactive session, networking lintas industri, doorprize, hingga pengalaman menikmati fresh milk yang menjadi ciri khas Susu Mbok Darmi.
Belakangan, tren networking event dengan konsep santai dan meaningful memang semakin digemari anak muda di kota-kota besar. Banyak generasi muda kini lebih selektif memilih komunitas maupun tempat nongkrong yang tidak hanya menarik untuk media sosial, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi pengembangan diri.
Melalui slogan “Work - Connect - Nyusu”, Susu Mbok Darmi ingin memperlihatkan bahwa brand lokal juga bisa menjadi bagian dari gaya hidup produktif anak muda masa kini. Bukan hanya sebagai produk minuman, tetapi juga ruang untuk membangun komunitas dan percakapan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Dengan tema yang dekat dengan realita pekerja modern, Nyusu After Office diharapkan menjadi salah satu activation lifestyle yang mampu mempertemukan generasi produktif dalam ruang yang lebih suportif dan terkoneksi secara manusiawi di tengah era digital yang terus berkembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)