COMMUNITY
Gen Z dan Milenial Makin Pilih Hunian Fleksibel, Bukan Sekadar Tempat Tidur
A. Firdaus
Jumat 28 Agustus 2026 / 08:12
- Gen Z dan milenial kini mencari hunian sewa yang fleksibel, strategis, bersih, dan punya fasilitas lengkap untuk menunjang gaya hidup serta mobilitas mereka.
- Gen Z dan milenial kini cenderung memilih komitmen sewa yang lebih singkat.
- Selain lokasi dan fasilitas, kebersihan juga menjadi perhatian besar.
Jakarta: Buat generasi muda yang sedang sibuk mengejar karier, kuliah, atau sekadar ingin mencoba suasana baru, urusan tempat tinggal kini tidak melulu soal punya rumah sendiri. Hunian sewa seperti kost dan co-living menjadi pilihan yang dianggap lebih fleksibel, terutama bagi mereka yang mobilitasnya tinggi.
Hal ini sejalan dengan perubahan preferensi Gen Z dan milenial dalam memilih tempat tinggal. Data Cove menunjukkan, generasi muda kini tidak hanya mencari kamar untuk tidur, tetapi juga hunian yang bisa menunjang aktivitas sehari-hari.
Country Director of Growth and VP of Online Marketing Cove, Dian Paskalis, mengatakan 95 persen penghuni Cove saat ini berasal dari Gen Z dan milenial.
“Bagi mereka hunian yang layak tidak hanya sekadar kamar yang cukup untuk tidur, namun sebuah hunian yang dapat mendukung mobilitas, gaya hidup, dan pergeseran preferensi mereka yang cenderung dinamis,” ujar Dian.
Salah satu perubahan yang cukup terlihat adalah soal durasi tinggal. Gen Z dan milenial kini cenderung memilih komitmen sewa yang lebih singkat.
Pada 2026, hampir 60 persen penghuni Cove dari dua generasi tersebut berencana tinggal selama 1-3 bulan. Angka ini meningkat 32 poin persentase dalam tiga tahun terakhir.
Sebaliknya, rencana untuk tinggal selama satu tahun atau lebih justru turun 22 poin persentase dalam periode yang sama.
Menariknya, perubahan tersebut tidak sepenuhnya dipicu persoalan finansial. Pendapatan mayoritas penghuni Cove disebut masih berada di kisaran Rp10 juta, relatif sama dengan tahun sebelumnya.
Artinya, fleksibilitas tampaknya menjadi pertimbangan yang semakin penting. Generasi muda ingin tetap punya pilihan ketika ada peluang karier baru, kebutuhan berubah, atau sekadar ingin mencoba lingkungan tempat tinggal yang berbeda.
Lantas, seperti apa hunian yang dicari Gen Z dan milenial?
Pada 2026, tiga faktor utama yang menjadi pertimbangan adalah fasilitas kamar pribadi yang lengkap (79 persen), jarak ke kantor dan transportasi umum (52 persen), serta fasilitas bersama seperti gym, rooftop, dan kolam renang (51 persen).
Jadi, hunian ideal bagi generasi muda bukan cuma tempat untuk pulang dan tidur. Mereka ingin tempat tinggal yang bisa menjadi bagian dari keseharian, mulai dari beristirahat, bekerja, berolahraga, sampai bersantai.
Lokasi juga menjadi faktor yang semakin kuat. Dalam tiga tahun terakhir, pertimbangan lokasi meningkat lebih dari 20 poin persentase.
Untuk kawasan Jakarta, lokasi yang paling diminati adalah Jakarta Selatan dengan 64 persen, Jakarta Pusat 43 persen, dan Jakarta Barat 35 persen.
Menariknya, mayoritas penghuni Cove tahun ini justru sudah tinggal di kawasan Jabodetabek sebelumnya, yakni 51 persen. Hal tersebut menunjukkan semakin kecilnya toleransi terhadap waktu perjalanan atau commuting yang terlalu panjang.
Selain lokasi dan fasilitas, kebersihan juga menjadi perhatian besar.
Sebelum memilih tempat tinggal, sebanyak 52 persen responden menyebut kondisi bangunan yang buruk, termasuk gedung yang kotor atau tua, fasilitas kamar tidak terawat, hingga sirkulasi udara yang kurang baik, sebagai alasan mereka membatalkan pilihan terhadap hunian yang sempat disurvei.
Setelah itu, kelengkapan fasilitas menjadi keluhan terbesar berikutnya dengan 43 persen.
Fasilitas seperti area parkir, koneksi Wi-Fi yang stabil untuk bekerja, hingga lift pada gedung bertingkat kini semakin dianggap sebagai kebutuhan dasar.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa standar hunian generasi muda ikut bergeser. Mereka tidak hanya mencari tempat yang bisa ditinggali, tetapi juga ruang yang praktis, nyaman, strategis, dan mampu mengikuti gaya hidup yang terus berubah.
Momentum Hari Perumahan Nasional yang diperingati setiap 25 Agustus pun menjadi pengingat bahwa kebutuhan hunian layak tidak selalu berarti memiliki rumah sendiri. Bagi generasi yang mobilitasnya tinggi, hunian sewa yang fleksibel dan sesuai kebutuhan bisa menjadi pilihan yang lebih realistis.
(FIR)
Hal ini sejalan dengan perubahan preferensi Gen Z dan milenial dalam memilih tempat tinggal. Data Cove menunjukkan, generasi muda kini tidak hanya mencari kamar untuk tidur, tetapi juga hunian yang bisa menunjang aktivitas sehari-hari.
Country Director of Growth and VP of Online Marketing Cove, Dian Paskalis, mengatakan 95 persen penghuni Cove saat ini berasal dari Gen Z dan milenial.
“Bagi mereka hunian yang layak tidak hanya sekadar kamar yang cukup untuk tidur, namun sebuah hunian yang dapat mendukung mobilitas, gaya hidup, dan pergeseran preferensi mereka yang cenderung dinamis,” ujar Dian.
Kontrak Sewa Makin Fleksibel
Salah satu perubahan yang cukup terlihat adalah soal durasi tinggal. Gen Z dan milenial kini cenderung memilih komitmen sewa yang lebih singkat.
Pada 2026, hampir 60 persen penghuni Cove dari dua generasi tersebut berencana tinggal selama 1-3 bulan. Angka ini meningkat 32 poin persentase dalam tiga tahun terakhir.
Sebaliknya, rencana untuk tinggal selama satu tahun atau lebih justru turun 22 poin persentase dalam periode yang sama.
Menariknya, perubahan tersebut tidak sepenuhnya dipicu persoalan finansial. Pendapatan mayoritas penghuni Cove disebut masih berada di kisaran Rp10 juta, relatif sama dengan tahun sebelumnya.
Artinya, fleksibilitas tampaknya menjadi pertimbangan yang semakin penting. Generasi muda ingin tetap punya pilihan ketika ada peluang karier baru, kebutuhan berubah, atau sekadar ingin mencoba lingkungan tempat tinggal yang berbeda.
Hunian Strategis dan Fasilitas Lengkap Jadi Incaran
Lantas, seperti apa hunian yang dicari Gen Z dan milenial?
Pada 2026, tiga faktor utama yang menjadi pertimbangan adalah fasilitas kamar pribadi yang lengkap (79 persen), jarak ke kantor dan transportasi umum (52 persen), serta fasilitas bersama seperti gym, rooftop, dan kolam renang (51 persen).
Jadi, hunian ideal bagi generasi muda bukan cuma tempat untuk pulang dan tidur. Mereka ingin tempat tinggal yang bisa menjadi bagian dari keseharian, mulai dari beristirahat, bekerja, berolahraga, sampai bersantai.
Lokasi juga menjadi faktor yang semakin kuat. Dalam tiga tahun terakhir, pertimbangan lokasi meningkat lebih dari 20 poin persentase.
Untuk kawasan Jakarta, lokasi yang paling diminati adalah Jakarta Selatan dengan 64 persen, Jakarta Pusat 43 persen, dan Jakarta Barat 35 persen.
Menariknya, mayoritas penghuni Cove tahun ini justru sudah tinggal di kawasan Jabodetabek sebelumnya, yakni 51 persen. Hal tersebut menunjukkan semakin kecilnya toleransi terhadap waktu perjalanan atau commuting yang terlalu panjang.
Bersih dan Terawat Bukan Lagi Bonus
Selain lokasi dan fasilitas, kebersihan juga menjadi perhatian besar.
Sebelum memilih tempat tinggal, sebanyak 52 persen responden menyebut kondisi bangunan yang buruk, termasuk gedung yang kotor atau tua, fasilitas kamar tidak terawat, hingga sirkulasi udara yang kurang baik, sebagai alasan mereka membatalkan pilihan terhadap hunian yang sempat disurvei.
Setelah itu, kelengkapan fasilitas menjadi keluhan terbesar berikutnya dengan 43 persen.
Fasilitas seperti area parkir, koneksi Wi-Fi yang stabil untuk bekerja, hingga lift pada gedung bertingkat kini semakin dianggap sebagai kebutuhan dasar.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa standar hunian generasi muda ikut bergeser. Mereka tidak hanya mencari tempat yang bisa ditinggali, tetapi juga ruang yang praktis, nyaman, strategis, dan mampu mengikuti gaya hidup yang terus berubah.
Momentum Hari Perumahan Nasional yang diperingati setiap 25 Agustus pun menjadi pengingat bahwa kebutuhan hunian layak tidak selalu berarti memiliki rumah sendiri. Bagi generasi yang mobilitasnya tinggi, hunian sewa yang fleksibel dan sesuai kebutuhan bisa menjadi pilihan yang lebih realistis.
(FIR)