Ilustrasi gig economy. Foto: Shutterstock
Ilustrasi gig economy. Foto: Shutterstock

Gig Economy Bikin Gen Z dan Milenial Makin Hemat

Annisa ayu artanti • 08 Mei 2026 17:05
Ringkasnya gini..
  • Gig economy membuat generasi muda lebih rasional mengatur pengeluaran sehari-hari.
  • Biaya hidup kota yang naik mendorong tren frugal living di kalangan Gen Z dan milenial.
  • Freelance dan side job kini jadi pilihan populer demi fleksibilitas dan tambahan penghasilan.
Jakarta: Gaya hidup hemat kini bukan lagi identik dengan kondisi kekurangan. Di tengah biaya hidup yang terus naik dan pola kerja yang semakin fleksibel, banyak generasi muda mulai lebih rasional dalam mengatur pengeluaran dan menentukan prioritas finansial.
 
Fenomena gig economy atau ekonomi berbasis pekerjaan lepas dinilai menjadi salah satu faktor yang mengubah pola pikir generasi milenial dan Gen Z terhadap uang, pekerjaan, hingga gaya hidup sehari-hari.
 
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik tahun 2021-2025 Universitas Indonesia Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto menilai berkembangnya gig economy dan pola kerja fleksibel mendorong generasi milenial dan Gen Z lebih rasional dalam mengatur pengeluaran serta menjalani gaya hidup hemat.

Generasi muda saat ini dinilai mulai mempertimbangkan secara lebih matang hubungan antara pengeluaran dan manfaat yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
 
“Gaya hidup hemat atau frugal living, saya rasa sekarang orang sudah mulai berpikir lebih rasional. Apa yang dikeluarkan dan apa yang didapat,” kata Semiarto dilansir Antara, Jumat, 8 Mei 2026.
 
Baca juga: Mengenal Apa Itu Gig Economy dan Gig Worker

Biaya hidup kota makin tinggi

Ia mengatakan pola pikir tersebut berkembang di tengah meningkatnya biaya hidup di kawasan perkotaan, mulai dari biaya tempat tinggal, transportasi, hingga kebutuhan gaya hidup.
 
“Biaya hidup di kota itu memang naik. Sewa rumah, punya rumah, biaya transportasi, gaya hidup memang mahal,” ujarnya.
 
Di sisi lain, menurut dia, generasi muda saat ini juga menghadapi pola kerja yang semakin fleksibel dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pekerjaan tetap.

Gig Economy ubah cara pandang soal pekerjaan

Guru Besar Antropologi Universitas Indonesia itu menilai banyak anak muda kini lebih tertarik pada pekerjaan berbasis proyek, pekerja lepas (freelance) maupun pekerjaan sampingan (side job) dibanding pekerjaan tetap dengan keterikatan jangka panjang.
 
“Sekarang itu yang penting gig economy. Orang boleh pekerja tetap, tapi side job-nya banyak,” katanya.
 
Menurut dia, sebagian generasi muda saat ini lebih memilih fleksibilitas kerja dan peluang memperoleh penghasilan tambahan dibanding mengejar stabilitas kerja seperti generasi sebelumnya.
 
“Lebih baik freelance, karena sekali dapat langsung banyak, dan itu urusannya tinggal bagaimana kita mengelola uang kita,” ujar Semiarto.
 
Ia mengatakan kondisi tersebut membuat generasi muda semakin selektif dalam menentukan prioritas pengeluaran dan mulai menghindari konsumsi berlebihan.
 
“Hidup hemat tidak lagi dikaitkan dengan orang yang kekurangan. Sekarang hemat itu adalah pilihan sadar,” katanya.
 
Semiarto menambahkan gaya hidup hemat saat ini berkembang sebagai bagian dari nilai baru di masyarakat urban yang lebih menekankan konsumsi secara wajar dan efisien.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan