BEAUTY

K-Beauty 2026: Era Slow Aging, Glass Skin 2.0, dan Skincare Canggih

A. Firdaus
Rabu 11 Februari 2026 / 17:33
Ringkasnya gini..
  • Konsepnya lebih realistis dan berkelanjutan.
  • Kulit dirawat dari akarnya.
  • Fokus perawatan bergeser dari 'melawan penuaan' menjadi 'memperlambat penuaan'.
Jakarta: Industri kecantikan Korea selalu jadi trendsetter global, dan memasuki tahun 2026 arahnya makin jelas: bukan lagi sekadar tampil glowing instan, tapi fokus ke kesehatan kulit jangka panjang. 

Kalau dulu anti-aging identik dengan menghilangkan kerutan secepat mungkin, sekarang pendekatannya berubah jadi slow aging, yaitu menjaga kulit tetap sehat, kuat, dan awet muda secara alami. 

Konsepnya lebih realistis dan berkelanjutan. Kulit dirawat dari akarnya, mulai dari skin barrier, hidrasi optimal, sampai regenerasi sel dengan teknologi bahan aktif terbaru.
Tren ini juga menunjukkan pergeseran gaya hidup. 
Berikut adalah delapan tren kecantikan Korea 2026 yang diprediksi makin mendominasi.
 

1. Slow Aging & Skin Longevity

Fokus perawatan bergeser dari 'melawan penuaan' menjadi 'memperlambat penuaan'. Artinya, bukan sekadar menghilangkan garis halus, tapi menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.

Perhatian utama ada pada memperkuat skin barrier, menjaga hidrasi maksimal, mengurangi inflamasi, dan melindungi kulit dari paparan lingkungan.
 

2. Glass Skin 2.0


Konsep glass skin kini berevolusi. Bukan cuma soal kilau mengilap, tapi tekstur kulit yang benar-benar rata, halus, dan sehat secara biologis.

Glass Skin 2.0 menekankan pada pori-pori yang tampak lebih tersamarkan, warna kulit merata, dan permukaan kulit lembut tanpa tampilan berminyak berlebihan. Hasil akhirnya bukan sekadar glowing, tapi terlihat “mahal” dan sehat dari dekat maupun jauh.
 

3. Bio-Regenerative Actives


Bahan aktif canggih jadi sorotan utama di 2026. Eksosom membantu komunikasi antar sel kulit untuk mempercepat regenerasi, sementara PDRN (DNA salmon) dikenal efektif membantu perbaikan jaringan kulit.

Jika sebelumnya bahan ini populer di klinik kecantikan, kini mulai hadir dalam serum dan ampoule rumahan. Fungsinya adalah untuk mempercepat pemulihan kulit mengurangi bekas jerawat, meningkatkan elastisitas, dan embantu peremajaan kulit lebih dalam.
 

4. Scalp Care & Glass Hair


Rambut sehat dimulai dari kulit kepala yang sehat. Konsep scalp-first jadi prinsip utama.
Perawatan kini fokus pada eksfoliasi kulit kepala, menjaga keseimbangan minyak, dan menutrisi akar rambut.
 

5. Skincaring Glow


Makeup dan skincare makin menyatu. Cushion, foundation, dan base makeup kini diformulasikan dengan kandungan hidrasi tinggi serta bahan perbaikan skin barrier.

Makeup bukan hanya menutup kekurangan, tapi juga menjaga kelembapan kulit, memberi efek glowing sehat, melindungi dari paparan luar. Tampil flawless tanpa terlihat berat jadi kunci utama.
 

6. Soft Brows 


Bentuk alis tegas dan terlalu presisi mulai ditinggalkan. Tren 2026 lebih condong ke alis yang lembut, ringan, dan natural.

Tampilan soft brows tidak terlalu bold, mengikuti bentuk asli alis, dan memberi kesan youthful dan effortless. Look keseluruhan jadi lebih segar dan tidak berlebihan.
 

7. Home Beauty Devices


Perangkat kecantikan di rumah semakin populer. Dari LED mask, V-mask untuk mengencangkan area rahang, hingga alat lifting berbasis microcurrent, semuanya dirancang praktis untuk penggunaan mandiri.

Teknologi ini membantu untuk meningkatkan elastisitas, membantu penyerapan skincare, memberi efek firming tanpa prosedur invasif. Perawatan jadi lebih personal dan fleksibel.
 

8. Cooling Care


Perubahan suhu ekstrem dan cuaca yang makin tidak stabil membuat produk dengan efek mendinginkan semakin diminati. Cooling toner, sheet mask, hingga soothing gel membantu menenangkan kulit yang stres.

Manfaatnya adalah mengurangi kemerahan, menenangkan kulit sensitif, dan memberi sensasi segar instan.

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH