BEAUTY

Anti Cakey! Ini 7 Cara Pakai Cushion Biar Flawless, Natural, dan Tahan Lama

A. Firdaus
Rabu 11 Februari 2026 / 20:05
Ringkasnya gini..
  • Masih banyak yang hasilnya malah terlihat tebal.
  • Kunci dari cushion itu bukan cuma di produknya.
  • Cushion jadi salah satu base makeup favorit.
Jakarta: Cushion jadi salah satu base makeup favorit karena praktis, ringan, dan bisa kasih hasil glowing dalam waktu singkat. Tinggal tap-tap, wajah langsung terlihat lebih fresh dan merata. 

Namun kenyataannya, masih banyak yang hasilnya malah terlihat tebal, belang, crack, atau gampang geser setelah beberapa jam. Padahal kunci dari cushion itu bukan cuma di produknya, tapi juga di teknik pemakaiannya.

Cara ambil produk, teknik menepuk puff, sampai urutan aplikasi sangat memengaruhi hasil akhir di kulit. Supaya hasilnya lebih natural, menyatu dengan kulit, dan tahan lama seharian, ada beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan. 
 
Berikut adalah tujuh panduan lengkap cara pakai cushion yang benar biar hasilnya halus tanpa efek “dempul”.
 

1. Persiapan kulit (skin prep) itu wajib


Base makeup yang bagus selalu dimulai dari kulit yang siap. Pastikan wajah dalam keadaan bersih sebelum mulai makeup.

Gunakan pelembap sesuai jenis kulit agar cushion tidak pecah atau cakey, sunscreen untuk melindungi kulit sekaligus membantu base lebih menempel. Kulit yang lembap akan membuat cushion lebih mudah dibaurkan dan terlihat menyatu alami.
 

2. Ambil produk secukupnya


Tekan puff ke spons cushion dengan lembut. Tidak perlu ditekan terlalu dalam karena produk bisa terlalu banyak menempel.

Cushion punya formula yang cukup pigmented, jadi sedikit saja sebenarnya sudah cukup untuk satu sisi wajah. Mengambil terlalu banyak produk di awal justru bikin hasil tebal dan susah diratakan.
 

3. Ratakan di tutup kemasan dulu


Sebelum menyentuh wajah, tepuk-tepuk puff di bagian dalam tutup kemasan. Langkah ini sering dilewatkan, padahal penting supaya hasilnya lebih tipis dan halus.

Tujuannya adalah untuk meratakan produk di permukaan puff, mengurangi kelebihan produk, dan mencegah hasil terlalu tebal di satu titik.
 

4. Gunakan teknik “tap-tap”, bukan digeser


Aplikasikan cushion dengan cara ditepuk ringan (tap-tap), bukan digeser atau diseret. Teknik tap-tap membantu produk lebih menyatu dan menempel sempurna di kulit.

Kenapa tidak boleh digeser? Karena bisa membuat foundation bergeser dan tidak rata, berisiko mengangkat skincare di bawahnya, hasil jadi patchy.
 

5. Mulai dari tengah wajah


Fokuskan aplikasi di area tengah wajah, seperti dahi, hidung, pipi bagian dalam. Area ini biasanya butuh coverage lebih karena sering kemerahan atau punya pori-pori besar. 

Setelah itu, baurkan perlahan ke arah luar wajah agar hasilnya terlihat natural dan tidak terlalu tebal di bagian pinggir.
 

6. Layering secara bertahap


Kalau ingin coverage lebih tinggi untuk menutupi noda atau bekas jerawat, lakukan layering tipis-tipis.

Jangan langsung menumpuk banyak produk sekaligus. Tambahkan sedikit demi sedikit di area tertentu dengan teknik tap-tap sampai coverage sesuai kebutuhan. Cara ini bikin hasil tetap ringan tapi tetap menutup sempurna.
 

7. Kunci dengan bedak tabur


Agar cushion lebih awet dan tidak mudah geser, gunakan translucent powder terutama di area T-zone. Untuk kulit kering, gunakan tipis saja supaya tidak terlihat terlalu matte.

Bedak tabur membantu untuk mengontrol minyak, mengurangi kilap berlebih, membuat makeup lebih tahan lama. 

Tips!
• Hindari menggeser puff karena bikin hasil belang.
• Cuci puff secara rutin minimal seminggu sekali supaya tidak menumpuk bakteri.
• Gunakan primer sebelum cushion jika punya pori-pori besar atau kulit berminyak.
• Tekan puff dengan lembut, jangan terlalu keras agar spons cushion tetap awet.

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH