BEAUTY

Skinimalism Balik Lagi? Skincare Gak Harus 10 Step Kok

Yatin Suleha
Rabu 23 September 2026 / 14:01
Ringkasnya gini..
  • Skinimalism mengajak kita kembali ke rutinitas skincare yang lebih simpel.
  • Cleanser, moisturizer, dan sunscreen jadi dasar perawatan kulit.
  • Terlalu banyak produk justru bisa meningkatkan risiko iritasi.

Jakarta: Udah punya cleanser, toner, essence, serum, ampoule, moisturizer, sleeping mask, sampai exfoliating toner?

Tapi bukannya glowing, kulit malah gampang merah atau terasa perih? Nah, mungkin ini saatnya kenalan lagi sama skinimalism.

Konsep ini mengajak kita buat lebih simpel dalam merawat kulit. Bukan berarti harus berhenti pakai skincare atau cuma boleh punya tiga produk.

Intinya, pilih produk sesuai kebutuhan kulit dan nggak asal menumpuk banyak produk sekaligus.

American Academy of Dermatology (AAD) menyebut rutinitas sederhana yang terdiri dari membersihkan, melembapkan, dan melindungi kulit sebagai dasar perawatan kulit.

 



AAD juga mengingatkan bahwa penggunaan terlalu banyak produk bisa menyebabkan iritasi, terutama ketika beberapa produk dengan bahan aktif digunakan bersamaan.

Kenapa skincare gak harus banyak?


Gambar Codex 23 Sep 2026, 13_51_35
(Skin Minimalism adalah konsep perawatan kulit yang berfokus pada penggunaan produk skincare secara seminimal mungkin. Foto: AI Generated)

Punya banyak skincare memang bikin pilihan makin seru. Apalagi tiap minggu selalu ada bahan aktif baru yang katanya bisa bikin kulit auto glowing. Masalahnya, kulit nggak selalu membutuhkan semuanya.

Penggunaan terlalu banyak produk dapat membuat kulit lebih mudah mengalami iritasi. Terlalu sering mencoba produk baru juga bikin kita susah mengetahui produk mana yang sebenarnya cocok atau justru memicu masalah pada kulit.

Makanya, konsep skinimalism lebih menekankan konsistensi daripada jumlah produk. Kalau rutinitas yang simpel sudah bisa memenuhi kebutuhan kulit, nggak ada kewajiban menambah step hanya karena sedang tren.
 

Rutinitas basic yang bisa dicoba

 

Untuk pagi hari, rutinitasnya bisa dimulai dari cleanser, moisturizer, lalu sunscreen. AAD merekomendasikan sunscreen broad spectrum dengan SPF 30 atau lebih sebagai bagian dari perlindungan kulit sehari hari.

Sementara malam hari, cukup mulai dengan membersihkan wajah dan menggunakan moisturizer. Kalau punya masalah kulit tertentu, barulah tambahkan produk treatment yang memang sesuai kebutuhan.

Bukan berarti serum, toner, essence, atau exfoliant nggak berguna. Produk tersebut tetap bisa masuk ke rutinitas, terutama kalau ada concern spesifik. Namun, penggunaannya sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan toleransi kulit.
 

Nah, skinimalism sebenarnya bukan soal siapa yang punya skincare paling sedikit. Yang penting adalah punya rutinitas yang masuk akal, konsisten, dan nggak bikin kulit kewalahan.

Jadi, kalau selama ini skincare udah memenuhi satu rak, mungkin nggak perlu buru buru checkout lagi. Bisa jadi, kulit justru butuh rutinitas yang lebih simpel.


Desi Indasari



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH