Jakarta: Banyaknya informasi yang beredar mengenai covid-19, sampai rasa bosan karena harus melakukan hampir seluruh aktivitas di rumah tentu membuat banyak orang jadi mudah stres. Salah satu dampak dari stres yang mungkin bisa dirasakan adalah gatal-gatal pada kulit.
Menurut Cleveland Clinis, dalam situasi stres tingkat tinggi seseorang mungkin mengalami ruam karena stres. Rasa gatal-gatal ini bisa muncul di mana saja pada tubuh dan setiap orang bisa mengalaminya. Meskipun memang ini biasanya terjadi pada wanita dan seseorang yang berusia 30 – 50 tahun.
“Stres yang terjadi karena stres biasanya terlihat seperti gigitan serangga atau gatal-gatal yang disebabkan oleh alergi,” ujar kata Sharon Bergquist, MD, asisten profesor di Departemen Penyakit Dalam di Emory University School of Medicine.
Bergquist mengatakan alergi mungkin merupakan pemicu terbesar dari gatal-gatal, yang terjadi ketika tubuhmu melepaskan histamin.
Gatal-gatal juga bisa terjadi akibat bahan kimia tertentu pada makanan, gigitan serangga, efek samping obat-obatan dan paparan sinar matahari. Namun, Bergquist mencatat bahwa seringkali sulit untuk menemukan alasan yang tepat mengapa seseorang mengalami gatal-gatal.

(Rasa gatal-gatal ini bisa muncul di mana saja pada tubuh dan setiap orang bisa mengalaminya. Foto: Ilustrasi. Dok. Unsplash.com)
“Ada saat-saat di mana kita bahkan tidak bisa mengetahui apa yang menyebabkan kulit kita mengalami gatal-gatal. Ada bentuk gatal kronis yang sangat sulit untuk dikelola karena dalam sebagian besar kasus kita tidak pernah benar-benar mengetahui penyebabnya," jelasnya.
Namun, sebuah penelitian tahun 2008 menemukan bahwa situasi yang menyebabkan stres meskipun dalam jangka pendek dapat menyebabkan gatal-gatal pada kulit. Dan tekanan baik dari segi finansial, pribadi, atau profesional dapat memperparah gatal-gatal tersebut.
Meskipun stresor jangka pendek dan jangka panjang dapat menyebabkan gatal-gatal, Bergquist mengatakan bahwa stres yang lebih tahan lama dapat menyebabkan kondisi kulit yang lebih tahan lama.
Stres juga tidak hanya menyebabkan gatal-gatal tetapi juga memperburuk kondisi kulit lainnya seperti jerawat, psoriasis, eksim, dan dermatitis seboroik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(yyy)