BEAUTY
Umur 20-an Udah Muncul Garis Halus? Fix Lifestyle Kamu Perlu Dibenahi
A. Firdaus
Jumat 24 April 2026 / 10:24
- Tanda awal penuaan biasanya ditandai dengan munculnya garis ekspresi halus di wajah.
- Garis senyum sebenarnya merupakan bagian alami dari ekspresi wajah.
- Perawatan kulit disarankan dimulai sejak usia 20-an.
Jakarta: Tanda-tanda penuaan kini tak lagi identik dengan usia matang. Faktanya, garis halus hingga perubahan kontur wajah sudah mulai muncul sejak usia 20-an, terutama akibat gaya hidup yang kurang terjaga.
Dokter dan ahli estetika, dr. Dewita Kamaruddin BMedSCi (Hons.), mengungkapkan bahwa tanda awal penuaan biasanya ditandai dengan munculnya garis ekspresi halus di wajah. Seiring waktu, garis tersebut bisa berkembang menjadi garis senyum yang semakin terlihat jelas.
“Awalnya garisnya masih tipis, lalu mulai terlihat smile line. Kalau tidak diimbangi olahraga dan pola makan sehat, kulit bisa tampak kendur dan jawline jadi kurang tegas,” ujar dr, Dewita dilansir Antara.
Menurutnya, garis senyum sebenarnya merupakan bagian alami dari ekspresi wajah. Namun, faktor seperti penuaan dini atau penurunan berat badan drastis dapat membuat garis tersebut tampak lebih dalam dan menonjol.
Gaya hidup juga memegang peran besar. Kebiasaan seperti jarang berolahraga, mengonsumsi makanan tidak sehat, hingga penggunaan vape atau rokok elektrik dapat mempercepat munculnya tanda penuaan. Dampaknya, kulit terlihat lebih kusam dan kerutan halus muncul lebih cepat.
“Kulit di sekitar garis senyum bisa tampak berlebih, sehingga wajah terlihat kurang segar,” jelasnya.
Untuk mencegah hal tersebut, perawatan kulit disarankan dimulai sejak usia 20-an. Namun, langkah yang diambil sebaiknya tetap berdasarkan konsultasi dengan dokter agar hasilnya optimal dan tetap terlihat natural.
Perawatan yang bisa dilakukan antara lain untuk membantu mengurangi kerutan, memperkuat otot penopang kulit, hingga menjaga elastisitas wajah. Salah satu metode yang dapat dipertimbangkan adalah stimulasi kolagen untuk memperkuat jaringan kulit, serta teknik deep lifting guna mengencangkan ligamen otot.
Dokter Dewita menekankan bahwa perawatan bukan soal menunggu usia tertentu, melainkan tentang kesadaran merawat diri sejak dini.
“Bukan berarti masih 20-an lalu menunda perawatan sampai usia 40. Kalau peduli dengan penampilan, apalagi sering bertemu banyak orang, penting untuk konsultasi agar hasilnya tetap natural, bukan berlebihan,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Dokter dan ahli estetika, dr. Dewita Kamaruddin BMedSCi (Hons.), mengungkapkan bahwa tanda awal penuaan biasanya ditandai dengan munculnya garis ekspresi halus di wajah. Seiring waktu, garis tersebut bisa berkembang menjadi garis senyum yang semakin terlihat jelas.
“Awalnya garisnya masih tipis, lalu mulai terlihat smile line. Kalau tidak diimbangi olahraga dan pola makan sehat, kulit bisa tampak kendur dan jawline jadi kurang tegas,” ujar dr, Dewita dilansir Antara.
Menurutnya, garis senyum sebenarnya merupakan bagian alami dari ekspresi wajah. Namun, faktor seperti penuaan dini atau penurunan berat badan drastis dapat membuat garis tersebut tampak lebih dalam dan menonjol.
Gaya hidup juga memegang peran besar. Kebiasaan seperti jarang berolahraga, mengonsumsi makanan tidak sehat, hingga penggunaan vape atau rokok elektrik dapat mempercepat munculnya tanda penuaan. Dampaknya, kulit terlihat lebih kusam dan kerutan halus muncul lebih cepat.
“Kulit di sekitar garis senyum bisa tampak berlebih, sehingga wajah terlihat kurang segar,” jelasnya.
Untuk mencegah hal tersebut, perawatan kulit disarankan dimulai sejak usia 20-an. Namun, langkah yang diambil sebaiknya tetap berdasarkan konsultasi dengan dokter agar hasilnya optimal dan tetap terlihat natural.
Perawatan yang bisa dilakukan antara lain untuk membantu mengurangi kerutan, memperkuat otot penopang kulit, hingga menjaga elastisitas wajah. Salah satu metode yang dapat dipertimbangkan adalah stimulasi kolagen untuk memperkuat jaringan kulit, serta teknik deep lifting guna mengencangkan ligamen otot.
Dokter Dewita menekankan bahwa perawatan bukan soal menunggu usia tertentu, melainkan tentang kesadaran merawat diri sejak dini.
“Bukan berarti masih 20-an lalu menunda perawatan sampai usia 40. Kalau peduli dengan penampilan, apalagi sering bertemu banyak orang, penting untuk konsultasi agar hasilnya tetap natural, bukan berlebihan,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)