BEAUTY
Deodoran dan Antiperspiran, Apa Bedanya? Jangan Sampai Salah Pilih untuk Ketiak
Fatha Annisa
Senin 05 Januari 2026 / 18:34
Jakarta: Deodoran dan antiperspiran merupakan produk yang digunakan untuk perawatan ketiak. Keduanya terlihat sama, namun sebenarnya memiliki fungsi dan cara kerja yang berbeda, lho!
Bau badan dan keringat sering kali menjadi masalah yang mengganggu aktivitas dan kepercayaan diri. Untuk mengatasinya, banyak orang menggunakan produk perawatan ketiak seperti deodoran atau antiperspiran.
Kamu perlu memahami perbedaan deodoran dan antiperspirant sehingga bisa memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Salah pilih produk bisa membuat masalah bau atau keringat tidak teratasi secara optimal.
Sementara itu, antiperspiran berfungsi untuk mengurangi produksi keringat. Produk ini bekerja langsung pada kelenjar keringat dengan cara menyumbat sementara saluran keringat menggunakan kandungan garam aluminium, seperti aluminium chloride atau aluminium zirconium.
Karenanya, antiperspiran biasanya menjadi pilihan bagi orang yang sering berkeringat berlebihan atau ingin menjaga area ketiak tetap kering lebih lama, terutama saat cuaca panas atau aktivitas padat.
Sedangkan deodoran tidak menghentikan produksi keringat, melainkan hanya menetralkan bau yang muncul. Sehingga penggunaannya cocok untuk orang yang tidak mengalami keringat berlebih, tetapi ingin tetap merasa segar dan wangi sepanjang hari.
Kesimpulannya, deodoran dan antiperspiran memiliki peran yang berbeda dalam mengatasi bau badan dan keringat. Deodoran fokus pada pengendalian bau, sedangkan antiperspiran bekerja untuk mengurangi produksi keringat.
Produk mana yang lebih cocok denganmu?
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(PRI)
Bau badan dan keringat sering kali menjadi masalah yang mengganggu aktivitas dan kepercayaan diri. Untuk mengatasinya, banyak orang menggunakan produk perawatan ketiak seperti deodoran atau antiperspiran.
Kamu perlu memahami perbedaan deodoran dan antiperspirant sehingga bisa memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Salah pilih produk bisa membuat masalah bau atau keringat tidak teratasi secara optimal.
| Baca juga: Tips Ketiak Bebas Bau usai Beraktivitas Seharian, Bukan Cuma Pakai Deodoran Ya Sob! |
Perbedaan Deodoran dan Antiperspiran
1. Klasifikasi Produk
Deodoran merupakan produk kosmetik, sedangkan antiperspiran termasuk sebagai obat. Oleh karenanya, produksi dan penggunaan antiperspiran harus memenuhi kebijakan dan prosedur lembaga pengawasan obat suatu negara.2. Cara Kerja
Bau badan muncul ketika bakteri di kulit memecah keringat dan menghasilkan aroma tidak sedap. Nah, deodoran bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau sekaligus memberikan aroma segar.Sementara itu, antiperspiran berfungsi untuk mengurangi produksi keringat. Produk ini bekerja langsung pada kelenjar keringat dengan cara menyumbat sementara saluran keringat menggunakan kandungan garam aluminium, seperti aluminium chloride atau aluminium zirconium.
| Baca juga: Meski Alami Hilangkan Bau Ketiak, Ini Efek Samping Penggunaan Deodoran Tawas |
3. Kontrol Keringat
Seperti disebutkan sebelumnya, antiperspiran bekerja dengan cara menyumbat sementara saluran keringat. Dengan berkurangnya keringat yang keluar ke permukaan kulit, risiko munculnya bau badan juga ikut menurun.Karenanya, antiperspiran biasanya menjadi pilihan bagi orang yang sering berkeringat berlebihan atau ingin menjaga area ketiak tetap kering lebih lama, terutama saat cuaca panas atau aktivitas padat.
Sedangkan deodoran tidak menghentikan produksi keringat, melainkan hanya menetralkan bau yang muncul. Sehingga penggunaannya cocok untuk orang yang tidak mengalami keringat berlebih, tetapi ingin tetap merasa segar dan wangi sepanjang hari.
Kesimpulannya, deodoran dan antiperspiran memiliki peran yang berbeda dalam mengatasi bau badan dan keringat. Deodoran fokus pada pengendalian bau, sedangkan antiperspiran bekerja untuk mengurangi produksi keringat.
Produk mana yang lebih cocok denganmu?
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)