BEAUTY
3 Berita Terpopuler Gaya: Pakai Parfum Beralkohol Saat Salat Hingga Filisida
Yatin Suleha
Selasa 24 Februari 2026 / 06:05
Jakarta: Memasuki bulan Ramadan, kita biasanya melaksanakan salat tarawih setiap malam. Namun, banyak yang masih bingung apakah saat salat boleh menggunakan parfum beralkohol atau tidak?
Pada agama Islam, alkohol tidak diizinkan untuk dikonsumsi. Namun, pada hal parfum yang beralkohol adalah berbeda cerita. Parfum beralkohol adalah parfum yang mengandung zat alkohol sebagai salah satu komponen utamanya.
Berikut ini, Medcom.id/gaya merangkum berita menarik yang terjadi sepanjang Senin, 23 Februari 2026:
Alkohol dalam parfum dikenal sebagai etanol. Etanol adalah zat yang digunakan dalam banyak produk perawatan pribadi, termasuk parfum, dan juga memiliki efek bau yang khas.
Dilansir dalam laman resmi Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), menurut ulama dari kalangan Syafi’iyah bahwa penggunaan parfum beralkohol tidak membatalkan salat secara sah.
Mereka berpendapat bahwa alkohol dalam parfum tidak memengaruhi kesucian atau keabsahan salat.
Selengkapnya klik di sini
Saat puasa, kita mungkin masih dibingungkan dengan beberapa hal yang membatalkan atau tidak. Salah satunya adalah perihal lip balm yang dioleskan pada bibir, apakah membatalkan puasa?
Menurut Lips Carpenter, dehidrasi membuat produksi air liur berkurang. Padahal, air liurlah yang berperan penting dalam menjaga mulut dan bibir tetap lembap. Itulah mengapa bibir menjadi kering dan akhirnya pecah-pecah.
Dilansir dalam beberapa sumber, hukum memakai pelembap bibir saat puasa adalah BOLEH atau tidak membatalkan puasa. Namun, yang perlu diperhatikan adalah kandungan dalam lip balm yang tidak boleh sengaja masuk ke dalam mulut.
Selengkapnya klik di sini
Filisida adalah pembunuhan terhadap anak sendiri. Dari kasus kompleksitasnya kematian bocah berusia 12 tahun NS, di Sukabumi, Jawa Barat, yang diduga kuat menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Diyah Puspitarini selaku Komisioner KPAI menyatakan keprihatinannya.
"Jadi kami turut prihatin atas kejadian ini ya, di mana Anak N akhirnya meninggal dunia. Dan kami sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak ya, tentu saja kami berupaya untuk berkomunikasi dengan kepolisian, kemudian dengan OPD terkait termasuk UPTD PPA di sana, bahwa apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata memang ini adalah bagian dari KDRT, kekerasan dalam rumah tangga," buka Diyah dalam wawancara dengan Metro TV.
Selengkapnya klik di sini
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Pada agama Islam, alkohol tidak diizinkan untuk dikonsumsi. Namun, pada hal parfum yang beralkohol adalah berbeda cerita. Parfum beralkohol adalah parfum yang mengandung zat alkohol sebagai salah satu komponen utamanya.
Berikut ini, Medcom.id/gaya merangkum berita menarik yang terjadi sepanjang Senin, 23 Februari 2026:
1. Dilema Mau Wangi Pas Ibadah: Parfum Beralkohol Bikin Salat Gak Sah?
Alkohol dalam parfum dikenal sebagai etanol. Etanol adalah zat yang digunakan dalam banyak produk perawatan pribadi, termasuk parfum, dan juga memiliki efek bau yang khas.
Dilansir dalam laman resmi Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), menurut ulama dari kalangan Syafi’iyah bahwa penggunaan parfum beralkohol tidak membatalkan salat secara sah.
Mereka berpendapat bahwa alkohol dalam parfum tidak memengaruhi kesucian atau keabsahan salat.
Selengkapnya klik di sini
2. Pakai Lip Balm Bikin Batal Gak Sih Puasanya? Let’s Talk!
Saat puasa, kita mungkin masih dibingungkan dengan beberapa hal yang membatalkan atau tidak. Salah satunya adalah perihal lip balm yang dioleskan pada bibir, apakah membatalkan puasa?
Menurut Lips Carpenter, dehidrasi membuat produksi air liur berkurang. Padahal, air liurlah yang berperan penting dalam menjaga mulut dan bibir tetap lembap. Itulah mengapa bibir menjadi kering dan akhirnya pecah-pecah.
Dilansir dalam beberapa sumber, hukum memakai pelembap bibir saat puasa adalah BOLEH atau tidak membatalkan puasa. Namun, yang perlu diperhatikan adalah kandungan dalam lip balm yang tidak boleh sengaja masuk ke dalam mulut.
Selengkapnya klik di sini
3. KPAI Buka Suara: POV Paling Menyakitkan Saat Filisida Baru Terungkap Setelah Nyawa Hilang
Filisida adalah pembunuhan terhadap anak sendiri. Dari kasus kompleksitasnya kematian bocah berusia 12 tahun NS, di Sukabumi, Jawa Barat, yang diduga kuat menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Diyah Puspitarini selaku Komisioner KPAI menyatakan keprihatinannya.
"Jadi kami turut prihatin atas kejadian ini ya, di mana Anak N akhirnya meninggal dunia. Dan kami sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak ya, tentu saja kami berupaya untuk berkomunikasi dengan kepolisian, kemudian dengan OPD terkait termasuk UPTD PPA di sana, bahwa apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata memang ini adalah bagian dari KDRT, kekerasan dalam rumah tangga," buka Diyah dalam wawancara dengan Metro TV.
Selengkapnya klik di sini
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)