Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto memberikan keterangan pers mengenai perkembangan vaksin Covid-19 di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta.
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto memberikan keterangan pers mengenai perkembangan vaksin Covid-19 di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta.
Kementerian Kesehatan mengungkap tiga vaksin Covid-19 dari Sinovac, Sinopharm, dan Cansino asal China telah menyelesaikan uji klinis tahap III di beberapa negara.
Kementerian Kesehatan mengungkap tiga vaksin Covid-19 dari Sinovac, Sinopharm, dan Cansino asal China telah menyelesaikan uji klinis tahap III di beberapa negara.
Rencananya di akhir November 2020 dapat dilakukan penyuntikan bagi 9,1 juta orang di Indonesia. Mereka adalah kelompok masyarakat yang dianggap paling berisiko tinggi terpapar virus SARS Cov-2 penyebab Covid-19.
Rencananya di akhir November 2020 dapat dilakukan penyuntikan bagi 9,1 juta orang di Indonesia. Mereka adalah kelompok masyarakat yang dianggap paling berisiko tinggi terpapar virus SARS Cov-2 penyebab Covid-19.

Vaksinasi Covid-19 Dimulai Akhir November

News Virus Korona virus corona vaksin covid-19
19 Oktober 2020 17:57
Jakarta: Kementerian Kesehatan mengungkap tiga vaksin Covid-19 dari Sinovac, Sinopharm, dan Cansino asal China telah menyelesaikan uji klinis tahap III di beberapa negara.

Rencananya di akhir November 2020 dapat dilakukan penyuntikan bagi 9,1 juta orang di Indonesia. Mereka adalah kelompok masyarakat yang dianggap paling berisiko tinggi terpapar virus SARS Cov-2 penyebab Covid-19. 

Hal tersebut disampaikan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemkes), Dr Achmad Yurianto pada konferensi pers secara virtual, Senin, 19 Oktober 2020.

Dilihat dari ketersediaannya, vaksin Covid-19 dari Sinovac, produsen Tiongkok, tidak bisa langsung tersedia sekaligus 320 juta dosis untuk 160 juta orang sesuai target imunisasi dari pemerintah. Ketersediaan vaksin di tahap awal adalah 9,1 juta untuk bulan November dan Desember 2020.

Menurut Yurianto, dari 9,1 juta itu yang disuntik pertama adalah tenaga kesehatan yang ada di rumah sakit (RS) rujukan Covid-19. Mereka berisiko karena berhadapan langsung dengan pasien.

Kemudian petugas kesehatan di laboratorium rujukan pemeriksaan spesimen. Petugas lab juga berisiko tinggi karena setiap hari berhadapan langsung dengan virus.

Tenaga kesehatan lainnya adalah yang melakukan tracing contact atau pelacakan kontak untuk menemukan kasus baru. Jumlah kelompok ini diperkirakan hampir 2 juta orang.

Kelompok kedua yang juga mendapatkan vaksinasi pertama adalah petugas pelayanan publik. Misalnya aparat yang melaksanakan tugas operasional yustisia untuk penegakan protokol kesehatan, seperti kepolisian, TNI, dan Satpol PP.

Petugas layanan publik lainnya adalah pegawai yang memberikan layanan di bandara, stasiun, dan pelabuhan. Termasuk beberapa profesi atau pekerjaan lain yang berisiko dalam menghadapi kasus Covid-19. ANTARA Foto/Indrianto Eko Suwarso

(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif