Jakarta: Action Humanity menyalurkan bantuan kemanusiaan seberat 30 ton bagi korban banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang. Bantuan tersebut difokuskan untuk warga di sejumlah wilayah terdampak parah, terutama daerah pedalaman.
Tim Action Humanity tiba di Aceh Tamiang pada 13 Januari 2026 dengan membawa tiga program utama, yakni distribusi pangan, pendirian mushola darurat, dan kegiatan trauma healing. Program tersebut dilaksanakan di Desa Sunting, Tanjung Gelumpang, Babo, serta Desa Bandar Pusaka, Dusun Blank Kandis.
Bantuan diserahkan langsung Direktur Utama Action Humanity Muhammad Arief Saufi kepada warga di masing-masing titik sasaran pada Kamis, 13 Januari 2026.
“Langkah ini sesuai dengan visi lembaga kami untuk membantu manusia dan makhluk hidup agar mampu bertahan dan keluar dari krisis, terutama membantu saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi bencana besar,” ujar Saufi.
Ia menjelaskan, bantuan bertajuk Warga Bantu Warga tersebut berhasil menghimpun dana sekitar Rp850 juta dari para donatur dan mitra di dalam maupun luar negeri. Dana tersebut diwujudkan dalam bentuk bantuan pangan seberat 30 ton yang terdiri atas bahan makanan pokok, air bersih, teh, susu, aneka makanan ringan, serta sejumlah genset hasil dukungan mitra.
Selain distribusi pangan, Action Humanity juga menyalurkan genset untuk membantu kebutuhan listrik warga yang masih padam selama beberapa pekan. Lembaga tersebut turut menghadirkan layanan internet berbasis satelit guna membantu akses komunikasi warga, termasuk mendukung kebutuhan administrasi para guru.
“Kondisi di Aceh Tamiang masih sangat memprihatinkan. Selama hampir tiga pekan warga hidup tanpa listrik, air bersih terbatas, dan stok pangan minim. Aceh Tamiang masih sangat membutuhkan bantuan dari kita semua,” kata Saufi.
Tim Action Humanity juga mendirikan dapur darurat yang memasak sekitar 5.000 porsi makanan setiap hari. Kegiatan ini didukung relawan lokal dan aparat TNI. Warga mengaku sangat bergantung pada dapur darurat tersebut setelah berhari-hari mengalami kesulitan pangan.
Di lokasi pengungsian, Action Humanity mendirikan mushola darurat untuk mendukung kebutuhan ibadah warga dan relawan. Mushola tersebut dilengkapi penerangan, kipas angin, serta perlengkapan ibadah, mengingat sejumlah sarana ibadah rusak akibat banjir dan longsor.
Upaya pemulihan psikososial juga dilakukan melalui kegiatan nonton film bersama warga, khususnya anak-anak. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari trauma healing dan digelar setiap malam di posko Action Humanity yang dikenal warga sebagai posko bioskop.
“Alhamdulillah, sejak kedatangan Action Humanity kami merasa terhibur. Sejak banjir, hampir tidak ada hiburan karena televisi kami terendam. Kegiatan ini sangat membantu, terutama untuk anak-anak,” ujar Kepala Dusun Blank Kandis, Herman.
Action Humanity menyampaikan apresiasi kepada para mitra strategis dan donatur, di antaranya Ponpes Ulul Albab Lampung, PPTQ Abdullah bin Mubarok Metro, Islahul Umat Pringsewu, Pertamina Peduli, Hayir Yolu Turki, Care ID, ZKB Kaltim, Grow Up Humanity, GNWP, Wakaf Abadi, Selalu Peduli, dan Time Break.
Saufi menegaskan, pihaknya berkomitmen menjalankan amanah publik untuk terus menyalurkan bantuan kemanusiaan ke berbagai daerah lain yang membutuhkan. Dok. Istimewa Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News