Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi potensi kekeringan pada musim kemarau. Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi infrastruktur sumber daya air, mulai dari sumur bor, bendungan, bendung, embung, hingga waduk guna menjaga ketersediaan air bagi masyarakat dan sektor pertanian.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi potensi kekeringan pada musim kemarau. Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi infrastruktur sumber daya air, mulai dari sumur bor, bendungan, bendung, embung, hingga waduk guna menjaga ketersediaan air bagi masyarakat dan sektor pertanian.
Kementerian PU mengoptimalkan 10.789 sumur bor dengan kapasitas lebih dari 114 ribu meter kubik per detik.
Kementerian PU mengoptimalkan 10.789 sumur bor dengan kapasitas lebih dari 114 ribu meter kubik per detik.
Selain itu, pengelolaan bendungan dan jaringan irigasi juga diperkuat agar distribusi air dapat berjalan lebih efektif, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan maupun terdampak fenomena El Nino.
Selain itu, pengelolaan bendungan dan jaringan irigasi juga diperkuat agar distribusi air dapat berjalan lebih efektif, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan maupun terdampak fenomena El Nino.

Hadapi Kemarau, Kementerian PU Perkuat Pengelolaan Infrastruktur Sumber Daya Air

01 Agustus 2026 18:23
Jakarta: Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi potensi kekeringan pada musim kemarau. Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi infrastruktur sumber daya air, mulai dari sumur bor, bendungan, bendung, embung, hingga waduk guna menjaga ketersediaan air bagi masyarakat dan sektor pertanian.
‎Kementerian PU mengoptimalkan 10.789 sumur bor dengan kapasitas lebih dari 114 ribu meter kubik per detik. Selain itu, pengelolaan bendungan dan jaringan irigasi juga diperkuat agar distribusi air dapat berjalan lebih efektif, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan maupun terdampak fenomena El Nino.
‎Dody mengatakan pengelolaan infrastruktur sumber daya air menjadi penting untuk menjaga produktivitas pertanian serta ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim.
‎“Kementerian PU terus berkomitmen membangun dan menyelesaikan infrastruktur pengelolaan air seperti bendungan, bendung, embung, hingga waduk di berbagai daerah. Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim,” kata Menteri Dody.
‎Kementerian PU juga mengatur pola operasi bendungan dan jaringan irigasi agar distribusi air dapat berjalan lebih efisien. Untuk menghadapi kondisi darurat, sejumlah peralatan turut disiapkan untuk dikerahkan ke daerah terdampak.
‎Peralatan itu terdiri atas 125 unit mobile pump, 921 pompa alkon, serta 49 mesin bor. Pemerintah juga melakukan pendataan wilayah rawan kekeringan dan mengedukasi masyarakat mengenai upaya adaptasi.
‎Di sektor pertanian, Kementerian PU mendorong penerapan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA). Teknologi tersebut dinilai dapat mengurangi penggunaan air untuk pertanian.
‎Pembangunan infrastruktur air juga terus dikebut, mulai dari bendungan, jaringan irigasi, jaringan irigasi air tanah (JIAT), hingga sumur bor. Langkah ini diharapkan memperkuat ketahanan air nasional dalam jangka panjang.
‎Saat ini, Kementerian PU memiliki 240 bendungan dengan kapasitas tampung total 7,89 miliar meter kubik. Ada pula 601 situ dan danau dengan volume tampungan mencapai 135,59 miliar meter kubik, serta lebih dari 1.000 tampungan air baku untuk mendukung kebutuhan masyarakat. Dok. Istimewa


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(CDE)

News kementerian pekerjaan umum kemarau